
cuplikan dari epilog.2 Kau Curi Milikku, Milikmu Kucuri
-gaska-
Gaska tidak mau melepas Indra setelah penantian yang begitu lama.
"Kamu beneran nggak mau? Aku habisin, ya?" Tanya Indra yang masih memegang erat gelas jumbo.
"Sudah nggak ada isinya.." ujar Gaska.
"Masih ada airnya, enak seger.." Kali ini Indra menegak habis hingga tidak ada yang tersisa.
"Mmmm, enak banget." Selesai meletakkan gelas yang sudah kosong di meja, Indra bersandar di pundak Gaska dan menarik kakinya yang kedinginan.
Gaska mengusap-usap punggung Indra, dan mulai menghujani wajah pria di pangkuannya itu dengan kecupan-kecupan kecil sampai bibir Indra yang awalnya tersenyum, merekah tertawa.
"Hahaha, geli..!!" Tangan Indra berpegangan pada kaosnya yang melar. Tawanya yang renyah mengirim sinyal positif ke seluruh tubuh Gaska.
Tangan Gaska berpindah menekan-nekan pinggang Indra. "Geli mana sama ini?"
"GyAAAA!!" Indra menjerit dan langsung menendang-nendang. "Uwahahahaha!! Hentikan!!"
Gaska tidak berhenti. Dia senang melihat ketidakberdayaan Indra yang sulit menghindari gelitikannya. Belum lagi tubuh Indra yang menggeliat hingga kausnya tersibak.
"Sudah!! Sudah!!" Indra memohon diantara tawanya yang riang.
"Sudah, Gaska... Sudah..." pinta Indra memelas di tengah gelaknya.
Gaska lalu melonggarkan pelukannya hingga tawa Indra sedikit mereda meski dia masih cekikikan. Saat Indra menoleh ke Gaska, tawanya meledak lagi.
__ADS_1
"Aapa sih?" Tanya Gaska sambil ikut tertular tawa Indra.
"Nggak... Nggak apa..." Indra mengusap wajahnya, berusaha menguasai diri sebelum kembali tertawa meledak-ledak. "Hahahahahaha...Ha! Ha!"
Tawa Indra yang makin histeris membuat Gaska sedikit khawatir. Bahu dan pundaknya bergetar-getar dan matanya sedikit merembes.
"Aduh..aduh...perutku..Hahahahahaha.." Indra tidak berhenti dan kini mulai memegangi perutnya yang kaku. "Gaska, perutku..aduh.. ahahaha..Hahahahaaha!!"
Gaska yang bingung melihat ke isi gelas es yang kosong. Dia berpikir tidak mungkin es campur sampai diberi obat yang aneh-aneh...
Untuk memastikan, Gaska mencicip dari sedikit yang tersisa. Menurutnya tidak ada rasa yang aneh, manis sirup bercampur susu. Tapi melihat Indra yang masih tertawa histeris sampai bergulung di sofa...
Gaska tertawa.
Dia teringat pada kejadian yang hampir serupa beberapa saat lalu, waktu acara kumpul para karyawan. Diantara para ibu-ibu, Gaska mendengar bagaimana anak mereka lebih hyper dan sulit di atur setelah jajan makanan atau minuman yang manis, sehingga mereka sekarang membatasi asupan dengan kadar gula tinggi.
Tapi, Indra kan sudah dewasa, tidak mungkin masih mengalami 'sugar high'... Gaska mengusap wajahnya, sedikit tidak percaya. Namun kalau mengingat tentang Indra yang selalu commando awal-awal mereka tinggal bersama, hal itu tidak sepenuhnya mustahil.
Wajah Indra yang memerah dan nafasnya yang ngos-ngosan, serta pandangan matanya saat menatap Gaska... senyum di wajahnya lebar dan tampak sangat bahagia.
Gaska mengecup bawah mata Indra sebelum turun ke pipinya, lalu ke bibir Indra yang sedikit terbuka. Tangannya menarik kaos Indra ke atas, sementara tangan Indra menyelinap dan memeluk punggung Gaska sebelum perlahan-lahan menarik turun celana yang dipakai Gaska.
"Ayo pindah ke kamar," bisik Gaska di telinganya.
Indra lalu duduk dengan mata yang belum fokus sebelum berdiri dan berjalan ke arah kamar mereka. Melewati pintu kamar, tanpa menoleh kebelakang, Indra melepas kaosnya, disusul celana trainingnya. Sebelum Indra melepas lembar kain terakhir yang melekat di tubuhnya, Gaska telah menutup pintu.
Gaska memeluk Indra dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Indra. Indra yang sudah tidak berbusana, mendekap dan memainkan tangan Gaska yang mengelus-elus sekujur tubuhnya. Sambil sesekali memundurkan pantatnya ke tempat Gaska berdenyut-denyut.
"Kamu habis kerasukan apa tadi.." tanya Gaska yang tangannya turun membuka celananya yang sesak.
__ADS_1
"Nnggggaaaakkk..." Jawab Indra panjang. Tubuhnya terasa panas dan lemas, sehingga dia berjalan menjauhi Gaska dan merangkak ke atas tempat tidur.
Indra mengambil gel dan ****** dari laci saat dia merasakan kedua tangan Gaska di pantatnya. Jari-jari Gaska meremasi kedua gunungan Indra perlahan, sesekali membuka mereka lebar-lebar hingga Indra merasa ada angin yang melewati bagian belakangnya. Indra lalu terkejut waktu Gaska tiba-tiba menggigit pantat kirinya.
"Jangan keras-keras, Gaska.."
"Mmnnmm.." gumam Gaska, tangan kirinya bermain di lubang Indra dan tangan kanannya mengelus-elus pangkal paha Indra.
Dia puas setelah mengecek lubang Indra masih elastis. Usahanya untuk membuat Indra ketagihan dengannya juga berhasil.
Gaska mengambil satu sachet kecil yang tercecer di dekat tangan Indra. Ketika dia merobek dan akan memasang, mata Indra tertuju pada bagian pribadinya.
"Kamu mau masangin?" Tanya Gaska sambil menyeringai lebar.
Indra yang membuang wajah saat ketahuan sedang menatap lekat pun menggemaskan bagi Gaska.
.
.
author :
hi, sekali lagi terimakasih buat yang baca sampai sini.
untuk tahu apa saja yang terjadi di antara Indra dan Gaska, apa Indra berhasil balas dendam? apa mereka beneran saudara seayah atau bukan, bisa cek di akun I G di @ kerja jiwa (tanpa spasi)
atau kirim email ke kerjajiwa5 @ gmail . com (tanpa spasi)
Serial Ini bisa kalian baca dengan GRATIS di WebnoveI, atas nama akun: valluca
__ADS_1
Komplit mulai awal sampai akhir. Terimakasih 😘💕