
Khushi berlari menyusuri koridor rumah sakit sambil menangis.. Dia tidak peduli tatapan semua orang yang melihat dengan heran, yang khushi ingin dia ingin cepat segera menemui kakek nya..
Di depan ruang ICU khushi melihat sudah ada orang tua nya dan juga om tante juga saudara sepupunya nya.. wajah mereka semua terlihat sedih..
Setelah sampai di depan ruang ICU khushi segera memeluk bunda nya sambil menangis.. Ayah nya pun bergantian memeluk khushi..
Ayah: Sabar sayang doa kan kakek ya. Ayah berkata sambil mengusap kepala khushi dan menahan semua kesedihan nya..
Bunda: Sayang temui kakek dari tadi kakek sudah menunggu mu.. Bunda berkata dengan lembut sambil mengusap punggung khushi..
Khushi pun segera memakai pakaian steril yang telah di sediakan oleh Rumah sakit.. Khushi masuk melangkahkan kaki nya ke dalam ruangan ICU.. Di ruangan itu khushi melihat kakek nya terbaring lemah dan sudah di pasangi Alat Alat..
Bunyi monitor jantung, nambah kesedihan khushi..
__ADS_1
Air mata khushi terus mengalir.. Khushi mendekati ranjang kakek nya dan memegang tangan sang kakek dengan lembut sambil mengusap-usap nya.. Teringat jelas dalam memori nya.. Tangan itu adalah tangan yang selalu membelai nya dengan lembut.. Tangan yang mampu menopang tubuh kecil khushi yang selalu ingin di gendong oleh sang kakek.. mengingat kenangan itu membuat dada khushi semakin sesak..
Sang kakek nya tampak menyadari kedatangan khushi.. kakek tersenyum dan menyuruh khushi mendekat ke arah nya..
Kakek: kakek mo pamit ya sayang terdengar suara lemah dari mulut kakek..
Khushi hanya menggelengkan kepala nya dan membuat Air mata nya semakin Deras..Khushi tak mampu mengeluarkan kata kata nya..
Khushi:(masih menangis) ga kek, pasti kakek bakal sembuh, nanti siapa yang nemenin khushi.
Kakek hanya tersenyum mendengar ucapan khushi..
sambil mengusap kepala khushi, kakek kemudian berkata.
__ADS_1
Kakek: Khushi mau penuhi keinginan kakek?? ucap kakek lembut..
Khushi hanya menganggukan kepala nya.. sambil tangan nya terus menggenggam tangan kakek..
Khushi: Percaya pilihan jodoh khushi kepada Allah dan ikuti lah pilihan orang tua mu..
Khushi heran mendengar permintaan kakek, khushi merasa seperti akan menikah dalam waktu dekat ini..
Khushi: kek,khushi masih sekolah baru kelas satu, belum mikirin tentang siapa jodoh khushi.. karena tidak ingin mengecewakan kakek nya khushi hanya mengangguk..
Kakek tersenyum senang, nampak semua beban nya seakan lepas.. kemudian detak jantung kakek semakin melemah.. khushi panik dan segera memanggil Ayah bunda nya.. khushi masih terus menangis.. nampak Ayah khushi sedang membimbing kakek nya untuk melapalkan kalimat thoyibah.. kakek mengikuti dengan napas yang tersengal.. setengah itu monitor jantung kakek menunjukkan garis lurus.. nampak dokter dan perawat memasuki ruang ICU.. Sang dokter terus memompa jantung kakek.. tapi Allah lebih sayang kakek.. kakek telah meninggal Dunia.. Khushi menangis histeris, begitu pun dengan semua nya.. hanya Ayah yang terlihat tabah meskipun di dalam hati nya Ayah pun menangis.. Khushi melihat wajah kakek nya yang tersenyum seakan kakek nya itu sedang tidur.. Khushi berjanji untuk memenuhi semua pesan terakhir kakek..
Karena itu rumah sakit milik kakek yang sekarang di pimpin oleh Ayah.. pihak rumah sakit lah yang mengurus semua nya... Jenasah Sang kakek di bawa ke rumah kakek atas permintaan Ayah.. karena Ayah anak yang tertua.. Rumah Sang kakek sekarang hanya pelayan yang mengurus nya.. Kakek tidak mau tinggal bersama khushi, karena kakek merasa rumah itu menyimpan banyak kenangan nya dengan Sang nenek.. Kadang khushi menginap di rumah kakek.. Apalagi pada saat liburan.. Arya, Bima, khushi dan seto selalu menghabiskan masa liburan nya di rumah kakek.. 1 bulan sekali rumah kakek pasti ramai.. karena khushi dan keluarga nya begitu pula tante dan keluarga nya akan menginap di rumah kakek..
__ADS_1