KEBANGKITAN KEDUA

KEBANGKITAN KEDUA
Bab 38


__ADS_3

pasti langsung mati. Kan? Ohok...ohok..! Khek! Hah...hah..hah..ha! Seong maaf kan aku. Aku tulus. Set... dan kim sangshik meninggal dunia.


Kenapa paman kim sangshik jadi gini? Entahlah mungkin ulah monster? Ucap Kang taeshik. Suatu hari, gate terbuka Dan monster menyerang manusia. Sebuah bencana. Aku jadi ingat sebuah Cerita menarik. Awalnya ini tentang Memusnahkan kelompok goblin, tapi Akan lebih baik jika alur ceritanya ku Ubah. Para tawanan bersekongkol dan Nekat untuk kabur. Mereka membunuh Kalian duluan. Lalu aku yang sedang Melawan boss lengah dan aku diserang mereka. Akan tetapi, mereka Tidak mampu menandingi kang taeshik si hunter level B. Pada akhirnya, hanya Aku yang selamat dari raid ini.


Srat! Klang...!


Gimana? Orang luar pun akan Menganggap cerita ini masuk akal, kan? Dasar sampah... hentikan. Kamu Bukanlah lawannya akulah lawannya seong.

__ADS_1


Dalam hati isi pikiran song chiyeol. Lawanku level B. Mustahil skill ku Yang level C bisa mempan melawannya. Ditambah lagi dia tipe pembunuh... aku Tidak bisa memandingi kecepatan nya. Pak kim, aku akan pinjam pedangmu Ini. Tapi, dia tipe pembunuh yang Pertahanan nya lemah. kalau aku bisa Mengenainya dengan sihirku, siapa Tahu...sret... song chiyeol bersiap siaga menyerang kang taeshik.


Sudah lama aku tidak mengarahkan Pedang pada manusia. ada nona Juhee... nona juhee, bisa berikan aku Sihir untuk meningkatkan kekuatan Fisik? Ya? Ya! Paman song dan pedang...? Aku akan coba mendorong Nya supaya bisa bertarung jarak dekat! Sring...whuss...kretek...kretek...! Dan tubuh song chiyeol mulai menguat.


Apa yang dilakukan penyihir ini? Meningkatkan kekuatan fisik adalah Buff skill yang tidak berguna bagu Penyihir, tapi...untuk saat ini... sret. Wuuush... aku akan mencobanya!!! Blar... seluruh tubuh song chiyeol mengalir kekutan fisik yang banyak.


Aku, si ahli pedang seong chiyeol..?! Karena aku penyihir, pertama-tama aku Harus memperpendek kesenjangan Faktor kekuatan, vitalitas, dan kecekatan. Meski disokong oleh nona Juhee, itu sama dengan mesin mobil Yang di pasang pada sepeda. Aku harus sekuat mungkin mengayuh pedalnya. Jalan turun yang terjal. Jika Tidak bisa mengontrol kecepatan dan ada tikungan tajam, aku bisa mati.

__ADS_1


Tapi, pada akhir nya kamu tetap hunter Penyihir. Jika level tubuhmu saja nggak Mencapai level D, apa gunanya Menggunakan pedang?! Sring! Sring!! Klang...! Syung...!! Bisa jadi ada gunanya. Srat! Pengawas Kang taeshik menghindar dengan sangat cepat. Whuss...


Pergerakanmu boleh juga. Kamu memang menerima buff, tapi gerakan mu bisa kupahami. Srat... dan dalam hati jinwoo berkata, meski sesaat paman bisa mengejar laki-laki itu.


Lebih cepat lagi...srat...sring..klang..!! Cepat dan tepat. Keren sekali. Nggak Salah kamu pakai pedang, bukan sihir. Tapi sampai di situ saja. Zrat... badan song chiyeol langsung terkena serangan belati dan juhee langsung menyembuhkan luka nya itu dan langsung sembuh. Zuung...


Jika berpikir sedikit, kamu bisa tahu kenapa di antara hunter nggak ada ahli sihir. Sial healer itu mengganggu saja. Aku nggak bisa membiarkan pertarungan ini sulit diperkirakan. Harus segera kuhabisi. Whuuss....srat..! Wush...! Di saat Kang taeshik berbalik arah untuk menyerang hunter healer Juhee.

__ADS_1


Menunjukkan punggung pada lawan yang memakai pedang...itu adalah titik Lemah. Seong chiyeol langsung menyerang dengan pedang nya. Whus...Srat...! Kla..ng...! Kang taeshik bisa memblokir serangan dari song chiyeol dengan pisau belatinya itu... Klang... kamu benar-benar bapak-bapak Tua yang istimewa.


Begini-begini, aku mengajar hunter level S. Meski tubuhku lemah, secara Teknik aku nggak kalah. Sring...cwak...! Akan tetapi, kekuatan itu ada batasnya. Kamu pikir sekelas hunter penyihir... Trang...Tring...! Bisa menyamakan Kecepatan dengan hunter pembunuh?


__ADS_2