
tring....tring....tring
kira-kira begitulah suara jam wekernya soalnya autor kagak tau gimana nulisnya..
zee terbangun mendengar jam wekernya berbunyi dengan nyaring dan ketika dilihatnya sudah jam 6 pagi...
"sayang bangun yuk udah pagi nih" ucap zee membelai wajah riah dengan kasih sayang dan yang dibangunkan pun belum ada tanda-tanda ingin bangun.
dan ketika zee melepas pelukan mereka malahan pelukan rian semakin kuat dan tidak ingin melepas.
"bentar lagi sayang masih ngantuk akunya" rian dengan mata masih terpejam.
"buruan bangun dong ini tuh udah jam 6 sayang,katanya kamu mau kerumah papi mami terus kamu harus ke kantor" jelas zee pada kekasih agar segera bangun dan rian akhirnya bangun dan pergi mencuci wajahnya dan mereka segera turun.
"loh bro loe gak jadi pulang semalam" nathan dengan raut wajah heran.
"engga bro,nih princess gue yang satu ini ga bolehin gue pulang sambil mewek". ucap rian sambil membelai kepala zee.
nathan menggeleng-gelengkan kepalanya sedangkan zee dengan wajah cengengesan nya.
"gue balik deh than,karna gue mau kerumah papi mami dulu baru ke kantor" rian.
__ADS_1
"oke deh bro hati-hati ya" nathan.
"thank you bro. zee sayang aku pulang dulu ya maaf ga bisa ngantar kamu kesekolah tapi pulangnya nanti harus aku yang jemput" ucap rian hangat kepada zee dan zee mengangguk terzenyum dan pergi mengantar rian kedepan.
#Rumah orang tua rian
Akhirnya rian sampai di rumah orang tuanya.
tining...tining...tining bel berbunyi.
akhirnya pintu utama dibuka...
"morning pi mi rian pulang" ucap rian.
"loh kok kamu baru sampe sih sayang dan ga ngabarin mami sama papi kalau kamu udah sampe dijakarta 2 hari yang lalu" raut wajah mami yang cemberut.
"maaf ya pi mi rian lupa" kata rian.
"gini nih mi kalau udah ketemu zee yang lain hanya nunmpang lewat aja. awas kamu durhaka sama orang tua rian" kata daddy sambil tersenyum menggoda.
akhirnyanya merekapun makan dan rian siap-sipa pergi ke kantor.
__ADS_1
Dan sesudah sampai di kantor rian pun banyaj di sapa oleh karyawannya dan dia hanya mengangguk tanpa senyum.
karna senyumnya hanya diberikan untuk keluarganya saja...
rian pun sampai dikantor dan duduk di kursi kebesarannya.
"selamat pagi bos yang ganteng ini berkas yang akan anda baca dan tandatangani" ucap roy sekretaris yang tak lain sahabatnya dari kecil.
"banyak banget sih roy loe gak salag ngasih semua ini? terus kerja loe apa 2 hari ini hah?" rian dengan tatapan tajam.
"sorry bos masa berkas segini dibilang banyak sih. berkas warna biru dan merah itu hanya perlu di baca dan 3 lagi cuma ditandatangani bos. masa cuma segitu dibilang banyak" cerocoa roy
"kok loh malah nyerocos sih sama gue,lagian ngeles loh banyak banget" ucap rian cuek.
"terserah deh terserah bos,saya mah apa cuma butiran debu yang tiada arti" roy
"mending loh keluar deh pusing gue lihat lu" rian mengusir
"dari tadi kek saya disuruh keluar" ucap roy berjalan keluar sambil bergerutu.
"bilang apa loo tadi hah?" kata rian dengan kesalnya dan roy lari pergi keluar agar tidak kena semprot kedua kalinya.
__ADS_1