
shenria masih diam menatap dokter di depanya itu , memang sungguh indah ciptaan mu ini .
" gila gila gila nih dokter ganteng banget kalah ama mantan tunangan gue yang mukanya mirip botol bekas doang tapi masih gantengan idola gue Kali.." batin shenria sedikit memuji dokter di depan ya itu.
'" ehem "suara deheman dokter itu membuat shenria langsung sadar dan menormalkan sikapnya.
" eh iya dokter ada apa manggil kesini ?"tanya shenria dengan sedikit tersenyum
" saya memanggil anda kemari hanya mau tanya dimana anda menemukan pria itu terluka ?" tanyanya dengan ekspresi datar
"saya menemukannya di gang sepi samping toko makanan pas saya mau pulang kerumah dokter "jawab shenria
"hmm siapa nama anda?" tanya dokter itu lagi
" yaampun nih dokter tampan pake nanya nama gue siapa.. gank mungkin kan mau taro nama gue dihatinya ahay! "batin shenria dengan geernya
"nama saya shenria dok "ucap shenria memperkenalkan dirinya.
" oh shenria baiklah anda sekarang bisa keluar saya masih banyak urusan " ucap dokter itu membuat shenria menganga
" lah dia ajak gue kesini cuma nanya itu doang kalau tau gini mendingan tadi gue pulang daritadi dan makan makanan yang gue beli tadi huh! buang buang waktu saja disini"batin shenria kesal lalu berjalan keluar ruangan dengan sedikit menghentakkan kakinya.
melihat wanita itu sudah pergi dokter itupun beranjak dari kursi menemui pasien itu . sesampainya dikamar pasien itu dokter mengatakan kepada perawat untuk mencegah ada yang masuk didalam kalau tidak mereka tentu tau apa akibatnya.
pasien itu perlahan membuka matanya dan berusaha menetralkan penglihatannya.samar samar ia melihat kalau dirinya sedang berada diruangan yang tampak asing.
" udah bangun " ucap dokter itu berjalan kearahnya
"hmm" jawabnya lalu mencoba mengingat kembali apa yang terjadi padanya.
"cih!" berdelih kesal kala mengingat kejadian yang menimpanya dan sama sekali kecewa dengan yang terjadi saat ini.
"benar dugaanku kalau dia memang adalah penghianat " ucap dokter itu dengan ekspresi yang sulit dijelaskan
" sebelum itu aku ingin bertanya dimana kau menemukan ku satria? " tanyanya pada dokter itu
ya nama dokter itu adalah dokter satria yang sudah banyak meraih keberhasilan dalam operasi sehingga banyak orang yang berobat kerumah sakitnya .selain itu dia juga memiliki paras yang tampan dan usianya itu 23 tahun beda satu tahun dengan keixano.ia juga adalah sepupu keixano ,ayahnya adalah adik dari ibunya .
" bukan aku yang menemukan mu tapi seorang wanita yang bernama shenria yang menolongmu dan membawamu kemari " jawabnya sambil duduk dihadapannya .
__ADS_1
"shenria ?" mengingat kembali kejadian itu dimana dia dikelilingi oleh orang yang dia tidak kenal yang menghajarnya dan ingin membunuhnya .keixano memang bisa saja mengalahkan mereka walaupun jumlah mereka jauh lebih banyak sedangkan dirinya hanya sendirian tapi saat dia ingin melawan mereka , tiba tiba kepalanya sedikit pusing dan membuatnya hampir tersungkur ketanah . hal itu memberi kesempatan mereka dan salah satu dari mereka memukul keixano dari belakang memggunakan kayu yang dipegang .
keixano berusaha bangkit tapi tanpa menunggunya bangun terlebih dahulu orang itu langsung menghajar keixano tanpa ampun sedikit pun . sakit yang dirasakan keixano kala tubuhnya banyak yang luka alhasil ia hampir pingsan ditempat .tiba tiba ia mendengar ada suara wanita yang memberi mereka peringatan tapi tidak dihiraukan dan ia juga mendengar suara rintihan dan teriakan para orang suruhan itu setelah itu ia merasa wanita itu menyentuh pipinya dapat dirasakan kalau sentuhannya itu sangat hangat membuat keixano tidak ingin ia melepasnya tapi kini ia sudah kehilangan kesadarannya dan tidak mengingat lagi apa yang terjadi .
"dimana wanita yang bernama shenria itu? " tanya keixano dengan wajah datarnya
"dia mungkin sudah pulang "jawab satria
entah apa yang terjadi padanya sehingga merasa sedih kesal mendengar kala wanita yang bernama shenria itu sudah pulang .
"apa kau ingin mencari informasi tentang wanita itu? soalnya aku melihat kalau kau sepertinya menginginkan wanita itu apa ucapan ku benar "menaikkan sebelah alisnya
keixano diam tidak menanggapi ucapan ya dan kembali berbaring dan tidur tanpa menghiraukan sepupunya yang bicara panjang lebar .
"huh aku dikacangin lagi " guman satria tetapi masih didengar keixano
tidak ingin lama lama , satria pun keluar dan menutup pintu dengan pelan.
keixan pun membuka matanya dia sebenarnya hanya pura pura tidur agar tidak diberi banyak pertanyaan oleh sepupunya itu .
ia menatap keatas dan mengingat sebuah kenangan masa kecilnya dengan seorang gadis kecil yang selalu membuatnya tersenyum tetapi gadis pergi bersama orang tua keluar negeri sehingga mereka tidak lagi bertemu .
"secepatnya aku pasti bisa menemukan mu ria "ucapnya lalu perlahan menutup matanya dan tertidur .
POV shenria
shenria yang sudah keluar dari rumah sakit itu merasa sangat kesal dan beberapa kali mengumpat dokter sialan itu.
jam di tanganya sudah menunjukkan pukul 8:35 wib , ia menghela napas kalah belum menemukan taksi manapun .
"nih taksi mana sih ? biasanya jam segini masih kelihatan lah sekarang malah gank ada huh!" kesalnya sekali kali mengunyah makanan yang dibelinya tadi .
"mana hp gue tertinggal lagi"ucap shenria stres.
shenria menggerutu dijalan membuat salah seorang pria dalam mobil menghampirinya ketika melihat wanita itu , pria itu sedikit terkejut kala wanita itu terlihat familiar baginya , pria itu langsung membunyikan klakson mobilnya untuk melihat wajah wanita itu.
shenria terkejut dan mengelus dadanya lalu menoleh melihat siapa orang yang yang memakai mobil itu dan membuatnya hampir kena serangan jantung.
" siap sih nih orang buat kaget aja untung telinga gue gank budeg " marahnya pada orang yang berada dalam mobil itu.
__ADS_1
tetapi sebelum shenria mengeluarkan kata kata ,orang itu sudah keluar dari mobilnya dan menatap kearahnya dengan senyuman khasnya .
shenria membulatkan matanya kala melihat orang itu.
"kau! ngapain kesini " ketus shenria tanpa mau melihatnya sama sekali
"aku hanya gank sengaja melihatmu sendirian disini dan sepertinya kau sedang menunggu jemputanmu "ucap satria
"sok tau loh" jawab shenria berdelih kesal
" dih kau ternyata masih sama seperti dulu ya masih judes kalau lihat gue " sergah satria menyimpan kedua tanganya disaku bajunya dan menatap kearahnya
" lah urusannya sama loh apa? udah udah mending loh pergi sebelum gue ngamuk sana pergi hus hus" usir shenria pada pria itu .
" loh mau ngusir gue gank mau gitu diantar pulang soalnya udah mau malam nih "ucap satria mencoba menawarkannya pulang kerumah
seketika shenria terdiam , dia memang lagi butuh seseorang yang dia kenal untuk mengantarnya pulang kerumah. tapi, bukan pria didepan ini juga kali apalagi dia adalah orang yang selalu membuatku kesal saat kami masih sekolah dan menduduki bangku smp.
"yakin masih nyuruh gue pulang soalnya kan sudah malah begini bisa bisa loh ketemu penjahat atau orang gila"ucap satria ingin menakutinya
shenria langsung ciut ketika mendengar kata orang gila dia memang tidak takut dengan penjahat tapi kalau dengan orang gila sumpah dia gank mau ketemu apalagi berurusan dengannya bisa bisa dia ikutan gila .
" ok gue duluan ya " melambaikan tangannya pada shneria yang menatapnya bimbang.
" duh bimana nih kalau sampai gue beneran ketemu orgil bimaa coba tapi gue juga gank mau pulang bareng dia aduh pusing!" guman shenria sedikit mengacak rambutnya.
"baiklah bay"melambaikan tangan padanya dan menyalankan mobilnya tetapi sebelum itu ia dihentikan oleh shenria.
"gue ikut!"tegas shenria berdiri didepan mobil satria sambil merentangkan kedua tanganya.
"katanya tadi gank mau "ejek satria
"ihh mau antarin gank sih ?"ucap shenria berkacap pinggang .
" iya ya sini naik cepetan sebelum gue tinggal beneran disini"suruh satria
"ya sabar!" jawab shenria sedikit teriak dan menaiki mobil satria .
satria tersenyum melihat hal itu , ia pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sekali kali ia melihat shenria lewat kan spion dalam mobil.
__ADS_1