Kekasihku Ternyata Psikopat

Kekasihku Ternyata Psikopat
episode 1


__ADS_3

Malam itu ditemani rintik hujan, seperti malam lainnya Zia dan teman - teman nya mengaji membaca Al-Quran di Mesjid, sambil berlajar ilmu agama dengan ustadz ripin, tetapi entah mengapa bagi Zia malam itu begitu berbeda, ada sepasang mata yang selalu memperhatikan nya, dengan pandangan yang tak biasa.


Zia, gadis belia yang masih duduk dibangku SMP.. Anak bungsu dari 4 bersaudara.


Ayah nya seorang PNS dan ibu nyaaa seorang pedagang jilbab.


Tiap pagi zia selalu sekolah di antar oleh ayah karena sekolahan zia dan kantor ayah nya satu arah. Pagi ini, zia agak beda, ia terlihat enggan untuk pergi bersama ayah nya.


Ayah : zia , ayok kita berangkat


Zia : iya ayah, tapi nanti zia pulang sendiri ya ayah, naek ojek..


Ayah : kenapa sayang?


Zia : Zia malu ayah, diejek teman-teman tiap hari di antar jemput seperti anak TK


Ayah : tidak apa-apa sayang.. Ayah takut si bungsu ayah nanti kenapa-kenapa


Zia : ayok. ( dengan wajah sedikit cemberut) . Lalu kedua berpamitan kepada ibu dan berangkat.


Malam ini zia dijemput sepupu nya leni untuk pergi mengaji, mereka berjalan kaki menuju mesjid sambil bercerita tentang sekolah mereka, sesampai nya di mesjid Zia kembali merasakan tatapan tak biasa itu lagi, Dia, seorang laki-laki yang umur nya 3 tahun di atas Zia, Zia menoleh dan ia lelaki itu tersenyum.


Tak terasa beberapa malam selalu bertemu, hanya bertegur sapa dikarena 'Dia' si Abg itu hanya kemesjid untuk sholat magrib saja, lalu pergi. tapi malam ini setelah sholat si Abg tidak pergi, dia duduk di teras mesjid sembari mendengarkan kami mengaji sampai selesai. saat Zia keluar mesjid si abg langsung menyapa dan menawarkan diri untuk mengantar zia pulang kerumah. duggh jantung zia langsung berdetak dan menolak dengan baik-baik.


Zia : maaf bg, zia jalan kaki aja, rame" sama leni dan teman-teman


Abg : dak papa dek, abg temani aja sambil jalan kaki disebelah Zia


Zia hanya diam saja dan terus berjalan, sambil berpikir, bagaimana jika kakak nya dirumah tau kalau dia pulang malam diantar oleh seorang pria.


sesampai nya dirumah Zia bersyukur dikarenakan semua kakak nya tidak ada dirumah.

__ADS_1


Satu bulan lagi Zia akan menghadapi Ujian Akhir Sekolah. Zia memutuskan untuk berhenti mengaji dulu, dan fokus untuk belajar. setelah satu minggu Zia belajar di rumah, tepat malam minggu, Zia mendengar suara motor yang tak biasa datang kerumah nya, entah mengapa zia langsung teringat si Abg, selang beberapa menit, terdengar ketukan pintu , ibu masuk kekamar


Ibu : sayang, ada teman mu tuh di depan,


Zia : siapa ibu, ?


Ibu : Gilang , kalau ibu tidak salah dengar.


Zia : Gilang? rasanya zia tak kenal bu,


Ibu : coba liat dulu sana gih,


Zia berjalan ke ruang tamu sambil hati bertanya-tanya siapa itu Gilang?


deghhhhhhhh!!! Ya Tuhan.. ternyata Gilang adalah Si Abg itu ucap Zia dalam hati


Gilang : hai dek,


Zia : ya bg, ada apa ya bg .. ?


Zia : owh..


Gilang : apakah abg ganggu dek?


Zia : hehe tadinya sih lagi belajar bg, tapi nggak papalah bg, hitung-hitung refresh otak dulu sebentar


Gilang : oia, kenapa seminggu ini adek tidak pernah lagi pergi mengaji ke mesjid?


Zia : iyaa bg, Zia mau fokus belajar dulu bg, karenan beberapa minggu lagi Zia mau ujian kelulusan bg,


Gilang : oohh begitu, belajar yang rajin ya, biar dapat nilai yang bagus,

__ADS_1


Zia : Amin.. Makasih ya bg,


Tak terasa hampir 1 jam sudah, dan Gilangpun berpamitan untuk pulang,.


Zia masuk kekamar nya dan langsung berbaring sambil memikirkan Gilang, entah mengapa ada perasaan sedikit bahagia dan deg-degan di hati Zia, apakah ini yang dinamakan Cinta? ya, memang Zia belum pernah merasakan ini sebelumnya, perasaan yang bisa membuat hati nya berbunga-bunga, teringat hidung mancung Gilang saja ia sudah sangat bahagia.. dan Zia pun tertidur .


05.00 pagi, Jam weker Zia selalu berbunyi, ia kemudian bangun, mematikan weker lalu berjalan menuju kamar mandi, mengambil wudhu dan sholat subuh. selesai sholat subuh ia lalu bersiap-siap kepasar untuk membantu ibu nya berjualan jilbab, ya.. inilah kegiatan Zia setiap Minggu, ia membantu ibu nya berjualan jilbab dipasar. Zia hari ini memakai baju corak bunga dan selalu tersenyum. Ibu menyadari Zia yang selalu tersenyum menyapa nya dari belakang toko,


Ibu : Zia, kok sepertinya hari ini bahagia banget ya, senyum terus ledek ibu


Zia : ah, masa sih bu.. biasa aja deeh kaya nya bu,


Ibu : nggak kok, lagi kasmaran ya? ibu dulu juga gitu kok,


Zia : apaan si ibu,, nggak kok ( dengan pipi yang merah merona) sambil duduk merapikan jilbab-jilbab.


Senin. 06.00 Wib, Zia sudah rapi dan siap-siap untuk menhadapi ujian hari pertama nya, Zia menoleh jam tangannya 06.15 .. tapi yang di tunggu tak kunjung datang, Zia berniat untuk memanggil ayah nya ke belakang dan terhenti ketika ia mendengar suara motor yang selalu datang setiap malam minggu kerumah nya. Yaps, Gilang.. Ia berjanji untuk mengantarkan Zia hari ini kesekolah,


Zia langsung berpamitan dengan orang tua nya dan berangkat ke sekolah. Tiap hari selama ujian Zia selalu di antar jemput oleh Gilang.


hari ini terakhir ujian sekolah, Zia pulang di jemput oleh Gilang,


Gilang: dek.. kita mampir makan siang dulu ya, abg lapar.


Zia : oh ya bg, nggak papa..


Mampirlah mereka ke 'Lesehan mbok' dan memesan makan lalu makan.. setelah makan gilang mengambil sesuatu dari dalam tas sandang nya,


Gilang : dek. maaf ya sebelumnya.. abg mw bilang sesuatu ke adek, abg suka dengan adek, dari awal abg melihat adek di mesjid itu,


Zia: diam ( dalam hati tak karuan. senang, takut, bahagia, campur aduk)

__ADS_1


Gilang: gimana dek, mw ngaak kita pacaran dulu dek, Kalau memang adek mw, adek terima coklat ini. kalau memang tidak mw, adek biarkan saja diatas meja ini


Zia mengambil coklat itu dan langsung memakannya.


__ADS_2