Kekuasaan Yang Hakiki

Kekuasaan Yang Hakiki
06. Edit


__ADS_3

Episode Sebelumnya


Prolog : Akhirnya semua telah menyelesaikan tugas tulis menulis mereka. Seluruh Siswa siswi pun di minta kembali ke lapangan hutan yang berada pada depan tenda untuk melakukan permainan Dare or Truth menjelang sebelum kembali pada tenda mereka masing - masing.


Gravito kemarilah. "Kepala Sekolah memanggil Gravito untuk memberikan tugas padanya".


Saya pak, ada apa bapak memanggil saya ? "Gravito yang di panggil kepala sekolah pun datang menghampiri bapak kepala sekolah".


Instruksi kan teman - teman dari Osis untuk memberikan kertas dan pulpen ini kepada semuanya agar mereka menuliskan dare dari mereka. "Kepala sekolah berbisik kepada Gravito agar yang lain tidak mendengarnya".


Siap laksanakan pak. "Gravito menerima kertas - kertas dan pulpen dari bapak kepala sekolah dan berjalan menuju luar lapangan sambil mengotak - atik ponselnya".


Via Whatsapp Grup Osis


Ketua Gravito : Semuanya kemari berkumpul di luar lapangan, ada tugas dari kepala sekolah yang diberikan kepada kita.


Wakil Grania : Ada tugas apa ketua ? Jika kita para Osis pergi dari kelompoknya, siapa yang menjaga kelompoknya ?


Ketua Gravito : Oh iya hampir aku lupa. Gini ajah, sebelum kalian kesini, bilang pada anak kelas XII yang berada di kelompoknya untuk menjaga adik kelas selama 15 menit.


OSIS : Siap ketua, kami akan laksanakan.


Prolog : Semua anggota Osis pun menutup ponsel mereka dan mengerjakan tugas mereka sebagai Osis.


Perkumpulan Kelompok 1


Kelompok 1 berkumpul dan ikuti kakak. "Grania memanggil anggotanya dan mengajak kelompoknya untuk menepi ke belakang tenda".


Huft kak, mau kemana lagi sih ? Capek kak. Baru juga duduk di lapangan udah pergi lagi. "Cassandra dengan gaya khas manjanya berjalan mengikuti Grania sambil menggerutu karena masih kelelahan".


Oh ayolah anak manja, jika kamu menggerutu seperti itu terus, maka permainan dare or truth kita takkan bisa memulainya. "Rendy yang tergoda dengan keluhan manjanya Cassandra itu pun berjalan mengikutinya sambil berpura - pura mendengar gerutu manjanya Cassandra tetapi merasa senang sebenarnya dan sedikit menggoda Cassandra".


Apa itu benar ? Hmm kalau gitu baiklah. Tapi aku capek. Sela kesini jalannya dekat padaku, aku haus. "Cassandra berhenti sejenak dan memanggil Gisela dan kembali berjalan setelah Gisella berada di sampingnya".


Oh iya Case, ini minum dulu. "Gisella yang dipanggil Cassandra menghampiri Cassandra dan mengambil botol minuman milik Cassandra yang berisi darah dari tas Gisella lalu memberikan kepada Cassandra setelah Gisella berada disamping Cassandra".


Prolog : Saat Cassandra membuka tutup botol itu, para werewolf itupun mencium ada bau darah. Grania, Rendy, Sellina, Anetta, George, Karen dan Rekha pun seketika mengendus dan melirik botol yang diminum oleh Cassandra. Mereka semua yang berada di depan menoleh kebelakang melihat Cassandra setelah mengendus aroma darah tersebut. Para werewolf yang menyadari mencoba mendekati Cassandra tanpa membuat Cassandra dan yang lainnya curiga.


Jangan mendekati Cassandra. Tadi aku menerima botol yang dia minum. Katanya jus buah naga. Tapi aku masih curiga. Jadi aku tidak meminumnya. Coba kita buka disini botol ini. "Sellina menahan Grania, Rendy, Anetta, George, Karen dan Rekha yang hendak menghampiri Cassandra lalu Sellina menunjukkan botol yang diberikan oleh Cassandra".


Ya sudah kita buka disini. Lin, buka botolnya. "Rendy pun menyuruh Sellina membuka botolnya".


Huft, Fix ini darah. Ini darah seekor kelinci. Aku pernah mencium darah kelinci ini saat hendak memakan dagingnya. "Rekha pun angkat bicara karena mengenal aroma darah tersebut".


Baiklah kita semua diam hingga masa percampingan selesai. Setelah itu baru kita selidiki latar belakang Cassandra beserta keluarganya serta yang berdekatan dengan mereka. "Grania pun membuat kesepakatan".


Tapi, jika Cassandra bukan manusia ataupun werewolf, kenapa kita tidak dapat mencium aromanya dan juga dia tidak memiliki kemampuan seperti yang lainnya. "Anetta pun angkat bicara karena semua ini membuatnya bingung".


Prolog : Gisella dan Cassandra pun akhirnya berjalan kembali dan menghampiri Grania, Rendy, Sellina, George, Anetta, Karen dan Rekha yang sedang berbincang lalu mereka pun sampai dimana tempat Gravito berada. Gravito dan Grania pun membagikan Kertas dan pulpen itu kepada mereka.


Perkumpulan Kelompok 2


Kelompok 2 berkumpul dan ikuti kakak. "Edward dan Ester memanggil anggotanya dan mengajak kelompoknya untuk menepi ke sebelah kanan tenda setelah mendapatkan perintah dari grup whatsapp".


Huft kemana lagi sih ini ? kenapa kelompoknya di pisah - pisah kayak gini. Katanya mau main dare or truth. Kan petmainan itu enak dilakukan saat ramai. Tapi ini malah di bawa jalan - jalan. "Veronika merasa kesal harus terus menerus berjalan. Dari hari pertama tugasnya banyak berjalan terus tetapi mengikuti arahan Osis itu".


Adik cantik, kenapa kamu kelihatan kesal seperti itu ? Bukankah banyak berjalan itu menyenangkan ? Atau karena kamu tidak bisa melesat ? "Edward yang mendengar gerutu Vampire cantik itupun menghampirinya lalu berbisik dengannya".

__ADS_1


Kenapa kakak bisa tau ? siapa kakak sebenarnya ? "Veronika menghentikan langkahnya saat Edward berbisik mengatakan melesat".


Nah lihat cepat aku ini apa ? Lihat secara cepat saat aku membuka aura agar para werewolf itu tidak mengetahui identitas kita. "Edward sedikit berbincang dengan Veronika dan membuka auranya sebentar kemudian menutupnya".


Ka... kakak Lord ? "Veronika terkejut dan terpesona ketika melihat aura Edward".


Ssttt... pelankan suaramu. Nanti mereka mendengarnya. "Edward menutup mulut Veronika yang terkejut dan berteriak saat mengetahui jati diri Edward yang sesungguhnya dengan tangannya".


Ah iya maafkan aku kak, aku hanya sedikit terkejut tadi. Tapi kemana kita akan pergi ? "Veronika pun bertanya kemana tujuan mereka".


Lihatlah sebentar lagi kita akan sampai. "Edward pun menjawab Veronika".


Prolog : Kelompok kedua pun telah sampai. Kelompok kedua pun melihat kelompok kesatu yang sedang menulis telah ada disana. Kelompok kedua pun menghampiri mereka. Para OSIS pun membagikan kertas dan pulpen untuk kelompok kedua dan menyuruh mereka menuliskan darenya. Begitupun kelompok ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, kedelapan, kesembilan dan kesepuluh. Setelah seluruh Siswa siswi selesai menuliskan dare mereka, mereka pun kembali ke lapangan untuk berkumpul seluruhnya dan memainkannya disana. Para siswa dan siswi yang telah sampai di lapangan mereka mencari tempat berdasarkan kelompoknya.


Baiklah, saya akan mengambil nomornya secara acak. Gravito, bawa kemari kaca aquarium yang berisi nomor. Yang keluar adalah nomor 51. Silahkan ke tengah lapangan yang memiliki nomot 51. "Kepala sekolah pun menjadi mc acara dan mengambil nomor secara acak".


Saya Pak. "Frans pun maju ke tengah lapangan".


Kamu mau dare or true ? "Kepala Sekolah bertanya".


Truth saja pak. "Frans pun memilih True".


Ayo semua silahkan bertanya apapun padanya. Karena Frans memilih True maka dia akan menjawab pertanyaan kalian dengan jujur. "Kepala Sekolah memberikan kesempatan untuk seluruhnya bertanya pada Frans".


Apakah kamu sudah punya pacar ? "Grace bertanya karena Grace memang punya perasaan pada Frans".


Belum. "Frans pun menjawab pertanyaan Grace".


Baiklah selanjutnya Frans pilih nomornya. "Kepala Sekolah menyuruh Frans mengambil nomor selanjutnya".


Nomor 31. "Frans mengambil sebuah nomor dan membacakannya".


Saya no 31 pak. "Grace pun maju".


Frans kamu kembali ke tempatmu. Dan Grace, kamu memilih Dare Or True ? "Kepala Sekolah menanyakan kepada Grace".


Saya memilih Dare saja pak. "Grace pun memilih dare".


Grania bawakan aquarium kaca yang berisi darenya. "Kepala sekolah memanggil Grania".


Grace, pilih daremu. "Grania yang telah berada di samping Grace yang membawa aquarium dan menyuruh Grace mengambil darenya".


Ini. "Grace pun memberikan kertas dare yang telah dipilihnya secara acak kepada Grania".


Nyatakan perasaan cinta kepada orang yang kamu sukai. "Grania membuka kertas darenya dan membacakannya kuat - kuat yang membuat semua orang kaget".


Ah sial. Bagus pilih true. Siapa sih yang menulis dare itu (Batin Grace). Aku menyukaimu, Dapatkah kamu menerima hatiku ? "Grace yang sedang menggerutu di hatinya berjalan menuju Frans Steven Wilhelmina dan menyatakan perasaannya sesuai darenya".


Jawab... jawab.... jawab.... "Teriakan dari semua pun menggema di lapangan".


Baiklah aku menerimanya. "Frans pun yang ternyata memendam perasaan pada Grace pun akhirnya merasa senang karena Grace memiliki perasaan yang sama dengannya".


Jadian... Jadian.... Jadian... "Teriakan siswa siswi pun menggema kembali".


Sudah... sudah.... Kita lanjut ke nomor selanjutnya. Grace ambil nomornya dan bacakan kuat - kuat kemudian Grace kembalilah ke tempat. "Kepala Sekolah menginterupsi karena telah melihat wajah Frans dan Grace merah merona bak kepiting rebus kemudian menyuruh Grace mengambil nomor selanjuntnya".


Nomor 3. "Grace pun mengambil nomor acak itu dan membacakannya".

__ADS_1


Aku nomor 3. "Cassandra dengan gaya khasnya pun maju ke tengah lapangan".


Cassandra pilih Dare or True? "Kepala Sekolah bertanya pada Cassandra".


Saya pilih dare saja pak. "Cassandra memilih dare".


Baiklah pilih daremu. "Grania menyuruh Cassandra mengambil Darenya".


Ini dareku. "Cassandra telah mengambil darenya dan memberikan kepada Grania".


Hahaha sepertinya Adegan dewasa. Baiklah, darenya ciumlah bibir orang yang kamu sukai selama 10 menit sambil memeluknya. "Grania terkekeh ketika membuka darenya lalu membaca sekuat - kuatnya yang membuat semua orang terkejut".


Prolog : Cassandra Cleo Ventura pun berjalan menuju Rendy Johan Wilson. Kemudian memeluk dan mencium Rendy dengan menutup matanya selama 10 menit yang membuat semua orang terkejut dan Rendy pun sampai mematung dan membalas serta menikmatinya karena Rendy pun memiliki perasaan terhadap Cassandra. Ada yang mendoakan mereka ada juga yang menatap Cassandra sinis karena bisa mendekati Rendy.


Baiklah sudah 10 menit. Cassandra ambil nomornya. "Kepala Sekolah menghentikan dare dan melanjutkan ke nomor lainnya".


Selanjutnya nomor 1. "Cassandra membaca dengan keras nomor yang dipilihnya secara acak".


Itu nomorku. "Rendy pun menuju ke tengah lapangan".


Rendy mau pilih Dare or True? "Kepala Sekolah bertanya".


Saya pilih Truth ajah pak. "Rendy memilih True".


Baiklah silahkan siapa yang mau menanyakan Rendy. "Kepala sekolah memberi kesempatan sesuai darenya untuk pertanyaan yang harus di jawab dengan kejujuran".


Rendy, siapakah perempuan yang kamu sukai dan nyatakan perasaanmu kepada gadis yang kamu sukai itu. "Gordon memberikan pertanyaan yang sukses membuat orang tercengang dan wajah Rendy menjadi merah merona".


Cassandra aku menyukaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku ? "Rendy pun teriak sekerasnya dan menyatakan perasaannya yang membuat semu gadis - gadis yang menyukai Rendy menatap Cassandra dengan sinis".


Aku mau. "Cassandra yang menjawab dengan gaya khasnya yang manja menjawab dengan wajah yang merah merona".


Prolog : Gordon, Grace, Dan Gisella pun saling melirik menandakan akan terjadi suatu bencana jika Raja Cleo mengetahui hal ini. Cassandra juga bakal melanggar janjinya. Bagaimana ini jika Paman Cleo bertanya pada kita ? Mereka saling melirik dan membaca pikiran saling sahut menyahut menggunakan telepati khusus keluarga Ventura. Hanya tatapan yang tertujulah yang dapat mendengar telepati itu. Tetapi walaupun begitu Gordon, Grace dan Gisella merasakan kekhawatiran dan tujuan - tujuan lain terasa.


Baiklah, kita akan melanjutkan nomor lainnya. Rendy, silahkan ambil nomor selanjutnya. "Rendy pun mengambil nomor lain secara acak".


Nomor 7. Silahkan maju. "Rendy pun membaca nomor yang telah diambil kemudian membacanya dengan keras".


Aku nomor 7. "Gabriella Stuart Smith pun maju kedepan lapangan".


Gaby pilih dare atau true ? "Kepala Sekolah pun menanyakan".


Aku pilih true. "Gabriella pun memilih True".


Baik ada yang ingin bertanya ? "Kepala sekolah pun melempar pertanyaan pada semuanya".


Makhluk apa yang kamu benci ? "Rekha yang menyukai Gabriella pun bertanya untuk memancing".


Mermaid. "Gabriella pun menjawab yang membuat Rekha dan yang lainnya terkejut".


Selanjutnya nomor 9. "Gabriella pun membacakan nomor yang diambilnya dengan Keras".


Itu nomorku. "George Johan Wilson pun menjawab".


George pilih dare apa true ? "Kepala Sekolah pun bertanya".


Hak Cipta Dilindungi Oleh : Blogger, Mangatoon, Noveltoon Dan ********

__ADS_1


07


__ADS_2