
Setiba nya Wawa dan Rey di rumah sakit xxx, karna tadi kaki Wawa terkilir maka dia sekalian untuk memeriksakan kaki nya.
Wawa : lo duluan ke sana gih, gua mau periksa-in kaki gua dulu
Rey : ok, tapi lo pelan pelan jalan nya
Wawa : iya gua ada minako, udah lo buruan ke sana liat keadaan nya Rara
Rey : [ mengangguk ]
Rey pun bergegas menuju Ruang IGD. Sesampai nya di ruang IGD dia terkejut melihat Lili, Tata, Shasa, Yoyo dan pak budhi menangis
Rey : kenapa kalian menangis? Apa yang terjadi?!
Pak budhi : Rara udah gk ada Rey [ dengan nada sedih ]
Rey mulai berkaca kaca mendengar kabar tersebut.
Pak rian [ ayah Rara ] : cih! Buat apa kalian nangis?! Anak sialan tidak perlu di tangisi!
Bu Ovia [ ibu Rara ] : huh! Dasar anak tidak tahu balas budi!! Aku melahirkanmu bukan untuk melihat kamu mati! Aku melahirkanmu untuk keuntungan! Dasar! Sudah ku beri kehidupan, bukan nya bayar malah mati sia sia!
Riri [ adik Rara ] : mah! Pah! Sudah cukup kalian menyakiti kakak! Sampai kakak sudah tiada kalian masih memaki nya?! Aku tidak akan tinggal dengan kalian lagi!!
Plak!!!
Pak rian : Dasar! Berani nya kamu berkata begitu! Jika kakak mu sudah mati maka kamu harus menggantikan tugas nya!
Tata : pak, sudah cukup anda menyakiti Rara sampai dia tiada! Jangan menyakiti Riri!
Bu ovia : apa hak mu mencampuri urusan keluarga kami?!
Riri : keluarga?! Aku dan kakak tidak pernah menganggap kalian sebagai keluarga! Keluarga ku satu satu nya adalah kakak! [ tangisan nya memenuhi ruangan IGD ]
Pak rian : Dasar anak tidak tahu diuntung! [ ingin menampar Riri ]
Sebelum menampar Riri, Wawa datang menahan tangan pak rian.
Wawa : Jika anda masih bersikap kasar, saya akan melapor ke perlindungan anak!
Bu ovia : cih! Muncul satu orang tidak tahu diri lagi! Kalian semua memang anak tidak tahu diri!
Selesai bu ovia memaki mereka semua, tiba tiba pak ghassan datang.
Pak ghassan : siapa yang anda bilang 'anak tidak tahu diri' ?!
Pak rian : eh pak ghassan, dia semua telah memaki anak saya yang telah meninggal dunia makanya saya bilang mereka seperti itu [ bersikap menyedihkan ]
Bu shina [ ibu Tata dan Lili ] : menyedihkan! Kami memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan perusahaan bapak! Semua dana suami saya akan di tarik kembali!
__ADS_1
Bu ovia dan pak rian kaget mendengar bu shina berkata seperti itu. Mereka juga merasa geram dengan teman teman Rara.
Bu ovia : lho? Kok ditarik bu? saya sekeluarga sedang berduka cita atas kematian anak sulung kami [ bersikap seolah menyedihkan ]
" huh! Dasar anak tidak tahu balas budi!! Aku melahirkanmu bukan untuk melihat kamu mati! Aku melahirkanmu untuk keuntungan! Dasar! Sudah ku beri kehidupan, bukan nya bayar malah mati sia sia! " [ perekam suara ]
Bu ovia dan pak Rian kaget mendengar kalau ucapan mereka tadi di rekam oleh bu shina.
Pak Rian : i...tu sebenarnya bukan begitu nyonya ghassan, tadi kami hanya sangat sedih melihat kematian nya [ gelisah ]
Bu Ovia : iya nyonya ghassan, tapi ini tidak ada sangkut paut nya dengan nyonya ghassan dan tuan ghassan.
Pak ghassan : tentu saja ada sangkut paut nya!
" Kalian semua memang anak tidak tahu diri! " [ suara perekam ]
Bu ovia dan pak rian semakin kaget mendengar ucapan mereka direkam lagi. Mereka berusaha untuk menyalah kan Tata, sayang nya mereka tidak tahu bahwa Tata dan Lili adalah putri putri dari pak ghassan dan bu shina
Pak Rian : kejadian nya bukan seperti itu pak, ini semua salah anak ini [ menunjuk Tata ] dia berkata bahwa anak kami adalah ****** [ berkata sambil pura pura menangis ]
Bu ovia : iya pak, anak tidak tahu diri ini telah memanfaatkan anak kami. Dia berteman hanya untuk uang! [ mulai pura pura menangis ]
Mendengar bu ovia dan pak Rian berkata seperti itu, pak ghassan dan bu shina tambah marah.
Pak ghassan : kalian akan di masukan ke dalam penjara dengan tuduhan pencemaran nama baik anak saya! Dan menyakiti anak!
Pak Rian dan bu Ovia kaget setelah mendengar bahwa Tata adalah anak Pak ghassan dan bu shina. Mereka semakin kesal karna harus di penjara selama 15 tahun.
Selesai pak ghassan dan bu shina berbicara polisi pun datang dan menangkap bu Ovia dan pak Rian.
Pak Rian : cih! Dasar kalian yang mempunyai uang! Setelah aku lepas dari penjara, aku akan membalas kan dendam ku pada kalian satu per satu! [berteriak]
Bu ovia : kalian para orang kaya yang tidak tahu malu! Bisa bisa nya kalian menangkap kami! Dasar keluarga *******!! Anda akan tahu akibat nya karna telah menangkap kami!
Wawa : heh nenek! Harusnya yabg bilang " kalian akan tahu akibat nya " itu pak ghassan! Dasar nenek sihir!
Bu Ovia : anak kurang ajar!! Berani nya kamu bilang saya nenek!
Shasa : huh! Memang kamu kayak nenek! Bahkan harus nya dibilang uyut
Bu ovia : kalian akan lihat pembalasan dendam ku!!
Setelah itu polisi menyeret kedua orang tua yang menyakiti anak nya tersebut dengan paksa. Suasana pun menjadi sedih lagi.
Wawa : Sorry ya Ri, tadi kak Wawa bilang orang tua Riri begitu
Shasa : maapin kak shasa juga ya Ri, habis nya kak shasa gk bisa nahan diri
Riri : kenapa minta maaf? Mereka pantas kok mendapatkan itu! Bahkan seharus nya mereka itu mendapatkan yang lebih menyakitkan dari pada ini
__ADS_1
Shasa terus menemani Riri di apartemen nya. Karna Yoyo dan Rey harus menghadiri acara keluarga, Tata dan Lili masih harus istirahat karna kejadian UKS waktu itu. Sementara Wawa harus pulang ke Rumah nya.
Sebelum mereka pulang
Wawa : gimana cara ngasih tau Jeje ya tentang ini?
Tata : menurut gue sih gk usah di kasih tau dulu
Lili : eh kasih tau sekarang juga lah Kalo misalnya di kasih tau nya nanti, terus kalo dia keburu tau dari orang lain dia bakal marah sama kita
Shasa : eh kok lo jadi pinter gini Li?
Lili : lah emang gue biasa nya gk pinter?!
Pak ghassan : akhirnya anak kita bertambah pintar [ terharu, berbicara kepada bu shina ]
Bu shina : benar, aku sangat terharu dengan bertambah nya kepintaran anak kita [ terharu ]
Tata : iya Tata juga terharu dengan bertambah nya kepintaran Lili [ terharu ]
Rey : hey, udahan terharu nya? Kita harus mikir cara buat bilangin Jeje nih
Tata : iya iya udah kok terharu nya
Pak ghassan : Ya sudah ya, papa sama mama pulang dulu ya, Tata, lili. Oh iya kalian habis ini langsung pulang ya. Ada nenek di rumah
Bu shina : oh iya kamu Riri kan adik nya Rara? Tante ada sedikit Rezeki buat kamu. Kamu pake baik baik ya [ berkata pada Riri dan memberi nya uang ]
Riri : Terima kasih tante, semoga tante mendapat balasan atas kebaikan tante
Bu shina : amin... udah ya tante pulang dulu
Lalu pak ghassan dan bu shina pulang. Mereka kembali mendiskusikan tentang bagaimana cara memberi tahu Jeje soal Rara dan pemakaman Rara.
________________________
ikutin terus ceritanya ya teman teman~
jangan sampai ketinggalan~
jangan lupa like disetiap episode dan komen sebanyak banyak nya~
jangan lupa juga follow IG author~
@jhynnxxv_
dadah~
salam lolipop🍭
__ADS_1