
Shinta tersenyum tipis dan memandang Fandy dan berkata,
"Fandy... sebenarnya aku bukan pemilik toko ini!!..."
Dahi Fandy mulai mengerut dan seolah olah ingin bertanya dan meminta penjelasan, tapi dia tidak berani mengungkapkan nya.
"Hmm...??"
"Biar aku jelaskan ya... nampak nya kamu penasaran sekali!!" ucap Shita dengan tertawa kecil
Shita berjalan menuju jendela sambil menarik napas panjang dan menghembuskan dengan perlahan, kemudian Shinta berbalik badan dan menatap Fandy sambil tersenyum
"Fandy... sebenarnya aku adalah adik dari pemilik toko ini, tapi.. dia (Ririn) sekarang sedang sibuk di luar negeri mengejar impian nya menjadi desainer terkenal di prancis."
Fandy tiba tiba memotong pembicaraan Shinta, dan berkata
"Prancis??.. wah hebat ya,.. dan impian nya juga!!"
Shinta hanya tersenyum manis kepada Fandy
dan melanjutkan pembicaraan nya.
__ADS_1
Rupa nya Fandy agak terkesima karena senyuman Shinta kepada nya. dan tiba tiba Fandy bergumam di dalam hati nya (Di pikir pikir dia sangat manis dan ramah).
Dan lagi lagi Fandy tertangkap basah oleh shinta karena menatap nya tanpa berkedip.
"Kenapa Fandy,?..." Ucap Shinta tersenyum dan tertawa kecil.
"Ehh.. nggak papa lanjutkan saja ceritanya,.. hehehe"
ucap Fandy dengan malu malu, seolah olah ingin mengalihkan kecanggungan.
Fandy tiba-tiba bergumam lagi di hati nya (Huh... ini cewek bisa bisa nya menangkap basah aku lagi memandang nya, apa aku terlalu berlebihan tadi ya... huh)
"i.. i..ya.. silahkan" jawab Fandy agak gugup
" Sebenarnya aku... aku..di tugaskan untuk memimpin perusahaan ini sementara, karena kak Ririn belum pulang dari prancis.."
"Jadi kakak bos yang punya perusahaan ini ya...??" jawab Fandy dengan penasaran.
"Hmm.. iya.. tapi.. perusahaan ini awalnya papah dan mamah aku yang mengurusi nya dulu,.. tapi karena papa mama sudah tidak sanggup lagi jadi mereka menyerahkan nya kepada kakak aku (Ririn).."
"Hmm..maaf tapi?? kenapa di serahkan ke kamu.??" ucap Fandy semakin penasaran
__ADS_1
"Ya.. karena Kakak aku (Ririn) belum pulang dari prancis selama 3 tahun terakhir ini,.. jadi aku yang di perintahkan papa untuk mengurus nya dulu sampai kakak aku pulang baru aku berganti posisi!!.."
Fandy hanya mengganguk, dan mencoba memahami nya.
" Sebenarnya aku tidak setuju atas keinginan kakak aku pergi ke prancis!.., karena aku sekarang masih kuliah... aku tidak hanya repot mengurus skripsi tapi harus mengurus data-data perusahaan ini..(Shinta yang tiba tiba mengalihkan mata nya dan membuat raut wajah sedih dan ingin mengeluh).. lagi pula sebentar lagi aku mau lulus Kuliah,.. jika kakak belum pulang maka aku harus mengurus dan bekerja di sini....huh.."
"jangan mengeluh ya... Kamu harus sabar, pasti Kakak kamu akan pulang" ucap Fandy untuk menenangkan Shinta
Shinta hanya tersenyum dan mengalihkan pandangannya
"Ngomong-ngomong cuma kamu dan kakak kamu saja??" tanya Fandy mengalihkan topik pembicaraan
"Iya Aku cuma berdua saja, Aku anak kedua dan Kakak aku (Ririn) yang pertama.."
"Hmm... Apakah kakak mu sering menghubungi mu??" ucap Fandy dengan penasaran
"Tidak!!... dia sangat sibuk sekali dengan pekerjaan dan impian nya di prancis, dia semakin tahun semakin berubah... jarang sekali mengunjungi papah dan mamah, kecuali ada hari penting itu juga kalau sempat ..." ucap Shinta dgn nada agak kesal
Fandy bergumam di dalam hatinya (apakah aku salah ucap tadi??.. sehingga membuat dia semakin kesal dengan kakak nya itu, haduhhh..)
Waktu tidak terasa mereka berbincang bincang sekitar 30 menit dengan akrab sekali
__ADS_1