Kenapa Kami Berubah Menjadi Ayam?

Kenapa Kami Berubah Menjadi Ayam?
9. Berbelanja


__ADS_3

BAB 9. Berbelanja


Kayarisuna : Kirlanta kamu di kamar aku dulu saja ya,aku mau keluar sebentar


Kirlanta : kamu mau ke mana?


Kayarisuna : Aku mau ke apotek


Kirlanta : apa itu apotek?


Kayarisuna : itu seperti kamu tau gak toko obat?


Kirlanta : kalau toko obat aku tahu.


Kayarisuna : itu toko obat \= apotek


Kirlanta : ooh itu toh,ngapain kamu mesti ke sana?


Kayarisuna : membeli obat dong,untuk berjaga -jaga di sana,kamu mau apa kirlanta,biar aku belikan


Kirlanta : di tempat aku pun tabib-tabib nya pada jago,jadi gak usah beli obat dech,aku mau di belikan makanan aja dech,habisnya tadi aku rasain makanan di sini beda kali


Kayarisuna : aku tahu kirlanta,cuma ini untuk obat-obatan yang mendadak aja,,jelas ding enakan makanan sini dari sana,oke lah kalau begitu aku akan beli snack yang banyak


Kirlanta : iya,hati-hati di jalan ya kayarisuna,tapi kalau pelayan kamu masuk ke kamar aku harus sembunyi ke mana


kayarisuna : tenang aja,gak ada yang bakalan masuk mereka ke kamar aku,aku akan mengunci kamar dari rumah oke


Kirlanta : iya,


*kayarisuna pun mengambil dompetnya dan memasukkan ke dalam tas dan dia pergi ke luar kamar serta mengunci kamar nya,kayarisuna pun turun dari tangga dan segera menyuruh supirnya untuk segera pergi ke apotek.*


kayarisuna sampai di apotek,dan menyuruh supirnya untuk tunggu,gak lama dia masuk dia bertemu temannya di dalam apotik*


Kayarisuna : itu kan Tilivina,aku kagetin dech dari belakang


*kayarisuna pun mengendap-ngendap ke arah punggung Tilivina dan membuat kaget,Tilivina pun kaget*


Kayarisuna : derr...derrr


*Tilivina pun membentuk wajah kaget dan langsung memukuli kayarisuna*

__ADS_1


Tilivina : Aya kenapa kamu kagetin aku seperti ini,untung jantung aku gak putus,kalau putus bagaimana(panggilan akrab mereka)


Kayarisuna : Vina ,kalau putus kan bisa di pasang lagi atau di tempel...hehehe


Tilivina : aya,emangnya jantung aku kayak kertas,bisa main tempel dan pasang sesuka hati,kok makin kesal gue ya


Kayarisuna : Maaf-maaf Vina jangan marah ya


*datanglah penjual obatnya(Asisten Apoteker)*


Penjual Obat(Asisten Apoteker) : kakak,ini pesanan obatnya,semuanya 120 ribu


Tilivina : ok mbak,ini ya uangnya terima kasih banyak mbak,aya urusan kita belum selesai,aku nunggu kamu di tempat duduk itu,mbak aku numpang duduk ya


Penjual obat (Asisten Apoteker) : ya mbak silahkan,mbak yang satu lagi mau belanja obat apa ya?


Kayarisuna : ini mbak daftar obat yang mau saya beli


Penjual obatnya ( Asisten Apoteker) : tolong di tunggu sebentar ya mbak


Kayarisuna :iya


Tilivina : tumben-tumbenan kamu ke apotik,biasanya gak pernah,dan aku maafin kamu ,tapi lain kali kamu nakal gini aku gelitikin sampai kamu nangis


Kayarisuna : iya lagi rajin gue,jangan lah digelitikin,itu geli vina,by the way siapa yang sakit vina? aku kok baru tahu kamu beli obat,dan langsung tau aku jarang beli obat seolah-olah kamu udah sering kemari buat beli obat,bukan kamu yang sakit kan vina?


Tilivina : biarin biar aya tobat,bukan aku yang sakit aya ,ini obat vitamin aja,biar tubuh sehat


Kayarisuna : tobat pula ya,tapi aku lega mendengarnya,ternyata itu hanya vitamin,oh ya mana kembaran kamu?


Tilivina : gak tau,aku kehilangan jejaknya


Kayarisuna : bisa-bisanya kamu kehilangan jejak


Tilivina : iya ini,yaudah lah aku pulang dulu ya aya,soalnya aku mau nonton film,oh ya aya,aku pinjam dong novel yang baru kamu beli,besok waktu di sekolah bawak in ya..


Kayarisuna : iya-iya,tapi kayak nya aku bawak dech novelnya di tas aku,aku lihat dulu ya


Tilivina : iya ,semoga ada


*Kayarisuna pun mengecek tas nya dan ternyata ada novel yang Tilivina ingin pinjam*

__ADS_1


Kayarisuna : ini dia novelnya,aku kasih pinjam ke kamu,terserah kamu mau balikinnya kapan


Tilivina : benaran ini,asikk makasih aya,kamu memang sahabat terbaik aku ( sambil berpelukan) dan aku pulang dulu,bye aya


Kayarisuna :bye vina


*Tilivina pun pulang,kayarisuna lega untung dia pulang duluan sebelum obatnya datang*


Kayarisuna : tapi kenapa lama ya apa karena kebanyakan ya


Penjual Obat(asisten apoteker) : mbak ,ini obatnya,semuanya 500 ribu ,tapi kenapa mbak banyak beli obat,apakah mbak mau buka klinik?


Kayarisuna : ini ya mbak uangnya,bukan itu mau saya stok aja,makasih ya mbak


Penjual obat( asisten apoteker) : terima kasih kembali mbak.


*kayarisuna pun langsung keluar di apotek dengan membawa obatnya dengan di bantu supirnya,dan mereka berdua baik ke dalam mobil dan langsung bergerak ke supermaket,


sesampainya di swalayan, kayarisuna langsung mengambil troli belanja,dan mulai dia untuk memilih barang/makanan*


Kayarisuna : ini seperti nya enak,tapi kalau aku beli mentah terbuang sia-sia kan di tempat kirlanta gak ada kulkas,lebih baik aku beli yang makanan ringan aja


*waktu Kayarisuna lagi sibuk melihat snack,dia tidak sengaja terlalu mundur dan dia menabrak seseorang yang ternyata adalah Tiliarifa(saudara kembarnya Tilivina)*


Tiliarifa : aduh,sakiti,ibu kalau mau mundur lihat ke belakang dulu jangan asal mundur


Kayarisuna : maaf bapak saya bantu berdiri,tunggu dulu kamu rifa kan,


Tiliarifa : eeeh ternyata aya,tapi kenapa kamu panggil aku bapak-bapak,wajah aku masih muda gini


Kayarisuna : maaf,itu kan panggilan sopan,aku kira kamu bapak-bapak,kamu sendiri kenapa panggil aku ibu-ibu


Tiliarifa : habisnya kamu kayak ibu-ibu,hahaha bercanda aku,gak usah dibantu aku bisa bangkit sendiri


Kayarisuna : yaudah bangkit sana sendiri,oh ya aku tadi bertemu vina di apotek,tumben kalian berpisah gini,biasanya kalian lengket benar kayak lem


Tiarifa : mau cari suasana baru,udah dulu ya aya,aku mau ke kasir bayar ini dan pulang,bye-bye


*Tiliarifa pun pergi,dan kayarisuna melanjutkan belanjanya, setelah 2 jam di swalayan dia pun selesai belanja dan menuju pulang ke rumah*


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2