
🤔Akhirnya setelah berpikir panjang bagaimana cara menghadapi para wartawan,Danest memutuskan untuk mengajak Kenzo melakukan konprensi pers.
Danest memasuki ruangan Kenzo bermaksud untuk mengajaknya turun kelantai satu tempat dimana akan diadakannya perskon.
Setelah pintu terbuka, dia tak menemukan si pemilik ruangan itu ada didalamnya.Namun terdengar suara air dikamar mandi.
Tiba-tiba ponsel Kenzo bergetar diatas meja kerjanya,Danest pun berinisiatif untuk melihat siapa yang menelpon.Takutnya ada hal yang penting.
Matanya membulat,tak percaya dengan apa yang dia lihat.Wajahnya terpampang sedang berpose bersama Kenzo dilayar ponselnya Kenzo yang sedang menyala karena panggilan masuk yang tak terjawab.Ternyata selama ini Kenzo menggunakan fotonya dan Danest sebagai wallpaper.
Danest menjadi semakin tak mengerti apa maksud Om nya itu melakukan hal tersebut.Kalau dipikir-pikir, seharusnya foto Sonya lah yang ada dilayar depan ponsel nya Kenzo tersebut.
Namun Danest menepis pikiran aneh yang muncul dibenaknya.
"Eh.. kamu Nest?. "sapa Kenzo setelah keluar dari kamar mandi.
Danest menatap mata pamannya itu penuh tanda tanya.Kenzo yang menyadari hal tersebut langsung salah tingkah.
" What can i do for you?? ."tanya Kenzo
"Apa maksudnya ini Om? "Danest balik bertanya sambil menunjukkan layar ponsel itu Kepada tuannya.
"Apa kamu mengerti kenapa aku memajang fotomu dilayar depan ponselku? ."Kenzo berucap penuh penekanan.
"Jangan bilang bahwa yang diberitakan orang-orang di fortal online itu benar?? iya kan Om".Danest menatap Kenzo curiga.
"Itu kamu tau,aku memang memiliki rasa yang teramat dalam kepadamu Danest"ungkap Kenzo.
"Jangan gila Om,kita ini paman dan keponakan.Om itu seperti ayahku,bahkan Om berhak menjadi wali nikahku!"Danest masih tak percaya.
"Tidak! , aku tidak yakin kalau aku ini masih punya hubungan darah denganmu,ga ada mirip-mirinya Nest!"Kenzo setengah berteriak. sehingga membuat para karyawan dilantai itu menguping dibalik pintu.
Tanpa Danest sadari ,perhatian yang selama ini ditunjukkan oleh Kenzo kepadanya itu karena Kenzo mempunyai perasaan lebih kepada dirinya.
Hatinya begitu sedih bagai teriris sembilu, entah bagaimana bisa Om nya itu bisa falling in love with her.
"Ooooo,,, apa benar Pak Kenzo dan Bu Danest itu bukan paman dan keponakkan".bisik-bisik para karyawan yang ada dilantai itu.
__ADS_1
"Hey, apa yang kalian lakukan ha!? "Mita memarahi para staf tersebut.tentu saja dia berani, karena dia adalah teman baik dan juga orang kepercayaan CEO MN group.
Sementara didalam ruangan, Danest sudah tak bisa bersikap seperti biasanya lagi terhadap Kenzo. Dia tidak ingin kalau Kenzo semakin membuatnya merasa tidak nyaman.
mendengar perkataan Kenzo yang seperti itu,langsung membuat Danest sedih dan pergi meninggalkan pamannya yang mulai ga waras menurutnya itu.
Mita yang sedari tadi menunggu Danest dilorong antara ruangan Danest dan Kenzo menarik tangan Danest.
"Ayo kita turun say."sambil mengajak Danest memasuki lift.
"Aku benar-benar ga nyangka Om Kenzo bisa berpikiran seperti itu,bahkan dia bilang kalau aku dan dia tidak ada hubungan darah.Padahal selama ini jelas-jelas dari semenjak kecil kami tumbuh bersama." Danest berurai air mata.
"Bahkan Ibunya juga tinggal bersama kami.Papi membiarkan dia ikut mengurus perusahaan ini,meskipun ini adalah perusahaan yang Papi dirikan dengan kerja kerasnya sendiri. "ujar Danest tak kuasa menahan tangis.
Sahabatnya itu berusaha menenangkannya. Mita mengelus-elus punggung sahabatnya.
"Sudahlah, nanti saja kita pikirkan gimana cara menghadapi Om mu itu, sekarang yang terpenting kita harus segera menemui para wartawan itu.Jangan sampai karena terlalu lama menunggu,mereka jadi membuat berita yang tidak-tidak".bujuk Mita.
*******Akhirnya****
setelah menceritakan duduk permasalahan yang sebenarnya kepada para wartawan, namun dengan sedikit kebohongan soal hubungannya dengan Kenzo.
Walaupun ada wartawan yang bertanya menjurus ke hal itu,namun Danest menepisnya.Dia tidak mau beritanya semakin heboh dan merusak elektabilitas perusahaan.
Sebelum wartawan-wartawan itu semakin menyudutkannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak,segera ia mengakhiri sesi wawancara itu.Danest pun permisi kembali keruangannya.
🤩sementara itu dirumah sakit
Suster Leny dan dokter Prasetyo terlihat sedang membimbing langkah seorang pria tampan yang juga mengenakan jas dokter keruangan Tuan Martadinata.
Sesaat setelah kedatangan dokter itu,tuan Martadinata siuman.
"Selamat pagi Pak,".sapa dokter muda itu ramah.
"Eh.. apa saya ada dirumah sakit?!? "tanya tuan Martadinata kebingungan, seingatnya terakhir dia ada dirumah.
"Danest... anakku!"ucapnya ketika ia tiba-tiba ingat ,terakhir dia menerima telpon mengenai hilangnya Danest dari pesta ultahnya di Aglonema Hotel.
__ADS_1
Diedarkannya pandangannya keseluruh ruangan,namun tak ada seorangpun dari keluarganya yang menungguinya dirumah sakit.
Mendengar nama yang disebut oleh pasiennya,Dokter Tsabit seketika jadi teringat nama Danest,gadis cantik yang ditolongnya tempo hari.
Melihat tuan Martadinata yang sudah sadar,Dokter pras memperkenalkan dirinya dengan Dokter Tsabit yang ada disampingnya.
Ya,Dokter Tsabit alias Tsabit Adzam adalah laki-laki yang telah menolong Danest dari rencana busuk si Tuan Micko waktu itu.
Suster Leny memberikan laporan hasil pemeriksaan secara menyeluruh kepada dokter Tsabit.
"Sus, tolong hubungi keluarga pasien.Saya ingin mendiskusikan tentang tindakan yang harus dilakukan untuk proses penyembuhan Bapak... ????." Tsabit agak lupa.
"Martadinata. " ucap Suster Leny.
"Martadinata??."ucap dokter Tsabit.
Lalu bathinnya seperti pernah mendengar nama itu.
"Martadinata..seperti nama belakang gadis itu".bathinnya.
Dia masih mengingat wajah cantik gadis yang ia bantu itu, yang tak lain adalah Danest.
"Baik Dok,akan segera saya hubungi. "jawab suster Leny.
"Memangnya saya kenapa Dok,saya tidak kenapa-napa kan?".tanya Tuan Martadinata kepada Dokter Tsabit.
"Ooo,Begini Pak, untuk saat ini keadaan Bapak masih stabil".jawab dokter Tsabit lirih.
Dia belum mau memberikan jawaban yang lebih detil takutnya Tuan Martadinata anfal lagi.Lalu mereka bertiga pamit keluar.
"Suster,dimana keluarga pasien? kok ga ada yang nungguin beliau? ".tanya dokter Tsabit Adzam.
"Semalam putrinya yang nungguin disini sampai pagi,tapi ga tau sekarang ada dimana.Mungkin lagi ada urusan diluar Dokter Bit".jawab suster Leny sambil cengengesan.
Dirumah sakit ini dokter Tsabit memang jadi idola semua orang karena ketampanan dan kebaikan hatinya.Dia adalah dokter spesialis jantung terbaik,dan juga masih muda, berbakat,soleh lagi.Wanita mana yang ga bakal terpikat ketika melihatnya.
__ADS_1
Bersambung.... ya beb