Keseharianku

Keseharianku
Dia ternyata!


__ADS_3

Aku awalnya 2 bersaudara,saudaraku yang satu itu dia tidak memiliki kemampuan untuk melihat mahluk gaib akan tetapi dia seperti punya teman ghaib yang mengikutinya kemana mana. Akan tetapi dia tidak menyadarinya,dia terus menerus mengikuti adikku itu,sosok itu diaseperti anak berumur 3thn berambut panjang dan juga berponi dia cantik dan imut,tapi aku yakin itu bukan penampilan aslinya. Sampai suatu saat aku penasaran mengapa dia selalu mengikuti adikku itu lalu aku pun mulai untuk berkomunikasi dengannya


" Mengapa kau selalu mengikuti adikku? "


Diapun menjawab " Aku mengikutinnya karna dia sama sepertiku dia selalu ingin tampil cantik,sifatnya yang kemayu,dan ingin diperhatikan oleh laki-laki dia persisi sepertikku oleh karna itu aku mengikutinya "


Aku bertanya " Darimana kau berasal? Bisakah kau tak lagi mengikuti adikku?? "


Dia menjawab dengan tersenyum " Aku penghuni disini dan kau membangun rumah di atas tanah ku untung saja kamu tidak membangun apa-apa di atas rumahkku jadi aku tidak begitu resah, aku tak bisa karna dia selalu dipenuhi rasa iri dan dengki di hatinya terutama iri dengan mu! "


Aku pun berfikir bahwa yang selama ini yang ku lakukan juga untuk motifasinya supaya bisa melebihiku aku hanya berharap dia bisa menjadi yang diandalkan nanti setelah ku


Tapi ternyata itu hanya menumbuhkan rasa iri dan dia tidak berusaha untuk melampaui ku katakata nya yang kasar untukku itu selalu di pendam dalam hatinya jadi mahluk itu mengikutinya,tak lama dia pun melanjutkan pembicaraan " Aku tidak akan menyakitinya secara fisik tapi karna dia selalu bersikap sama sepertiku maka aku kan mengikutinya terus menerus " dan diapun menghilang sebentar dan kembali lagi disisi adikku.

__ADS_1


Setelah pembicaraan kami itu adikku lama kelamaan semakin menjadi-jadi dia berani berteriak didepan ibuku dan berani membantah ibu,tidak hanya itu dia pun berani membentakku juga,karna aku merasa harus memberitahunya kalu itu salah maka ketika dia berteriak kepada ibuku lagi aku pun menamparnya tetapi tidak terlalu keras yaa seperti pukulan untuk mendidik. Aku pun memarahinya untuk tidak begitu lagi,orangtuakku yang melihatpin tidak berkata apapun karna memang yang kulakukan itu benar kan??


Lalu yaaah seperti biasa dia menangis


Tidak berselang lama diapun besikap tidak baik seperti membanting pintu berjalan sambil menghentakan kakinya dengan keras dan membuat raut wajah tidak suka (yaaa walaupun raut wajahnya itu terlihat sangat jelek🤣)


Dia bersikap seperti itu karna sehari sebelum itu aku memenangkan juara 1 karate dan taekwondo semenjak hari itu dia bersikap seperti itu. Karna aku tidak suka melihatnya bersikap seperti itu lagi aku dan ibuku memarahinya dan seperti biasa dia menangis dan berkata kalau aku sengaja melakukannya agar dia tidak disayang, tapi heei apakah alasannya masuk akal??


Saat itu pada saat malam harinya aku pun berkomunikasi lagi dengan mahluk yang selalu mengikuti adikku itu


Dia menjawab " Hahahaha itu memang tugasku karna memang dia menyimpan dengki dihatinya aku hanya mengarahkan dia untuk mengeluarkan amarahnya apa aku salah? " lalu diapun langsung pergi lagi entah kenapa padahal pembicaraan kamu belum selesai


Semenjak hari itu aku selalu mendengar kata hati dari adikku itu dan aku selalu menyinggungnya untuk tidak berkata yang tidak tidak dalam hati. Kemudian aku pun bertekat untuk mengusirnya dari adikku itu,pada saat malam datang,aku pun membaca ayat-ayat untuk mengusir mahluk tersebut,namun belum selesai bacaanku dia pun datang denga sosok aslinya yang dimana rambut panjangnya sangat kusut mata yang mengeluarkan darah bola mata yang hampir keluar dan kuku yang panjang dia menghampiriku dengan suara yang sangat rendah berkata " Mengapa!!? Mengapa kau membaca itu!!!? Apakah kau berniat mengusirku!!! Jangan harap kau bisa!!! HAAAAAAAAAAA!!!!! "

__ADS_1


Dia marah terhadapku namun aku terus melanjutkan membaca ayat tersebut,ketika dia ingin menyerangku entah mengapa dia terpental dan bicara ngga jelas. Saat dia menyerangku lagi dengan cahaya hitam itu pun menembusku dan hidungku mengeluarkan darah dan kepalaku rasanya seperti mau pecah. Dia pun menyerang terus menerus dan aku pun terus lanjut membaca ayat tersebut


Kondisiku sudah seperti tidak sadarkan diri penglihatanku pun mulai kabur mulut dan hidungku pun sudah dipenuhi darah tetapi aku terus melanjutkan membaca ayat tersebut. Diapun juga merasa kesakitan dia seperti dipukul oleh beribu ribu palu dia pun juga mengeluarkan kata kata kotor untukku dia menghina dan coba untuk menghasutku


Sampai aku pun selesai membacanya dia meledak dan darah mata kepala dan lain lain terpisah saat aku hendak berdiri untuk membersihkan diri aku malah terjatuh tak sadarkan diri. Dan entah kapan aku pun dibawa di rumah sakit,aku sadar setelah 5 hari karna aku kekurangan banyak sekali darah,saat aku sadar orang tuaku pun menangis dan aku masih melihat magluk tersebut,hanya saja auranya tidak sejahat waktu itu,diapun berkata


" Aku tak sekuat dulu lagi,aku telah kalah darimu,tetapi kau tak bisa mengusirku karna aku dikubur disamping rumah mu dan sudah menjadi rumahku sejak dulu,aku hanya mengikutinya sebagai temanku karna aku sudah biasa mengikutinya, kau bisa memusnahkan ku jika aku ikut campur lagi dalam emosi dan tindakannya "


Aku pun hanya mengangguk


Sampai saat ini dia terus mengikuti adikku tetapi dia menepati omongannya bahwa dia tidak ikut campur dengan emosi dan tindakan adikku.


Aku hanya selalu mendengar kata hati adikku itu tetapi dia tidak se ekstrim dulu

__ADS_1


Aku berharap aku bisa menjaga anggota keluargaku dari mahluk tersebut


Smpai disini dulu aku menceritakan ceritaku,kisah lainnya akan aku tulis di eps selanjutnya


__ADS_2