KEY

KEY
Tanya Apa?


__ADS_3

Dari arah dalam, terdengar jelas teriakan dari seorang Keyra Arisha.


" Kak Keeeennnnnnnnn ", teriak gadis itu. Dio yang tadinya bingung pun akhirnya paham apa yang membuat Kenzie senyum-senyum sendiri dari tadi. Walaupun Dio juga bingung dengan perubahan yang terjadi pada sosok seorang Kenzie itu.


" Mulai ada kemajuan ni ", batin Dio.


Keyra berdiri dihadapan Kenzie dan Dio dengan tampang marah, menurut Keyra sendiri, tapi tidak menurut Kenzie.


" Dasar Om Tua ! ", kesal Keyra dengan matanya yang melotot.


" Biasa aja mata Lo, entar keluar baru tau rasa ", ucap Kenzie yang mulai memasang muka datar.


" Kenapa, Dek? Kambing ini ngapain kamu? Dia gak nyentuh kamu kan? ", tanya Dio memastikan.


" Gak ", Kenzie


" Iya ", Keyra.


Kenzie yang tadi duduk bersandar seketika menegakkan badannya mendengar jawaban Keyra. Dio yang mendengar jawaban dari Keyra menatap tajam ke arah Kenzie.


" Sumpah, Yo, gue gak ada nyentuh Keyra sama sekali ", jawab Kenzie pada Dio.


" Eh, Tuyul, Lo jangan ngarang cerita, mana ada gue nyentuh Lo ", ucap Kenzie tidak terima pada Keyra yang masih berdiri dihadapan mereka.


" Ada kok, tadi Kak Ken gini-ginian Keyra ", jelas Keyra dengan polosnya sembari menirukan puncak kepalanya yang diusap lembut oleh Kenzie tadi.

__ADS_1


Kenzie dan Dio hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng kepala mendengar penjelasan Keyra. Tapi, sesaat kemudian Dio menyadari ucapan Keyra tadi.


" Dek, bisa ulang gak gimana si Kambing nyentuh kamu tadi ", pinta Dio pada Keyra yabg yang sebenarnya hanya ingin meledek Kenzie.


" Gini ", ulang Keyra memperagakan perilaku Kenzie padanya tadi.


" Ohh gitu, udah bisa ya sekarang nunjukin sikap manis ke adek gue ", kata Dio tertawa pelan.


" Biasa aja, jangan lebay Lo pake segala bilang sikap manis ", sewot Kenzie.


" Yaelah, ngeles mulu Lo ", saut Dio.


" Om ", panggil Keyra memutus perdebatan kecil antara Dio dan Kenzie.


Kenzie memejamkan matanya frustasi, menghirup udara meraup kesabaran akan Keyra yang selalu memanggilnya dengan sebutan "Om".


" Hehehe .. iya, maaf, Keyra lupa ", Keyra dengan cengiran kudanya dan dua jari yang ia angkat membentuk huruf V.


" Haishh .. terserah kalian berdua dah, gue mau ke kamar, gue gak mau jadi obat nyamuk disini ", ucap Dio yang langsung beranjak dan meninggalkan mereka berdua.


" Sini, duduk ", pinta Kenzie menepuk-nepuk kursi meminta Keyra duduk disampingnya.


Tanpa basa-basi Keyra duduk di samping Kenzie, Keyra mengambil jarak agar tidak berdempetan dengan Kenzie.


" Kenapa? Kamu marah? ", tanya Kenzie lembut.

__ADS_1


Deg ...


Entah kenapa mendengar pertanyaan lembut yang keluar dari mulut seorang Kenzie, kini giliran kerja jantung Keyra yang mendadak terpompa cepat. Keyra menunduk menyembunyikan semburat merah di wajahnya.


" Duh .. jantung kalem pliss ", kini Keyra yang membatin seperti itu, seakan mengajak kompromi pada jantungnya.


" Hey ", tegur Kenzie masih dengan nada yang lembut.


" Ha? E- iya Kak ", ucap Keyra gelagapan, Keyra berusaha memandang Kenzie disampingnya yang menatapnya dalam.


" Kamu marah? Marah kenapa? Emang mau ditanya-tanya? Aku gak mau nanya kalau kamu nya juga gak merasa nyaman ditanya-tanya ", ucap Kenzie.


" Kamu? Aku? Ini seriusan Kambing yang ngomong? ", batin Dio. Ya, tanpa mereka berdua sadari, Dio tidaklah pergi menjauh dari mereka melainkan menguping pembicaraan mereka berdua sedari tadi.


" Emang Kak Ken mau tanya apa? ", ucap Keyra dengan tatapan polosnya pada Ken yang menatapnya dalam.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2