
Dari arah dalam, terdengar jelas teriakan dari seorang Keyra Arisha.
" Kak Keeeennnnnnnnn ", teriak gadis itu. Dio yang tadinya bingung pun akhirnya paham apa yang membuat Kenzie senyum-senyum sendiri dari tadi. Walaupun Dio juga bingung dengan perubahan yang terjadi pada sosok seorang Kenzie itu.
" Mulai ada kemajuan ni ", batin Dio.
Keyra berdiri dihadapan Kenzie dan Dio dengan tampang marah, menurut Keyra sendiri, tapi tidak menurut Kenzie.
" Dasar Om Tua ! ", kesal Keyra dengan matanya yang melotot.
" Biasa aja mata Lo, entar keluar baru tau rasa ", ucap Kenzie yang mulai memasang muka datar.
" Kenapa, Dek? Kambing ini ngapain kamu? Dia gak nyentuh kamu kan? ", tanya Dio memastikan.
" Gak ", Kenzie
" Iya ", Keyra.
Kenzie yang tadi duduk bersandar seketika menegakkan badannya mendengar jawaban Keyra. Dio yang mendengar jawaban dari Keyra menatap tajam ke arah Kenzie.
" Sumpah, Yo, gue gak ada nyentuh Keyra sama sekali ", jawab Kenzie pada Dio.
" Eh, Tuyul, Lo jangan ngarang cerita, mana ada gue nyentuh Lo ", ucap Kenzie tidak terima pada Keyra yang masih berdiri dihadapan mereka.
" Ada kok, tadi Kak Ken gini-ginian Keyra ", jelas Keyra dengan polosnya sembari menirukan puncak kepalanya yang diusap lembut oleh Kenzie tadi.
__ADS_1
Kenzie dan Dio hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng kepala mendengar penjelasan Keyra. Tapi, sesaat kemudian Dio menyadari ucapan Keyra tadi.
" Dek, bisa ulang gak gimana si Kambing nyentuh kamu tadi ", pinta Dio pada Keyra yabg yang sebenarnya hanya ingin meledek Kenzie.
" Gini ", ulang Keyra memperagakan perilaku Kenzie padanya tadi.
" Ohh gitu, udah bisa ya sekarang nunjukin sikap manis ke adek gue ", kata Dio tertawa pelan.
" Biasa aja, jangan lebay Lo pake segala bilang sikap manis ", sewot Kenzie.
" Yaelah, ngeles mulu Lo ", saut Dio.
" Om ", panggil Keyra memutus perdebatan kecil antara Dio dan Kenzie.
Kenzie memejamkan matanya frustasi, menghirup udara meraup kesabaran akan Keyra yang selalu memanggilnya dengan sebutan "Om".
" Hehehe .. iya, maaf, Keyra lupa ", Keyra dengan cengiran kudanya dan dua jari yang ia angkat membentuk huruf V.
" Haishh .. terserah kalian berdua dah, gue mau ke kamar, gue gak mau jadi obat nyamuk disini ", ucap Dio yang langsung beranjak dan meninggalkan mereka berdua.
" Sini, duduk ", pinta Kenzie menepuk-nepuk kursi meminta Keyra duduk disampingnya.
Tanpa basa-basi Keyra duduk di samping Kenzie, Keyra mengambil jarak agar tidak berdempetan dengan Kenzie.
" Kenapa? Kamu marah? ", tanya Kenzie lembut.
__ADS_1
Deg ...
Entah kenapa mendengar pertanyaan lembut yang keluar dari mulut seorang Kenzie, kini giliran kerja jantung Keyra yang mendadak terpompa cepat. Keyra menunduk menyembunyikan semburat merah di wajahnya.
" Duh .. jantung kalem pliss ", kini Keyra yang membatin seperti itu, seakan mengajak kompromi pada jantungnya.
" Hey ", tegur Kenzie masih dengan nada yang lembut.
" Ha? E- iya Kak ", ucap Keyra gelagapan, Keyra berusaha memandang Kenzie disampingnya yang menatapnya dalam.
" Kamu marah? Marah kenapa? Emang mau ditanya-tanya? Aku gak mau nanya kalau kamu nya juga gak merasa nyaman ditanya-tanya ", ucap Kenzie.
" Kamu? Aku? Ini seriusan Kambing yang ngomong? ", batin Dio. Ya, tanpa mereka berdua sadari, Dio tidaklah pergi menjauh dari mereka melainkan menguping pembicaraan mereka berdua sedari tadi.
" Emang Kak Ken mau tanya apa? ", ucap Keyra dengan tatapan polosnya pada Ken yang menatapnya dalam.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.