Kisah Cinta Bunga Desa

Kisah Cinta Bunga Desa
bab 17


__ADS_3

pak deh selalu meracuni pikiran ibu,semakin hari ibu seperti nya semakin tak suka sama kami.apa pun yang aku kerjakan serba salah.


Aku berusaha menghindari konflik,aku dan Aisya lebih sering ikut mas Hasan ke toko .


Pak deh dan bude sekarang sering membantu ibu di ladang.ibu sering memberi mereka hasil panen.


Sore itu aku sudah selesai masak,hidangan untuk makan malam sudah siap.


Aku pun pergi ke kamar untuk membersih kan diri ku lihat pak deh berjalan ke arah meja makan ,kulihat dia dengan sengaja menarik alas meja makan hingga .....praaaang...


Semua nya berhamburan .


Aku berlari ke arah pak deh....


Pak deh apa apaan ini ???kenapa pak deh sengaja menumpahkan masakan ku???ucap ku penuh emosi.


Pak deh hanya menyeringai licik lalu....


Maaf mawar pak deh gak sengaja,tadi pak deh mau ambil air di atas meja.tapi ketika pak deh ingin mengangkat gelas,alas meja nya juga ikut tertarik....


Gak usah ngeles pak deh ,pak deh sengaja kan membuat semuanya berantakan.


Ibu dan bude pun ikut berlari mendekati kami .gak usah di perpanjang mawar tinggal beresin meja nya dan masak lagi ucap bude .beresin meja dan masak


Lagi aja bude sendiri.kalau aku ogah...


Ucap ku sambil berlalu .


Kak,lihat lah menantu mu ,semakin menunjukan ketidak sukaan nya pada kami.


Sedangkan ibu hanya mendesah panjang .ibu membereskan pecahan beling yang berserakan di lantai.sedangan kan bude pergi entah kemana.


Aku dan Aisya keluar dari kamar setelah selesai mandi.kulihat ibu memasak seorang diri.


Aku mendekati ibu .Bu mandi aja dulu biar mawar yang melanjutkan masak nya.


Ibu hanya diam dan terus melanjutkan aktifitas memasak nya .


Bu .... Ucap ku lagi agak keras.


Ibu gak butuh bantuan mu.....


Ucap ibu sinis.


Bu ibu kenapa???


Kenapa akhir² ini ibu berubah....??


Kalau mawar ada salah sama ibu.mawar minta maaf dan jelas kan apa kesalahan mawar Bu.???


Ibu melempar masakan nya sembarang arah,dan hampir saja mengenai Aisya....

__ADS_1


Ibu.......


aku langsung berlari mendekati Aisya,...


Kamu gak apa kan nak..???


Aisya gak apa buk.


Nek kenapa nenek melempar sayur panas ke arah ku .untung Aisya gak kena .ucap nya lugu..


makanya mawar kalau orang lagi masak gak usah di ganggu .ucap ibu dg judes..lalu berlalu pergi.aku membersih kan lantai tumpahan sayur yang ibu lempar setelah semuanya bersih ,aku kembali ke kamar.


aku menggoreng telur untuk Aisya ,dan aku langsung menyuapi Aisya makan .


Mas Hasan pulang dari toko kulihat ,mas Hasan memberikan plastik hitam ke pada ku..


Apa ini mas?? Ini sayur di kasih tetangga toko,kata nya tadi dia kebanyakan masak,dari pada mubasir lebih baik bagi².


Ooh ..aku meletakan sayur di atas meja makan .


Pov ibu..


Kedatangan adik ipar ku membuat keluarga ku menjadi seperti orang asing .ternyata kedatangan Marto punya maksud lain.dia mengancam ku jika aku tak menuruti keinginan nya....


Sore itu aku bertemu besan ku yaitu ibu nya mawar.ketika kami lagi asik mengobrol besan melihat marto.dia langsung terkejut .kenapa dia kembali??dia seperti ketakutan .melihat ibu nya mawar seperti lagi cemas ,aku mengikuti arah mata nya .kulihat Marto dan anak istri nya sedang belanja.apa kamu mengenal orang itu ..?? Tanya ku...


Iya dia Marto mantan suami ku,yang telah memberiku satu anak,dan dia pula yang menyebabkan aku kehilangan satu anak ku yang lain.


Ibu mawar pun menceritakan tentang Marto.


saat aku pulang ke rumah ,kulihat Marto mencengkram mawar,Marto mengancam mawar,akan menyakiti Aisya jika Sampai mawar menceritakan apa pun tentang dia kepadaku ataupun suami nya.


Aku pura ²baru datang hingga Marto pura baik sama mawar.


Sudah 3 hari mereka menginap di rumah ku.


Aku pun ngobrol sama Marto dan istri nya...


Marto!kapan kalian akan mencari tempat untuk kalian.gak baik lama²tinggal di sini.gak enak sama orang.ucap ku penuh hati².


Mendengar ucapan ku Marto langsung menggebrak meja.kak rumah ini rumah kakak ku juga jadi aku berhak atas rumah ini.ucap nya dg lantang .


Aku langsung terkejut dg jawaban nya ,kau....


Dasar gak tau malu kamu Marto..


Kamu gak ada hak sedikit pun disini.


Karena untuk membuat rumah ini,hasil dari ladang orang tua ku .


Hahahaha..

__ADS_1


Kak ....kak.....


Marto langsung mendorong ku hingga terjerembab .kamu jangan macam² Sama aku kak,aku bisa melakukan apa saja sama kakak.kalau Kak tak mau menuruti kemauan ku.apa lagi sam Aisya cucu kesayangan kakak.


Marto memelintir tangan ku dengan kuat.....


Marto, lepas kan tangan ku Marto.....


Marto ,....


Sakit Marto ... .


Sedangan Marto dan istrinya menyeringai licik .


Aku terus merintih kesakitan ,bergerak sedikit saja rasa nya sangat sakit .


kalau kakak ingin ,kalian aman di dalam rumah ini kakak ikuti perintah ku .


Aku hanya mengangguk pasrah....


Aku terus mendiami mawar,.....


Apa pun yang mawar lakukan akan selalu salah Dimata ku...itu semua karena Marto.


Aku sering memberi kode sama mawar,dengan memberi bentakan Kepadanya ..aku ingin kami bertengkar,agar aku ada waktu bicara sama Hasan .tapi menantu ku ini sangat penyabar,dia tak mengindahkan apa pun yang aku laku kan pada nya... sekarang dia lebih sering pergi ke tempat Hasan,....


Marto dan istri nya sering mengikuti aku ke ladang ,hanya untuk mengambil hasil panen ku ....


Sore itu Marto dg sengaja menarik alas meja yg di atas nya sudah tersaji masakan mawar.


Mariam dengan enteng mengatakan agar mawar membersih kan dan masak lagi.mawar menolak nya dg keras .aku yang sangat lelah atas sikap Marto dan keluarga nya terpaksa membersih kan kekacauan ini.


Saat aku sedang memasak Aisya dan mawar mendekati ku,aku tak mengindahkan ucapan mawar,hingga berbagai pertanyaan mulai muncul....


Aku mulai berpikir mencari cara agar emosi mawar tak terkontrol,aku sangat berharap agar mawar mengadukan sikap ku pada hasan.hingga aku ada waktu bicara sama Hasan.ku melihat sekeliling sekitar ku,aku melihat Aisya tak jauh dari kami ,iya aisya ....


Maafkan nenek,nenek akan memenfaatkan mu untuk memancing emosi ibu mu ....


Ku paksakan tangan ini melempar kualai yang berisi sayur panas ke arah Aisya ..


Prang .. ..


Mawar langsung ..tersentak


Ibu....


Mawar langsung berlari ke arah Aisya .....


Aku sangat cemas dan takut Aisya kena panci ku tadi.tapi syukur lah aku melemparkan panci sesuai keinginan ku yaitu tak jauh dari Aisya tapi tak mengenai Aisya..


kulihat wajah mawar ,merah padam ,amarah nya seperti sudah di ubun² .

__ADS_1


ketika Aisya bertanya dg lugu kepada ku kenapa nenek melempar nya ?hati ku Sangat sakit.


Aku hanya manyalahkan mawar dan berlalu pergi untuk memancing emosi mawar.


__ADS_2