
Di pagi yang begitu cerah pada hari rabu tidaklah menjadi hari yang indah bagi keluarga putri.
Pada hari ini putri dan papanya akan bersama-sama pergi ke tempat dimana putri dan mamanya tidak lagi akan bertemu atau bisa di bilang tempat terakhir putri dan mamanya bertemu.
Dalam perjalanan putri terlihat sangat murung dan tidak berbicara sama sekali dengan papanya sejak kejadian kemarin walaupun papanya terus bertanya pada putri.
Dalam perjalanan terlihat wajah papa putri sangatlah santai walaupun akan bercerai dengan istrinya karena dalam perjalanan tersebut ada seseorang yang sangat dibenci putri sedang duduk di samping papanya.
"intan : sayang nanti kita jadikan pergi ke mall?"
"papa : iya dong, put kamu bisa ikut kan?"
Putri yang masih dengan pikiran nya yang masih tidak percayah semua ini telah terjadi tidak menjawab pertanyaan dari papanya.
Sampailah mereka ketempat yang mempertemukan mereka berempat kembali, tapi mereka tidaklah berempat seperti dulu lagi karna sebentar lagi mereka akan menjalani kehidupan yang berbeda dengan yang sebelumnya.
Putri dengan wajah yang dibanjiri air mata langsung memeluk mamanya yang terlihat tegar dan menahan air mata yang akan mengalir dari matanya yang kaget melihat perempuan yang menjadi sumber masalah dari perceraian yang tinggal menghitung menit tersebut ikut hadir dalam sidang perceraian mereka.
__ADS_1
Papanya yang tampaknya sangat fine fine saja dalam menghadapi perceraian ini memeluk anak laki"nya sangat erat.
srekk (suara pintu yang dibuka)
Ini adalah hari yang sangat tidak diharapkan putri selama hidupnya karena tepat pada hari ini kedua orang tuanya bercerai dan tidak akan bertemu lagi karena itulah keputusan mamanya saat sidang tadi.
Begitu banyak keputusan yang diberikan mamanya karena sakit hati terhadap papanya putri yang begitu mudah menodai janji suci yang telah mereka ucapkan bersama pada saat menikah.
Putri tidak melepaskan tangan adiknya selama berjalannya sidang karena putri tau bahwa selesai persidangan mereka tidak lagi bertemu :'( karena keputusan yang diputuskan oleh mamanya bahwa tidak akan bertemu lagi atau tidak boleh bertemu lagi.
"toktoktok (suara ketukan palu dari hakim")
Setelah keluar dari ruangan persidangan mereka semua menangis tapi tidak dengan papa putri dan calon istrinya yang bernama intan tersebut.
"papa : put ayo kita pergi"
"intan : ayo put kita pergi"
__ADS_1
papanya dan intan berusaha memanggil putri tapi putri tetap memeluk adik dan mamanya yang terlihat mereka sedang menangis bersama.
"mama : kamu harus pergi put kasian tante intan dan papa udah nunggu (padahal dalam hati mamanya tidak ingin putri pergi)" :'(
"putri : iya ma"
"mama : putri pesan mama cuma 1 yaitu putri harus sekolah dan mengejar impian putri ya, nanti mama akan sering" telfon putri dan berusaha bertemu ya jadi putri harus tetap fokus pada pendidikan putri ya jangan terlalu memikirkan mama sama papa okay?
"putri : ba ba baik ma (dengan suara yang bertele tele karna kesedihan yang begitu dalam)"
Putri pun meninggalkan mamanya dan adiknya dengan berat hati dan wajah yang masih berkaca-kaca.
Pasti kalian masih bertanya" kenapa papa putri tega menceraikan mamanya putri?
Nanti akan terjawab pada epsd 4 ya gaiss
thanks yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca cerita saya😇
__ADS_1