
Prabandari
Merdeka.com - Berbagai kisah nabi dalam agama islam memang menjadi suatu cerita yang menarik untuk disimak bagi seluruh umat muslim. Di sini, umat muslim bisa belajar tentang sejarah dan berbagai macam peristiwa yang terjadi di zaman nabi dan rasul. Bukan hanya itu, dengan membaca kisah nabi juga sebagai upaya bagi umat muslim untuk beriman dan memercayai adanya nabi dan rasul sebagai utusan Allah.
Seperti diketahui, dalam sejarah Islam terdapat berbagai kisah nabi dengan pesan-pesan tauladan yang patut dipelajari setiap umat muslim. Pesan-pesan tauladan ini terdapat dalam 25 kisah nabi. Salah satu di antaranya yang menarik untuk disimak adalah kisah Nabi Daud. Daud merupakan salah satu keturunan dari Nabi Ibrahim, yaitu tepatnya keturunan ke-12. Beliau termasuk salah satu dari nabi-nabi utama dari kalangan Bani Israil.
Sebelumnya, dikisahkan bahwa Nabi Daud adalah seorang bala tentara yang mampu memenangkan perang Thalut dan Jalut. Setelah kemenangan perang tersebut, Daud diangkat menjadi raja dan Allah pun menganugerahkan hikmah kerajaan yang kuat.
Kisah Nabi Daud yang pertama berawal dari peristiwa perang Thalut dan Jalut. Seperti dilansir dari laman Asy Syariah, Daud merupakan salah satu prajurit dalam pasukan Thalut yang akan berperang menghadapi pasukan Jalut. Pasukan Thalut memang mempunyai keberanian yang tinggi serta siasat perang dan ilmu pengetahuan yang luas. Hal ini juga tercermin di dalam diri Daud.
__ADS_1
Meski begitu, pasukan Tahlut tetap berusaha bersabar dan terus memohon pertolongan Allah SWT saat berperang menghadapi pasukan Jalut. Dalam perang tersebut, dengan keberanian yang dimilikinya Daud maju menghadapi Jalut dan membunuhnya. Perlahan tapi pasti, jumlah pasukan Jalut semakin berkurang. Pasukan yang tersisa semakin lemah dan mulai menderita kekalahan. Setelah kekalahan Jalut, Daud kemudian diangkat menjadi raja.
Dalam hal ini, kemudian Allah SWT mengangkat Daud menjadi seorang nabi dan memberikan hikmah kerajaan yang kuat setelah usaha keras yang dilakukan Daud beserta pasukan Thalut lainnya. Bukan hanya itu, Allah juga memberikan Nabi Daud anugerah berupa ketaatan beribadah dan ilmu pengetahuan yang luas. Di sini Allah memberikan sifat awwab kepada Nabi Daud, yaitu seseorang yang mempunyai kesempurnaan pengetahuan tentang Allah SWT. Hal ini seperti yang tercantum dalam QS. Shad ayat 17 :
“Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan. Sesungguhnya dia seorang yang awwab.” (Shad: 17)
Seperti dikutip dari situs islam.co, lantunan kitab Zabur yang dinyanyikan merdu oleh Nabi Daud juga membuat air dan angin menjadi di sekitarnya menjadi tenang dan damai. Bahkan dalam hal ini, Allah telah menundukkan burung-burung dan gunung-gunung untuk turut bertasbih memuji Allah bersama Nabi Daud. Ini merupakan suatu mukjizat menakjubkan, yang diberikan Allah kepada Nabi Daud seorang diri tanpa dimiliki oleh siapapun.
“Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan, dan ingatlah hamba Kami, Daud, yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Mereka semua amat taat kepada Allah.” (QS. Shaad : 17-19).
__ADS_1
Kisah Nabi Daud selanjutnya bercerita tentang kemampuan Nabi Daud yang dapat mendengarkan dan memahami percakapan burung-burung. Pada suatu ketika, Nabi Daud sedang merenung dan mendengarkan suara-suara di sekitarnya. Ia kemudian turut mendengarkan burung-burung yang saling mengoceh. Kemudian Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Daud yang dapat memahami percakapan burung-burung tersebut.
Seperti dilansir dari laman Islampos, sejak saat itu Nabi Daud mampu memahami bahasa hewan-hewan. Beliau pun memperlakukan hewan-hewan dengan penuh kasih sayang. Begitu pula dengan hewan-hewan, mereka pun patuh dan sangat menyayangi Nabi Daud. Allah kemudian juga menganugerahkan kemampuan ini kepada anak Nabi Daud, yaitu Nabi Sulaiman.
Selanjutnya, kisah Nabi Duad yang tidak kalah menarik adalah kemampuannya yang piawai membuat baju besi dan peralatan perang yang kuat. Dari laman Asy Syariah disebutkan, bahwa Allah telah melunakkan besi bagi Nabi Daud dan mengajarinya cara membuat baju besi, perisai, dan alat-alat perang yang kokoh. Atas izin dan anugerah yang diberikan Allah, Nabi Daud menjadi orang pertama yang mampu membuat baju besi dan peralatan perang yang tangguh. Kisah ini seperti tercantum dalam QS Saba ayat 10 – 11.
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud, lalu Kami berfirman: “Hai gunung-gunung bacalah tasbih berulang bersama Daud, begitu pula burung-burung, dan besi itu kami jadikan lunak di hadapannya, Buatlah serta tenunkan baju besi, lalu kerjakan amalan yang shaleh, sesungguhnya Aku melihat apa-apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Saba, ayat 10-11).
Itulah beberapa kisah Nabi Daud, seorang mantan prajurit yang diangkat menjadi raja berkat kecerdasan dan keberaniannya. Serta beliau merupakan nabi yang menjadi tauladan bagi seluruh umat muslim untuk taat beribadah kepada Allah.
__ADS_1