
Jeniffer Neville dengan sulit membuka mulut, tangan dia yang bergetar sambil memegang segelas alkohol dan berkata:
"Darwin, sejak kamu berpacaran dengan Aliya, aku tidak pernah meminta tolong ke kamu, hari ini tante minta tolong sekali sama kamu, tolong mengaturkan ya?"
Dia itu sepenuhnya berpikir untuk Felix Magath.
Detik itu juga dalam hati Felix Magath merasa tidak nyaman.
Kasih ibu seperti air, tidak peduli anaknya sudah berumur berapa dalam hati seorang ibu, mereka tetap merupakan anak-anak.
Mereka akan selamanya berhati-hati, dan memberi tanpa mengharapkan imbalan.
"Ibu, tidak usah." Felix Magath menarik Jeniffer Neville.
Kini, anak kamu sudah merupakan seorang dewa militer, berkuasa dan terkenal di mana-mana, tidak perlu menunduk ke orang lain lagi.
Termasuk Keluarga Magath di Kota Greek itu!
Darwin Hamilton juga buru-buru membantu Jeniffer Neville untuk berdiri, masih belum berbicara, malah Aliya Elston di samping yang tidak puas, dia dengan tidak sabar berkata: "Ibu, apakah kamu bisa tidak membuat kekacauan sekali saja?"
"Perusahaan Darwin bukan organisasi amal. setiap posisi, setiap pekerjaan, membutuhkan ahli, itu harus diseleksi berkali-kali, Felix Magath tidak ada pendidikan, tidak ada kemampuan, pergi ke sana hanya untuk makan saja?"
"Kamu mau dilihat bagaimana dengan karyawan lain, kamu mau Darwin bagaimana?"
Lewis Elston meletakkan sumpit, dengan nada berat berkata: "Kenapa, belum juga menikah ke sana, sudah berteriak kepada ibu kamu? Sayapmu sudah mulai keras?"
Aliya Elston dengan tampang kasihan: "Ayah, mengapa kamu selalu pilih kasih ke Felix Magath..."
"Sudah, sudah." Saat ini, Darwin Hamilton maju, buru-buru membantu, dia tersenyum dan berkata: "Mertuaku, perkataan Aliya tidak salah, di perusahaan aku, kemampuan teknik dan profesional sangatlah kuat, benar-benar bukan begitu mudah untuk mengatur sebuah posisi."
"Tapi, kalau ibu mertua sudah bersuara, aku sebagai menantu akan melakukannya!"
Di saat Jeniffer sedang kesenangan, dia dengan ekspresi sedang berpikir keras, lalu tersenyum dan berkata ke Felix Magath: "Begini saja, kamar kecil perusahaan kami masih kekurangan seorang pembersih, menurut aku lumayan cocok dengan kamu, bagaimana jika kamu mempertimbangkannya?"
"Biasanya ya mengepel, menyikat toilet, membersihkan tempat buang air kecil, sangat mudah..."
Tatapan Felix Magath menajadi dingin.
__ADS_1
"Omong kosong!"
Lewis Elston langsung berdiri, menunjuk ke arah Darwin Hamilton dan memarahinya: "Dasar, kamu menyuruh anakku untuk membersihkan toilet? Sial, apa yang kamu pikirkan."
"Aduh, ayah mertua jangan berkata seperti itu, bekerja keras tidak ada perbedaan tingkat, kamu yang berpikir terlalu banyak." Darwin Hamilton sangat puas, dia dengan ekspresi seperti tidak apa-apa, angkat gelas anggur:
"Aku bersulang dengan kamu, kamu jangan marah lagi---"
Plak!
Lewis Elston langsung memukul dan menjatuhkan gelas anggur dia, "Siapa ayah mertua kamu, kamu pergi, pergi."
"Aku tidak ada menantu seperti kamu, jauh-jauh dari anakku!"
Raut wajah Darwin Hamilton menjadi suram, orang di sekeliling juga menjadi panik dan berisik.
"Ayah, kamu keterlaluan, kamu mengapa memperlakukan Darwin seperti ini." Aliya Elston sudah tidak tahan lagi, dia mengelap air mata, dengan kasihan berteriak:
"Beberapa tahun ini kehidupan keluarga kita seperti apa, kalau tidak ada Darwin yang selalu diam-diam membantu dalam ekonomi kita, kita dari dulu sudah mati kelaparan, mengapa kamu memperlakukan dia seperti itu?"
"Tapi Felix Magath, kita sudah membesarkan dia, tapi dia langsung pergi dari rumah tanpa sepatah kata pun, sudah sepuluh tahun, tidak ada kabar sama sekali." Aliya Elston dengan kesal menunjuk ke Felix Magath, melampiaskan amarah dia: "Apa dia pernah kontribusi untuk keluarga kita, apakah dia pernah mendapatkan sepeser uang untuk kita?"
Felix Magath mengerutkan alis dan berkata: "Sebelum aku pergi, bukannya meninggalkan sebuah surat tanah?"
"Tanah itu, mencapai seribu hektar, akan segera dijadikan kawasan bisnis, kalian tanpa melakukan apapun, setiap tahun hanya menerima uang sewa juga bisa mendapatkan 2 sampai 3 juta Dollar."
Tanah itu, dia yang meninggalkannya untuk Keluarga Elston, lebih tepatnya dia yang menyuruh Keluarga Magath di Kota Greek untuk memberikannya kepada Lewis Elston, untuk menyelesaikan kekhawatiran dia.
Dia dulu masih bingung, mengapa dirinya sudah meninggalkan kekayaan yang begitu besar, tapi Keluarga Elston sudah sepuluh tahun masih tinggal di rumah lama, menggunakan perabotan lama.
Dia awalnya mengira, Keluarga Elston enggan untuk boros, tapi kini kalau dilihat, sepertinya bukan begitu.
"Haha, Felix Magath, kamu masih berani menyebut surat tanah kamu itu!" Aliya Elston mendengar perkataan itu langsung mendengus, "Kalau bukan karena surat tanah kamu itu, keluarga kita juga tidak bisa mengalami bencana yang begitu besar!"
Raut wajah Lewis Elston langsung berubah, "Diam, kamu jangan melanjutkannya lagi!"
"Kenapa jangan, aku malah mau bilang---" Dia dengan kesal berteriak: "Justru karena surat tanah itu, ayahku menjadi incaran Carlos Devan dari Four Seas Group!"
__ADS_1
"Sekelompok binatang itu sangat kejam, tidak ada kejahatan yang mereka tidak lakukan, di Kota Dreams siapa yang berani melawan mereka? Mereka merebut surat tanah yasudah, tapi mereka juga mematahkan satu kaki ayah."
"Sekarang di kaki kanan ayah masih ada pen, setiap musim hujan, dia akan kesakitan, apakah kamu tahu?"
"Hmmm"
Otak Felix Magath menjadi kosong, dia tiba-tiba berdiri.
Di lokasi juga tiba-tiba menjadi hening, hanya Darwin Hamilton yang senang karena ini, dia senang melihat Felix Magath malu!
Jeniffer Neville diam-diam mengelap air mata, Lewis Elston lebih-lebih menghindari tatapan, diam-diam memundurkan kaki kanannya, dia tertawa dan berkata: "Jangan mendengarkan gadis ini asal berkata, hanya luka ringan, sudah sembuh sejak lama."
"Aku dulu juga keluaran pasukan pengintai, sekelompok bocah itu, bisa melukai aku? Haha, mereka yang terluka lebih parah."
Felix Magath hanya terdiam, dia bersujud dengan satu lutut, lalu menarik kaki Lewis Elston, ada bekas luka yang sangat jelas, kira-kira 10 sentimeter, di dalam ada bentuk pen yang terlihat jelas.
Felix Magath menekannya, "Apakah sakit?"
"Sshh.. Puas, benar-benar ada kekuatan!"
Lewis Elston menggertakkan gigi, keningnya sudah berkeringat dingin, tapi malah tertawa: "Bocah, ayah kamu ini seumur hidup menjadi tentara, setelah pensiun juga sangat membosankan, untung saja ada sedikit luka ini, di saat mendung atau hujan, bisa membantu menghilangkan jenuh, haha, ini hal yang baik."
Dia menepuk pundak Felix Magath, dengan raut wajah serius dan tegas berkata: "Bocah, orang-orang di Four Seas Group hanyalah preman, kamu tidak usah memedulikan mereka."
"Jangan membalas dendam untuk aku, pokoknya jangan pergi mencari mereka, kalau tidak, aku Lewis Elston tidak ada anak seperti kamu, apakah kamu mendengarnya?"
Dia takut kalau Felix Magath mencari mereka, lebih takut lagi dia kehilangan nyawa karena itu.
Dia sendiri sudah berumur, tersakiti sedikit, memangnya bisa kenapa?"
"Baik." Felix Magath mengiyakan, lalu diam.
"Dasar tidak berguna." Di saat Felix Magath melewati samping Aliya Elston, dia tertawa mengejek. "Kalau kamu hebat, buatlah Carlos Devan minta maaf ke ayah, dan dapatkan surat tanah kita kembali."
"Apakah kamu bisa melakukannya?"
Lewis Elston dengan kesal berteriak: "Aliya!"
__ADS_1
"Aku memang, tidak bisa melakukannya."