
Di tengah riuhnya perjuangan mereka membongkar skandal besar, hubungan antara Alex dan Emma semakin kuat dari hari ke hari. Meskipun mereka tengah menghadapi tekanan dan risiko yang luar biasa, cinta yang mereka miliki satu sama lain adalah pilar yang tak tergoyahkan dalam hidup mereka.
Suatu pagi, suasana cerah yang dipenuhi sinar matahari membuat suasana hati Alex semakin terang. Dia merasa bahwa saatnya telah tiba untuk mengabadikan cinta mereka dalam sebuah janji yang lebih dalam. Sudah lama dia merenungkan keputusan ini, dan dia tahu bahwa sekarang adalah waktu yang tepat.
Setelah berdiskusi dengan beberapa teman terdekat, Alex mengatur sebuah rencana yang akan membuat hari itu tak terlupakan bagi Emma. Dia menghubungi Emma dan memintanya untuk datang ke suatu tempat di mana mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Ketika Emma tiba di sana, dia terkejut melihat suasana yang indah di depan matanya. Pemandangan pantai yang menakjubkan dipenuhi dengan bunga-bunga segar dan hiasan-hiasan yang cantik. Dan di tengah-tengah semuanya, Alex berdiri dengan tatapan yang penuh cinta.
Dengan senyuman hangat, Alex berjalan mendekati Emma dan memandanginya dengan penuh kasih. "Emma, sejak pertama kali kita bertemu, hidupku telah berubah dengan cara yang tak terduga. Kita telah berbagi begitu banyak momen indah bersama, dari tawa hingga tangis. Dan dalam semua itu, aku merasa bahwa kau adalah seseorang yang sangat istimewa."
__ADS_1
Emma merasa detak jantungnya semakin cepat. Dia merasa bahwa momen ini adalah momen yang dia tunggu-tunggu, tetapi tidak pernah berani berharap terlalu banyak. "Alex..." bisiknya dengan lembut.
Dengan satu langkah maju, Alex berlutut di hadapan Emma. Dia membuka kotak kecil yang dia pegang dan mengungkapkan cincin yang gemerlapan di dalamnya. "Emma, apakah kau mau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku? Aku ingin kita melangkah maju dalam perjalanan ini, menghadapi segala hal dengan cinta dan dukungan."
Air mata bahagia mengalir di pipi Emma. Dengan tangan yang gemetar dan hati yang penuh dengan emosi, dia menjawab dengan suara lembut, "Ya, Alex, aku mau! Aku mau menjadi bagian dari hidupmu dan membentuk masa depan bersama-sama."
Saat cincin diletakkan di jarinya, kedua hati mereka merasa lebih dekat daripada sebelumnya. Teman-teman mereka yang hadir merayakan momen indah ini dengan sorakan dan tawa. Dan di bawah langit biru yang cerah, Alex dan Emma merasakan bahwa hari ini adalah permulaan dari babak baru dalam kehidupan mereka yang akan penuh dengan cinta, kebahagiaan, dan perjuangan bersama.
Namun, dalam perjalanan menuju pernikahan mereka, Alex dan Emma dihadapkan pada tantangan yang tak terduga. Putra Emma, Daniel, yang awalnya skeptis terhadap hubungan ibunya dengan Alex, mulai mengungkapkan perasaannya yang tidak senang. Dia merasa cemburu dan khawatir bahwa hubungan baru ini akan merusak hubungannya dengan ibunya.
__ADS_1
Emma merasa bimbang dan sedih dengan konflik ini. Di satu sisi, dia sangat mencintai Alex dan ingin membangun masa depan bersamanya. Di sisi lain, dia juga merasa bahwa tanggung jawabnya sebagai ibu harus tetap diutamakan. Dia ingin memastikan bahwa Daniel merasa diberi perhatian dan cinta yang cukup.
Alex, yang selalu memahami pentingnya hubungan keluarga, berbicara dengan Daniel secara pribadi. Dia berusaha membuka hati dan berbicara dengan jujur tentang niat baiknya terhadap Emma dan bagaimana dia ingin menjadi bagian dari keluarga mereka. Dia juga meyakinkan Daniel bahwa pernikahan mereka tidak akan mengubah perasaan dan perhatian yang mereka miliki satu sama lain.
Setelah percakapan yang jujur dan tulus, Daniel mulai membuka hati dan menerima Alex dalam hidup mereka. Meskipun masih ada ketidakpastian, dia merasa bahwa Alex adalah orang yang baik dan peduli terhadap ibunya. Emma merasa haru melihat perkembangan ini, dan dia tahu bahwa dia harus terus membangun kedekatan dengan putranya.
Pernikahan Alex dan Emma akhirnya tiba dengan suasana penuh kebahagiaan dan harapan. Keluarga dan teman-teman berkumpul untuk merayakan momen ini, menyaksikan dua orang yang sangat dicintai bersatu dalam ikatan suci. Daniel, dengan senyuman di wajahnya, berdiri di samping ibunya sebagai saksi pernikahan mereka.
Upacara pernikahan itu penuh dengan kehangatan dan emosi. Alex dan Emma saling berjanji untuk saling mendukung, mencintai, dan berbagi dalam kebahagiaan dan kesedihan. Mereka merasa bahwa saat ini adalah awal dari babak baru dalam hidup mereka, di mana cinta dan hubungan keluarga akan terus menjadi prioritas utama.
__ADS_1
Bab 15 berakhir dengan gambaran Alex dan Emma yang berjalan keluar dari upacara pernikahan, di tengah sorakan dan aplaus dari semua yang hadir. Dengan tangan yang saling berpegangan dan senyuman yang bahagia, mereka merasakan bahwa mereka telah memasuki fase baru dalam perjalanan hidup mereka. Dalam cinta yang kuat dan janji yang tulus, mereka siap untuk menghadapi setiap tantangan yang akan datang sebagai pasangan yang telah bersumpah untuk hidup bersama selamanya.