
Saat ini Ye Ling dan Ye Ning menyantap steak ayam dengan lahap, Terutama Ye Ning ketika dia memakan steak ayam buatan Su Ping matanya langsung berbinar seperti menemukan sebuah harta karun.
"Enak, sangat enak, kakak tampan selain wajahmu yang tampan masakan mu sangat enak". Puji Ye Ning sambil terus memakan steak ayam.
Mendengar perkataan gadis kecil itu Su Ping merasakan perasaan senang dalam hatinya, Perasaan yang telah lama tidak pernah dia rasakan, tapi dari luar wajahnya tetap tanpa ekspresi seperti biasa.
Setelah menghabiskan steak ayam tersebut kedua kaka beradik itu membayar makanannya, walaupun yang membayarnya adalah Ye Ning.
"kami pergi dulu pemilik Su, besok aku akan datang lagi". ucap Ye Ling seakan-akan tidak berniat mengajak Ye Ning lagi.
"Sampai jumpa kakak tampan, masakan mu sangat enak besok aku akan berkunjung lagi". Ucap Ye Ning dengan senyum nya yang manis.
"Oke".Jawab singkat Su Ping dan berbalik masuk toko untuk membersihkan bekas makan kedua kakak beradik tersebut.
Setelah selesai bersih-bersih Su Ping duduk kembali di depan restoran dan memakan matanya seperti biasanya sambil menunggu pelanggan lain yang datang walaupun dia ragu akan ada pelanggan lagi yang datang.
Saat matahari sudah sore hari dan sudah waktunya restoran tutup Ye Ning bangkit dari tempat duduk nya hendak menutup toko.
Melirik ke samping tempat dia duduk terlihat Long Jin yang masih tertidur dengan pulas, melihat itu Su Ping menggelengkan kepalanya dan berjalan masuk kedalam toko tak lupa dia meletakkan tanda tutup di depan restoran.
Saat di rasa tidak ada yang di perlukan lagi, Su Pimg berjalan menuju dapur dia hendak membuat anggur, Namun dia bingung ingin membuat anggur seperti apa.
Setelah beberapa saat berpikir Su Ping telah tau dia hendak membuat anggur seperti apa.
Lalu, Su Ping membuka lemari khusus sayuran dan buah-buahan dia mengambil apel lava yang hanya tumbuh di sekitaran gunung berapi dan grape frost yang hanya bisa tumbuh di suhu -40 derajat kedua buah tersebut merupakan buah roh bintang 3 serta Su Ping mengambil daun mint.
__ADS_1
Setelah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, Su Ping mengambil dua tong kecil yang terbuat dari kayu dan memeras apel lava dan grape frost hingga semua air yang ada di kedua buah tersebut benar-benar kering, Su Ping memeras beberapa buah lagi hingga tong kecil itu penuh, setelah kedua tong kecil itu penuh lalu Su Ping memasukan daun mint yang sudah dihaluskan ke dalam masing-masing tong dan dia menutup kedua tong itu dengan rapat sehingga tidak ada angin yang masuk.
Setelah semuanya selesai Su Ping memasukkan kedua tong kecil itu kedalam lemari khusus yang telah diberikan elemen ruang dan waktu, sehingga satu hari di dunia nyata sama dengan satu tahun di dalam lemari tersebut.
Su Ping berencana menyimpan anggur tersebut selama 3 hari di dunia nyata atau 3 tahun di dalam lemari.
Setelah semua selesai Su Ping membersihkan dapur nya, dan setelah selesai membersihkan dapur Su Ping naik ke atas untuk mandi lalu pergi tidur.
****
Pagi selanjutnya.
Su Ping melakukan aktivitas pagi seperti yang biasa dia lakukan dan kembali duduk di depan restoran ditemani dengan Long Jin dipangkuan nya.
Seperti biasa yang datang ke restorannya hanya seorang pemuda cantik dan seorang gadis kecil.
" Kakak tampan aku juga ingin steak ayam".Ucap gadis kecil itu.
"Baiklah, tunggu sebentar".Ucap Su Ping berjalan menuju dapur dan membuatkan pesanan mereka berdua.
Setelah selesai makan dan membayar mereka pun pergi dari restoran itu.
Tiga hari telah berlalu, seperti biasa yang datang hanya kakak beradik itu.Dan sekarang adalah waktunya melihat air buah yang sudah di diamkan selama 3 hari di dalam lemari yang telah di beri elemen ruang dan waktu itu.
Su Ping mengeluarkan dua tong kecil dan membuka salah satu ketika tutup tong kecil itu dibuka bau yang sangat harum menyebar sampai keluar restoran dan terlihat didalam tong kecil itu ada air berwarna merah seperti lava, sudah jelas kalau ini adalah air dari apel lava.
__ADS_1
Dan ketika Su Ping membuka tong kecil satunya yang berisi grape frost sekali lagi bau harum dari buah yang di fermentasi menyebar sampai keluar toko dan membuat hawa menjadi dingin.
"Hmm ... lumayan harum untuk buah yang hanya berada di peringkat 3". ujarnya merasa puas dengan hasilnya.
Setelah itu Su Ping mengambil tong yang lebih besar dan menuangkan kedua tong kecil itu kedalam tong besar yang sudah di siapkan.
Lalu, Su Ping mengaduk air buah yang telah didiamkan selama tiga tahun itu hingga tercampur merata, kemudia Su Ping mengambil kendi dan mengisi kendi tersebut hingga penuh, setelah menuangkan semua air yang ada didalam tong tersebut Su Ping mendapatkan sebanyak dua belas kendi anggur.
Su Ping mengambil satu kendi untuk dia minum dan menyimpan sebelas kendi lainnya kedalam lemari untuk di jual.
Su Ping mengambil gelas dan menuangkan anggur itu hingga gelas tersebut penuh, lalu dia meminum anggur dan saat anggur itu masuk kedalam mulutnya dia merasakan panas mengalir ke seluruh badannya yang berasal dari apel lava setelah beberapa saat digantikan oleh rasa dingin dari grape frost.
"Anggur yang enak walaupun terbuat dari bahan kelas bawah, ya walaupun sudah pasti enak karena aku yang membuatnya".Puji Su Ping pada dirinya sendiri.
" Baiklah saatnya memberikan nama pada anggur ini".Ucapnya.
Setelah beberapa saat dia memutuskan untuk memberikan nama anggur itu "Frozen Lava" dan menetapkan 20 batu roh untuk satu kendi anggur itu.
Setelah menghabiskan anggur itu Su Ping tidak mabuk, bagaimanapun dia sudah pernah menicicpi anggur terbaik di alam dewa sehingga anggur ini tidak membuatnya mabuk.
Lalu Su Ping membuat anggur itu kembali untuk stock restoran supaya ketika anggur yang telah jadi tersebut habis dia memiliki anggur yang lain.
Selesai membuat bahan-bahan yang di perlukan Su Ping membersihkan dapur dan setelah itu dia naik ke atas untuk mandi dan segera tidur.
****
__ADS_1
Malam berlalu dengan cepat dan digantikan dengan terangnya sinar matahari, dan di sebuah gang yang sepi terdapat sebuah restoran kecil yang didepannya terlihat seorang pemuda sedang duduk ditemani seekor kucing gemuk, yap itu adalah Su Ping yang sedang menunggu pelanggan didepan restorannya.