Kosong Jangan Baca

Kosong Jangan Baca
chapter 1


__ADS_3

“koraaan”


suara cukup keras itu membangunkan anak muda dari mimpi indahnya, anak muda itu membuka matanya yang sudah dari malam tertutup,


saat membuka matanya dengan pupil hitam dan bulu mata yang cukup tajam ia melihat jam dinding di kamarnya dan mengetahui kalau sekarang sudah pukul 06.00 pagi,


dengan sedikit meregangkan tubuhnya, anak muda itu terbangun dan memperlihatkan otot perutnya yang sedari tadi tertutup oleh selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya


dengan santai ia melihat kalender di dinding kamarnya dengan tujuan untuk melihat rencana apa saja yang akan ia lakukan pagi ini,


seperti biasa ia akan ke sekolah dari jam 7 sampai jam 12 siang, belanja bulanan sampai jam 12.30, dan banyak lagi kegiatan kecil lainnya


di umurnya yang baru 16 tahun, anak muda itu cukup pintar dalam hal intelligence, dan me management waktu dan keuangan.


(menejement waktu, mengatur seluruh waktu dan kegiatan yang akan direncanakan)


kemudian ia mengambil handuk yang menggantung di belakang pintu kamarnya, dan meletakkannya di pundaknya, ia perlahan berjalan keluar sambil merapikan rambut hitamnya yang cukup acak acakan


saat sudah keluar, terlihat sebuah pajangan nama di depan pintu itu yang bertuliskan Lyon


ya itu adalah nama dari anak muda itu, ia tinggal sendiri karena kedua orang tuanya menyuruh ia mandiri dan hidup diluar sana tanpa persiapan apapun


sebelum kekamar mandi, Lyon membuka pintu luar dan melihat seikat koran berada di bawah pintunya, tanpa basa basi ia mengambil koran itu dan melihat sekitar rumahnya yang hanya ada gerbang kayu kecil dan tanaman tanaman yang ia pelihara


Lyon menutup pintu meletakkan koran itu di meja kaca dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


10 menit berlalu, saat keluar dari kamar mandi, tubuhnya sedikit tampan dari yang sebelumnya, wajahnya yang putih bersih dan otot otot indah di perut dan tangannya


setelah itu Lyon kekamar dan memakai seragam putih biru seperti biasa di hari Senin, dengan sedikit merapikan rambut ia terlihat sangat tampan dari tadi


Lyon keluar dari kamar pergi ke dapur dan membuka kulkas, disana hanya ada 2 apel dan 1 botol susu sapi yang cukup besar


Lyon mengambil susu itu dan menuangkannya digelas, sambil perlahan membuka koran yang ia ambil di luar tadi,


sambil duduk dengan santai Lyon menatap koran yang berada di depannya dengan segelas besar yang berisi susu yang ia tuangkan tadi


20 menit berlalu, tidak ada yang terlalu menarik dari isi koran itu, hanya ada berita bola, berita kriminal lokal dan hal hal lainnya, saat membaca koran Lyon juga mengecek handphonenya, mungkin saja ada pesan chat yang penting, itulah kira kira pemikirannya


saat melihat koran dan susunya sudah habis, Lyon pergi ke kamar mengambil tas dan buku yang tersusun di meja belajar

__ADS_1


ya buku, walaupun masuk usia anak muda, Lyon lebih suka membaca buku ketimbang menghamburkan uang di tempat tidak penting, sehari setidaknya ia membaca 50 - 100 halaman, terdengar gila tapi itulah kenyataannya


buku buku yang disukai Lyon biasanya buku novel fantasy dengan genre action didalamnya, walaupun menurut orang membosankan tapi bagi Lyon itu sangat seru karena dapat menuangkan imajinasi di dalam otak sendiri


tapi terkadang Lyon juga membaca buku seperti 'cara mengelola keuangan' atau buku buku penting lainnya


setelah menyiapkan hal lainnya, Lyon menyapu rumah, menyiram tanaman, dan melakukan hal kecil lainnya, walaupun hal kecil Lyon berusaha melakukannya supaya hal itu menjadi kebiasaan baginya


setelah mengira semuanya selesai Lyon mengunci pintu luar dan menutup pagar kayu dengan tinggi sekitar 1 setengah meter.


di tangan kirinya sekarang ada buku yang ia baca, di tangan kanannya ada aoel yang baru ia makan,


dengan sedikit demi sedikit memakan apel ditangannya, ia juga memerhatikan sekelilingnya dan hanya ada ibu ibu lewat dan anak kecil yang berlarian, Lyon kemudian menghiraukannya dan kembali lagi ke bukunya


setelah setengah perjalanan, Lyon masuk ke dalam toko roti yang ia lihat dijalan dan masuk kedalamnya, Lyon membeli sandwich doeble dengan isi coklat didalamnya, bukan tanpa alasan ia rasa hanya dengan susu dan satu apel tidak akan membuatnya kenyang


sekarang sandwich berada di mulut Lyon dan Lyon belum memakannya melainkan menggigit ujungnya sehingga sandwich itu tidak jatuh ke tanah,


.


10 menit berlalu dan sekarang Lyon berada di depan gerbang sekolahnya, sekolahnya ramai seperti biasa, banyak murid murid lain yang datang kesekolah seperti Lyon,


sekolah Lyon bernama SMA Nusa bangsa, berada di kota Bandung di jalan xxx, dengan sandwich yang sudah habis Lyon melihat jam tangan yang ia pakai dan melihat jam sudah menunjukan pukul 06.50 yang berarti 10 menit lagi akan masuk kelas


TINGG....... TINGG


suara lonceng tiba tiba berbunyi yang menandakan kelas akan berlangsung, Lyon yang sudah berada di kelas duduk di pojok kelas sambil memandangi pemandangan dari jendela kelasnya, kelasnya tampak seperti biasa dengan murid yang biasa,


seperti biasa guru masuk dan menjelaskan materi yang akan dibahas, kelas berlangsung seperti biasa, tidak ada yang istimewa, Lyon hanya memandangi buku pelajaran dan penjelasan yang diberikan guru


.


jam 12 siang


TING..... TING..... TING......


lonceng sekolah berbunyi 3x yang menandakan pelajaran telah berakhir dan waktunya pulang, terlihat Lyon sambil memegangi bukunya perlahan berjalan keluar mendekati gerbang


“sekarang aku akan belanja makanan bulanan” ucap Lyon dengan pelan sembari melihat jadwal di kalender handphonenya

__ADS_1


lalu Lyon melihat keadaan sekitar dan memikirkan dimana dia akan belanja, lantaran indomart dan asiamart sama sama menawarkan diskon yang menggiurkan, tak mau terlalu berfikir Lyon langsung menuju ke arah kanan yang berarti ke indomart DNA sekalian ke arah rumahnya,


GUK....GUK....GUKK


di tengah perjalanan Lyon melihat seekor anak anjing yang sedang menggonggong kearahnya, karena penasaran ia menoleh kebawah kanan dan mendapati anjing abu abu yang sangat kurus kering dan bahkan tulangnya saja sudah kelihatan


dengan naluri hatinya Lyon membuka kantong celananya dan mengambil roti di dalamnya, saat melihat roti itu, anjing itu kembali menggonggong seperti menginginkan roti itu, tanpa pikir panjang Lyon langsung merobek bungkusnya dan meletakkannya di depan anjing itu


anjing itu mundur beberapa langkah karena tangan Lyon mendekat kearahnya, bukan tanpa alasan itu adalah naluri alamiah dari anjing karena mungkin trauma dari masa lalunya


saat melihat Lyon meletakkan rotinya, anjing itu perlahan maju dan mulai mengendus roti itu dan tanpa pikir panjang ia langsung memakannya


Lyon yang melihat itu langsung mengelus kepala anjing itu, dan terlihat anjing itu menikmati elusan dari Lyon yang pikirannya elusan itu sangat hangat dan lembut


setelah merasa anjing itu sudah kenyang, Lyon meninggalkan anjing itu dengan berlari karena saat melihat jam di tangannya ia mungkin sedikit terlambat dan langsung meninggalkan anjing itu


saat melihat kiri kanan Lyon hanya melihat mobil hitam yang berjalan cukup lambat di depannya, Lyon langsung menenangkan diri dan memutuskan untuk menyeberang dengan santai dan tenang,


setelah dilihat mobil itu bergerak cukup lambat, Lyon langsung menyeberang dengan cukup santai, saat berjalan di tengah jalan raya instingnya langsung menyadari dan ia menoleh kekanan, ia langsung terkejut saat mobil hitam itu langsung bergerak cepat seperti sudah mengincar dirinya dari tadi,


karena jalan raya yang cukup luas, Lyon berlari sekencang kencangnya dari tengah jalan tersebut, mendapati beberapa langkah lagi ia sudah sampai saat menoleh Lyon langsung terkejut karena mobil itu sudah tinggal beberapa centi lagi akan menabrak dirinya


“oy oy oy matte ma-”


'BRUUK'


belum selesai ngomong, mobil itu sudah menabrak perutnya dengan cukup cepat, alhasil tubuh Lyon terpental belasan bahkan puluhan meter jauhnya,


saatayang di udara Lyon tidak bisa memikirkan apa apa karena kakinya bergesekan dengan jalan raya cukup keras dan alhasil kakinya lecet dan berdarah, saat khendak jatuh dari melayangnya, Lyon langsung menggunakan tangannya untuk menahan sakit di wajahnya namun hasilnya sia sia, tangannya malah patah dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, wajahnya langsung bertabrakan dengan aspal yang cukup keras


“ah siall!!!” gumamnya saat merasa kesakitan di seluruh tubuhnya


.


kini tubuh Lyon sudah sangat mengenaskan, pikirannya buyar, tubuhnya kesakitan dan gemetaran, matanya tinggal terbuka setengah dan penglihatannya buram dan kabut.


Lyon tidak bisa berkata apa apa bahkan tidak bisa berpikir apa apa. di sela sela matanya yang sudah sangat berat untuk dibuka, pikirannya sudah cukup tenang namun terlambat, ia sudah tidak tahan dan matanya tertutup secara perlahan walau ia sadar beberapa orang panik dan langsung menelpon ambulance.


“oy oy oy, apa aku akan mati secepat ini!” itulah kata terakhirnya sebelum ia menutup matanya dan bernapas untuk terakhir kalinya

__ADS_1


.


.......................


__ADS_2