
Sekertaris han pun keluar pun keluar dari rungan presidir, lalu menghubungi seseorang
haloo,, ''ujar wanita di seberang sana
haloo, apa benar ini dengan nona Icha,, ''tanya sekertaris han
iya benar ini saya sendiri, ini dengan siapa yah,, ''tanya icha
apa anda punya waktu sebentar saja nona, karena ada hal penting yang ingin saya beritahu,, ''ujar sekertaris han
ada, tapi ini dengan siapa yah,, ''tanya icha
namun tidak dijawab oleh sekertaris han
bisa kah anda ke cafe x,, ''ujar sekertaris Han
bisa tapi jam berapa,, ''tanya icha dengan ragu ragu karna icha tidak mengenali orang yang meneleponnya ini dirinya
baiklah nona jam 12 siang ini saya menunggu nona di cape x meja no 1,, ''ujar sekertaris han
lalu mematikan ponsel nya
halo,, haloo, ''ujar icha lalu melihat kearah ponsel itu karna telponnya telah dimatikan
ini siapa sih, ngga kenal juga tiba tiba telpon minta ketemu ngga tau asalnya dari mana ehh langsung matiin telponya sangat tidak sopan,, ''ujar icha yang masih mengupat kearah layar hp nya
icha yang masi berada di ruang icu pun pamit ke ibunya untuk pergi sebentar, karna ini sudah jam 11 lewat sedangkan dia janjian sama orang yang tidak dikenalinya itu jam 12 siang ini.
kamu mau kemana nak,, ''ujar ibu icha yang masi sangat pucat dengan suara yang lemas
icha ada urusan kerjaan bu sebentar saja,, ''ujar icha
baiklah nak pergilah sayang,, ''ujar ibu icha
icha sebelum pergi menciumi kening ibunya, lalu memesan ojek online untuk ke cafe x
sekertaris han masuk keruangan tuan dafa , tuan saya sudah menelpon nona icha dan berjanjian bertemu pada jam 12 siang ini di cafe x
okee,, ''ujar dafa lalu lalu berjalan diikuti oleh han
di cafe x
han dan tuan dafa diluan sampai dari icha karna jarang prusahaan dengan cape x cukup dekat
aa kau sudah menyiapkan berkas nya,, ''tanya tuan dafa pada han
sudah tuan,, ''ujar Sekertaris Han
__ADS_1
mereka pun duduk di meja no 1
tak lama nairah oun sampai di depan kafe x langsung memasuki cafe itu dan bertanya pada salah satu pelayan cafe x
mba meja no 1 dimana,, ''tanya icha
itu di ujung sebelah kanan mba dekat jendela,, ''ujar mba pelayan
terimakasi mba,, ''ujar icha tersenyum ke arah pelayan lalu pergi langsung ke arah yg di beritahukan mba pelayan tadi
sesampainya di depan meja icha terkagut melihat orang yg duduk si kursi adalah tuan dafa, dan 1 orang berdiri dibelakangnya
Tu-tuan,, ''ujar icha terbata bata melihat tuan dafa
silahkan duduk nona,, ''ujar sekertaris han
icha pun menarik kursi lalu duduk di depan tuan dafa
ada ingin memberitahukan apa pada ku tuan,, ''tanya icha
namun tidak dijawab sama sekali dengan tuan dafa
apa benar ibu anda sedang sakit keras nona,, ''tanya sekertaris han
iya benar,, ''ujar icha dari mana dia tau ibuku sedang sakit apa dia mengikuti ku atau dia ini dukun atau peramal gumam icha dalam hati
jadi saya menawarkan adanda kerja sama nona,, ''ujar sekertaris han
kerja sama bagaimana maksudnya aku tidak mengerti,, ''ujar icha
tuan saya bisa membantu biaya pengobatan ibu nona asal ibu nona mau menikah dengan tuan saya,, ''ujar sekertaris han
Apa*** pekik icha terkaget menikah masi menatap ke arah sekertaris han
iya nona, ada menikah dengan tuan saya dan tuan saya akan membiayai rumah sakit ibu nona,, ''ujar sekertaris han
tapi,, ''ujar icha terhenti, menikah dengan klien nya yang penah tidur dengannya, dia ini sebenarnya siapa sih kenapa bisa tau nama ku san ibuku yg sedang sakit dan kenapa tiba tiba minta menikah pula aku lan tidak mengenalnya
tapi apa nona, anda tenang saja nona ini hanya pernikahan kontarak selama 99hari saja,, ''ujar sekertaris han
icha pun memberanikan dirienatap ke arah tuan dafa
kenapa anda mau menikah dengan saya tuan,, ''tanya icha menatap ke arah dafa
namun dafa tidak menjawab icha
kami menawarkan hal baik nona, ini juga buat kesehatan ibu anda kan,, ''ujar sekertaris han
__ADS_1
icha pun terdiam, dirinya bingung mau terima atau tidak karna dia tidak tau siapa tuan dafa dia berpikir nanti tuan dafa sudah mempunyai istri tapi kalau di terima biaya rumah sakit ibunya akan dibiayai,, gumamnya dalam hati
apa tuan dafa tidak mempunyai istri,, ''tanya icha
tidak nona,, ''ujar sekertaris han siapa yang mau dengan tuan dafa aku aja melihatnya takut gumam sekertaris han dalam hati
kalau aku tidak terima kesian ibu ibu perlu biaya besar untuk pengobatanya, lagi pula sampai kapan aku mau berkerja di club malam gumamnya dalam hati
tapi apa benar ini hanya nikah kontrak,, ''ujar icha karna dia sebenarnya tidak mau sama dafa karna menurunya dafa adalah lelaki yang gila akan perempuan yg rela tidur bersama perempuan mana saja
iya nona saya membawa berkas perjanjian nikah kontraknya ,, ''ujar sekertaris han
baiklah,, ''tidak apa icha kau kan tidk mencintainya hanya 99hari saja ini demi pengobatan ibu mu icha,
mana berkasnya,, ''ujar icha
ini nona,, ''ujar Sekertaris Han memberikan map coklat kepada nona icha
SURAT PERJANJIAN
PIHAK PERTAMA : DAFA MATRA
PIHAK KEDUA : KEYSA RAHMADANI
apa yang dikatakan pihak pertama adalah benar dan itu adalah perintah
pernikahan hanya berjalan 99hari, dan tidak akan menyentuh pihak kedua
3.pihak pertama berhak mengubah isi surat perjanjian secara sepihak
maksudnya poin ketiga apa ,, ''tanya icha
tuan dafa berhak mengubah poin 2 nona,, ''ujar sekertaris han
mengubah maksunya,, ''tanya icha
mengubah contonya pernikahan kan tertulis 99 hari tapi tuan dafa hanya mau nya selama 60 hari saja itu bisa nona,, ''ujar sekertaris han
kenapa aku sepertinya dibodohi gumam icha dalam hati tapi tidak apa aalah kan aku tidak disentuh olehnya juga lagi pula siapa yang mau sama gadis yang tidak suci sepertikulagi pula kan kalau aku sudah pisah aku punya setatus jelas tidak perawan karna aku sudah menjadi janda, lagi pula hanya 99 hari saja setelah itu kan aku bisa bebas seperti biasanya gumam icha dalam hati
jadi bagaimana nona,, ''tanya sekertaris han saat melihat icha melamun
baiklah dan langsung mengambil pulpen yang disediakan oleh sekertaris han di atas meja
__ADS_1
selesai menandatangani dia pun memberikan maf coklat itu kemali ke sekertaris han
sebenarnya icha bimbang dalam hatinya memilih keputusan ini namun tidak ada jalan lain lagi, untuk pengobatan ibunya