
Setelah menyelesaikan mata kuliah, indah langsung menuju ke parkiran walau sedikit terkilir tapi itu tidak masalah bagi indah.
"Indah apa kau tidak kesakitan " ucap Sena.
"Hanya terkilir Sena, tidak ada luka lain " ucap indah.
"Baiklah " ucap Sena.
"Ini helm mu, aku akan mengantar mu pulang " ucap Sena.
"Kau memang yang terbaik " ucap indah.
Saat mereka sedang di perjalanan menuju parkiran, tiba-tiba seorang wanita yang berdiri di samping mobilnya dan saat melihat orang yang dia cari sudah ada di sana dia langsung menuju indah.
"Dengan nak indah " ucap seorang wanita paruh baya, indah yang sedang menggunakan helm langsung menghentikan pergerakan nya.
"Benar saya indah, maaf nyonya ada apa " ucap indah.
"Bisa kita bicara berdua " ucap Jessi.
Indah langsung melepas kembali helm yang sudah dia pakai.
"Maaf nyonya boleh saya tau apa saya melakukan kesalahan " ucap indah.
"Andai saja putri ku seperti ini " Jessi membatin.
"Nyonya " ucap indah sambil melambaikan tangannya.
"Indah seperti nya aku pernah melihat wanita ini " bisik Sena.
"Siapa " bisik indah balik.
"Kalau tidak salah dia seorang jaksa terkenal itu " bisik Sena.
"Benarkah " ucap indah, Sena mengangguk setelah dia yakin jika benar wanita yang di hadapannya seorang jaksa.
"Nyonya " ucap indah lagi.
"Ha, iya nak " ucap Jessi.
"Maaf nyonya, kalau boleh tau apa yang ingin nyonya bicarakan " ucap indah sopan, sebelum menjawab Jessi memandang Sena .
"Indah aku menunggu di sana " ucap Sena.
"Tidak apa nak biar Tante saya yang antar indah, kau pulang lah " ucap Jessi.
"Baiklah, indah pulang dulu maaf sudah merepotkan Tante " ucap Sena sebelum pergi.
"Kau hati-hati Sena " ucap indah, setelah mengembalikan helm nya, Sena hanya melambaikan tangan merespon ucapan indah.
__ADS_1
Setelah kepergian Sena, tinggal mereka berdua di sana.
"Nyonya tidak baik jika bicara berdiri, bagaimana jika kita ke cafe depan " ucap indah.
"Tante saja sayang, tidak perlu panggil nyonya " ucap Jessi.
"Baik Tante, mari " ajak indah.
Setelah mereka pergi ke cafe depan kampus, mereka saling pandang.
"Tante " ucap indah.
"Maaf sayang, Tante hanya ingin memastikan kaki mu baik-baik saja " ucap Jessi.
"Kaki " ucap indah bingung.
"Tante, mommy Marni " ucap Jessi.
"Bagaimana mommy nya berbanding balik dengan si ondel-ondel yang sombong " indah membatin.
"Tante hanya ingin memastikan jika kau tidak terluka " ucap Jessi.
"Tante seperti yang Tante lihat saya tidak terluka " ucap indah dengan senyum .
"Tapi kaki mu pasti terkilir sakit nak " ucap Jessi.
"tidak sama sekali Tante, hanya terkilir " ucap indah santai.
Setelah menghabiskan waktu 30 menit berbicara mereka memutuskan untuk pulang.
"Yakin tidak ingin Tante antar sayang " ucap Jessi.
"Terima kasih Tante, tidak perlu indah sudah pesan ojek lagi pula Tante ada pekerjaan penting " ucap indah.
"Maaf ya nak, Tante pergi dulu jika terjadi sesuatu jangan sungkan untuk hubungi Tante " ucap Jessi sebelum pergi.
"Baik Tante " ucap indah.
"Tante hati-hati " ucap indah.
Setelah kepergian Jessi pria berjaket ojek berhenti di hadapan nya.
"Dengan nona indah " ucap pria tersebut.
"Iya saya sendiri, bapak dengan pak Viki " ucap indah.
"Benar nona, ini helm nya " ucap pria ojek tersebut.
"Terima kasih pak " ucap indah, setelah selesai menggunakan helm nya batu mereka jalan.
__ADS_1
****
Sedangkan Jessi yang sedang menuju kembali ke kantor nya, dia mengingat pertemuan dengan indah.
"Andaikan Marni seperti indah, sudah baik sopan santun dengan orang lain " ucap Jessi sendiri.
"Pasti aku tak akan seperti ini, yang selalu mendapat laporan tentang diri nya " ucap Jessi pusing.
****
Sedangkan indah yang sudah sampai di minimarket langsung masuk ke dalam, selagi menunggu Bimo yang menjemput nya.
"Apa lagi yang ingin ku beli ya " ucap indah.
"Sepertinya sudah cukup " ucap indah dan merasa tidak ada yang dia perlukan dia langsung menuju kasir.
"Ada tambahan yang lain mba " ucap wanita yang menjaga kasir.
"Tidak hanya itu saja " ucap indah.
"Total nya 150 ribu mba " ucap kasir.
"Ini " ucap indah menyerahkan uang 200 ribu.
"Ini kembalian nya mba, terima kasih " ucap kasir.
"Sama-sama " ucap indah langsung membawa 4 kantong besar belanjaannya.
"Queen " ucap Bimo.
"Ini " ucap indah menyerahkan 4 kantong besar pada Bimo.
"Les go " ucap indah.
Bimo langsung menancap gas, saat indah sudah naik di atas motor dan langsung menuju ke tempat pembangunan markas yang hampir sempurna .
"Queen " ucap mereka saat melihat kedatangan indah.
"Ayo kita kumpul dan makan bersama " ucap indah.
"Queen memang yang terbaik " ucap mereka.
Setelah selesai makan Snack yang indah bawa, mereka langsung melanjutkan pekerjaan mereka, saat indah sedang membantu tiba-tiba tanpa Sengahja dia melihat seseorang yang bersembunyi di balik pohon.
"Kita kedatangan tamu "
...Visual : Alaric...
__ADS_1
jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain, dan mohon masukan dan sarannya 🙏🏻
Ini visual versi author dan jika setuju tinggalkan jejak dan jika tidak mohon rekomendasi 🙏🏻