Lady Queen

Lady Queen
Episode 24


__ADS_3

Setelah menyelesaikan mata kuliah, indah langsung menuju ke parkiran walau sedikit terkilir tapi itu tidak masalah bagi indah.


"Indah apa kau tidak kesakitan " ucap Sena.


"Hanya terkilir Sena, tidak ada luka lain " ucap indah.


"Baiklah " ucap Sena.


"Ini helm mu, aku akan mengantar mu pulang " ucap Sena.


"Kau memang yang terbaik " ucap indah.


Saat mereka sedang di perjalanan menuju parkiran, tiba-tiba seorang wanita yang berdiri di samping mobilnya dan saat melihat orang yang dia cari sudah ada di sana dia langsung menuju indah.


"Dengan nak indah " ucap seorang wanita paruh baya, indah yang sedang menggunakan helm langsung menghentikan pergerakan nya.


"Benar saya indah, maaf nyonya ada apa " ucap indah.


"Bisa kita bicara berdua " ucap Jessi.


Indah langsung melepas kembali helm yang sudah dia pakai.


"Maaf nyonya boleh saya tau apa saya melakukan kesalahan " ucap indah.


"Andai saja putri ku seperti ini " Jessi membatin.


"Nyonya " ucap indah sambil melambaikan tangannya.


"Indah seperti nya aku pernah melihat wanita ini " bisik Sena.


"Siapa " bisik indah balik.


"Kalau tidak salah dia seorang jaksa terkenal itu " bisik Sena.


"Benarkah " ucap indah, Sena mengangguk setelah dia yakin jika benar wanita yang di hadapannya seorang jaksa.


"Nyonya " ucap indah lagi.


"Ha, iya nak " ucap Jessi.


"Maaf nyonya, kalau boleh tau apa yang ingin nyonya bicarakan " ucap indah sopan, sebelum menjawab Jessi memandang Sena .


"Indah aku menunggu di sana " ucap Sena.


"Tidak apa nak biar Tante saya yang antar indah, kau pulang lah " ucap Jessi.


"Baiklah, indah pulang dulu maaf sudah merepotkan Tante " ucap Sena sebelum pergi.


"Kau hati-hati Sena " ucap indah, setelah mengembalikan helm nya, Sena hanya melambaikan tangan merespon ucapan indah.

__ADS_1


Setelah kepergian Sena, tinggal mereka berdua di sana.


"Nyonya tidak baik jika bicara berdiri, bagaimana jika kita ke cafe depan " ucap indah.


"Tante saja sayang, tidak perlu panggil nyonya " ucap Jessi.


"Baik Tante, mari " ajak indah.


Setelah mereka pergi ke cafe depan kampus, mereka saling pandang.


"Tante " ucap indah.


"Maaf sayang, Tante hanya ingin memastikan kaki mu baik-baik saja " ucap Jessi.


"Kaki " ucap indah bingung.


"Tante, mommy Marni " ucap Jessi.


"Bagaimana mommy nya berbanding balik dengan si ondel-ondel yang sombong " indah membatin.


"Tante hanya ingin memastikan jika kau tidak terluka " ucap Jessi.


"Tante seperti yang Tante lihat saya tidak terluka " ucap indah dengan senyum .


"Tapi kaki mu pasti terkilir sakit nak " ucap Jessi.


"tidak sama sekali Tante, hanya terkilir " ucap indah santai.


Setelah menghabiskan waktu 30 menit berbicara mereka memutuskan untuk pulang.


"Yakin tidak ingin Tante antar sayang " ucap Jessi.


"Terima kasih Tante, tidak perlu indah sudah pesan ojek lagi pula Tante ada pekerjaan penting " ucap indah.


"Maaf ya nak, Tante pergi dulu jika terjadi sesuatu jangan sungkan untuk hubungi Tante " ucap Jessi sebelum pergi.


"Baik Tante " ucap indah.


"Tante hati-hati " ucap indah.


Setelah kepergian Jessi pria berjaket ojek berhenti di hadapan nya.


"Dengan nona indah " ucap pria tersebut.


"Iya saya sendiri, bapak dengan pak Viki " ucap indah.


"Benar nona, ini helm nya " ucap pria ojek tersebut.


"Terima kasih pak " ucap indah, setelah selesai menggunakan helm nya batu mereka jalan.

__ADS_1


****


Sedangkan Jessi yang sedang menuju kembali ke kantor nya, dia mengingat pertemuan dengan indah.


"Andaikan Marni seperti indah, sudah baik sopan santun dengan orang lain " ucap Jessi sendiri.


"Pasti aku tak akan seperti ini, yang selalu mendapat laporan tentang diri nya " ucap Jessi pusing.


****


Sedangkan indah yang sudah sampai di minimarket langsung masuk ke dalam, selagi menunggu Bimo yang menjemput nya.


"Apa lagi yang ingin ku beli ya " ucap indah.


"Sepertinya sudah cukup " ucap indah dan merasa tidak ada yang dia perlukan dia langsung menuju kasir.


"Ada tambahan yang lain mba " ucap wanita yang menjaga kasir.


"Tidak hanya itu saja " ucap indah.


"Total nya 150 ribu mba " ucap kasir.


"Ini " ucap indah menyerahkan uang 200 ribu.


"Ini kembalian nya mba, terima kasih " ucap kasir.


"Sama-sama " ucap indah langsung membawa 4 kantong besar belanjaannya.


"Queen " ucap Bimo.


"Ini " ucap indah menyerahkan 4 kantong besar pada Bimo.


"Les go " ucap indah.


Bimo langsung menancap gas, saat indah sudah naik di atas motor dan langsung menuju ke tempat pembangunan markas yang hampir sempurna .


"Queen " ucap mereka saat melihat kedatangan indah.


"Ayo kita kumpul dan makan bersama " ucap indah.


"Queen memang yang terbaik " ucap mereka.


Setelah selesai makan Snack yang indah bawa, mereka langsung melanjutkan pekerjaan mereka, saat indah sedang membantu tiba-tiba tanpa Sengahja dia melihat seseorang yang bersembunyi di balik pohon.


"Kita kedatangan tamu "



...Visual : Alaric...

__ADS_1


jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain, dan mohon masukan dan sarannya 🙏🏻


Ini visual versi author dan jika setuju tinggalkan jejak dan jika tidak mohon rekomendasi 🙏🏻


__ADS_2