Legenda Langit Dan Bumi (New/Revisi)

Legenda Langit Dan Bumi (New/Revisi)
AWAL KELAHIRAN


__ADS_3

Angin berhembus dengan kencang, awan pun menutupi matahari, terdengar suara rintik rintik hujan


Petir pun bergemuruh dan suara seorang ibu yang sedang hamil berteriak sangat kencang menahan rasa sakit serta perih


Setelah sekian lama berteriak kesakitan terdengarlah suara anak kecil yang menangis "eaaa... eaaaaa.......


air mata terjatuh dari mata sang ayah beserta senyuman yang hangat, hati ayah tersebut sangat bahagia,


Setelah anak itu lahir cuaca menjadi cerah, burung burung pun bernyanyi, Angin yang tadi kencang menjadi angin yang sejuk, petir yang tadi bergemuruh berganti jadi adanya Pelangi di langit yang indah tiada duanya,


Seseorang ibu pun berkata " suamiku berikanlah sebuah nama untuk anak ini"


Si ayah pun menjawab "baiklah gimana kalau Udin" ibu pun menggelengkan kepalanya hmmm gimana kalau Jamal"


Kata si ayah ibu berkata sambil agak marah "yang bener kalo kasih nama anak, ngasi nama anak seperti anak haram saja, gimana kalo Fariz Maulana aja?"


Si ayah berkata " Baiklah kalo begitu nama itu sangat bagus " , si ibu pun tersenyum hangat dan berkata kepada anak laki laki yang baru lahir tersebut " nak sekarang nama kamu Fariz Maulana " , kemudian anak kecil tiba tiba tersenyum si ayah dan si ibu pun tersenyum juga


Waktu pun berlalu hingga anak itu berumur 5 tahun, Fariz sedang belajar membaca, dia sangat suka mempelajari sesuatu yang baru seperti ilmu pedang dan juga sihir karena ia sering melihat ibunya menggunakan sihir Dan juga ayahnya yang sedang berlatih pedang sehingga matanya berkaca-kaca dan gembira saat melihat hal tersebut


Fariz sangat ingin sekali mempelajarinya tapi kedua orang tuanya tidak memperbolehkan nya karena ia masih kecil, dan fariz hanya disuruh untuk belajar membaca buku


Satu tahun pun berlalu di sebuah desa yang terpencil di dekat perbatasan hutan yang mempunyai banyak hewan sihir atau hewan buas


Pagi pun tiba suara burung berkicau, suara angin yang sepoi-sepoi, dan seorang anak yang baru saja bangun dari tidurnya anak itu menatap ke atas dinding setelah itu Anak itu pun bangun dari kamarnya dan segera mandi setelah mandi dia berkumpul bersama keluarganya di meja makan yang sudah tersedia, Keluarga itu terlihat sangat bahagia mereka makan makanan yang ada di meja sambil bercerita dan bercanda


Selagi makan Fariz pun bertanya "ayah ibu aku mau belajar pedang dan menggunakan sihir tolong ajari aku ya Bu kumohon biar kalau aku besar nanti bisa melindungi ayah dan ibu"


si ibu pun berkata "baiklah kalau begitu tapi kamu harus memilih mempelajari yang mana dulu pelajaran pedang atau pelajaran sihir"


Fariz pun berkata "oke kalau begitu aku akan memilih pelajaran pedang terlebih dahulu "


Ayahnya pun menjawab "baiklah kalau begitu besok kita akan belajar seni pedang atau beladiri ok ?"

__ADS_1


Fariz pun mengangguk dengan kegirangan hatinya sangat senang karena dia mau diajarkan seni pedang atau beladiri dari ayahnya,


Keesokan harinya nya pun tiba si ayah membangunkan Fariz sedang tertidur


"Nak bangun sudah pagi katanya mau belajar seni bela diri kok nggak bangun-bangun"


Seketika Fariz pun bangun dan dia sangat bersemangat, setelah itu mereka berdua akan mulainya, pelatihan tersebut di belakang halaman rumah yang luas.


Ayahnya berkata "perlihatkan kuda-kuda kamu" si anak pun menjawab oke ayah pun mengangguk "bagus nak kuda-kuda mu sudah bagus, sekarang ayah akan memperlihatkan kamu sebuah teknik atau seni pedang perhatikan dengan seksama, ayah akan melakukan dengan satu per satu gerakan"


Fariz pun memperhatikan ayah nya yang sedang mengajarinya seni pedang dengan teliti dan penuh semangat, tanpa sengaja fariz menggerakkan tubuhnya mengikuti gaya pedang ayahnya


Seketika itu ayahnya kaget dan langsung berhenti karena gerakan fariz Sangat bagus padahal baru pertama kali dia melakukan nya


"kenapa yah kok berhenti sudah selesai ya gerakannya ?" ayahnya langsung menjawab "bagaimana kamu melakukan itu padahal ini pertama kalinya kamu di ajarkan teknik tersebut, wah anak ayah sangat hebat" dengan nada bicara gembira


pelatihan tersebut di lakukan setiap hari kecuali hari Rabu dan Minggu karena untuk waktu istirahat nya fariz, waktu demi waktu 6 bulan telah berlalu


Ayah Fariz pun berkata "sekarang hari terakhir pelatihan nanti bertemu lagi ayah 6 bulan lagi untuk pelatihan lebih lanjut dan akan mengajarkan teknik rahasia yang sangat kuat, ayah hanya mau berpesan gunakanlah kekuatan ini untuk membantu sesama makhluk hidup, bukan hanya kepada manusia dan saran ayah jika menggunakan jurus yang berbahaya gunakanlah saat keadaan genting, terus jangan lupa kalau mau menyerang Serang di bagian vital seperti leher, perut, mata, ******** dan lain-lain"


ibunya berkata "pertama kamu akan mempelajari cara merasakan mana oke kita mulai, tutup dan kaki disilangkan silakan bermeditasi terus tarik nafas dari hidung, berpikirlah kamu sedang menarik energi positif lalu alirkan energi itu ke kepala dan menyapu pikiranmu dan keluarkan melalui mulut dan rasakan energi negatif yang mengalir ke luar terbuang melalui mulut, lakukan lah seperti itu terus menerus kemudian bayangkan energi yang ada di alam merasuki tubuh kamu, biasanya akan ada cahaya seorang dengan bakat yang hebat akan memiliki atau akan terlihat, jika kau bertanya cahaya apa itu, itu adalah elemen yang bisa kamu gunakan saat menggunakan sihir orang biasa akan bisa melihat 1/2 cahaya, sedangkan orang yang luar biasa akan melihat 3 atau paling besar 4 cahaya, cahaya itu sama dengan elemen


cahaya :


putih (elemen angin)


merah (api)


coklat (tanah)


hitam (pemanggilan)


ungu (petir)

__ADS_1


biru (air)


putih pekat (es)


hijau (tanaman)


putih tapi agak transparan (grafitasi)


kuning (cahaya/matahari).


Apakah sudah ada cahaya di dalam pikiran ?"


Fariz pun menjawab "belum ada"


"Ok kalau begitu lanjutkan sampai ada yg muncul" kata si ibu


Ibunya Fariz pun heran sudah 7 jam lama menunggu tapi Fariz Masi belum memberi tahu apa elemen yang dia dapatkan apakah dia tidak ada bakat untuk menjadi seorang penyihir ?


Ibunya khawatir kalo Fariz gak ada elemen di tubuh Fariz itu, saat ibunya mau menyudahi nya.


Tiba tiba Fariz berkata "Bu sudah muncul" ibunya berkata "baiklah sekarang Coba alirkan cahaya itu ke kolam ranah jiwa supaya bisa di kembangkan, kolam ranah jiwa berada di perut kamu, kalo sudah sekarang buka mata kamu"


Mata Fariz pun terbuka dan ibunya sangat gembira ibunya bertanya "cahaya warna apa yg kamu dapat ?"


Fariz pun berpikir di dalem hati "Gimana ni aku membangkitkan 6 elemen yaitu api, es, grafitasi, cahaya, tanaman, pemanggilan, sedangkan orang normal 1-4 elemen apa aku harus berbohong ya, baik kalo gitu bohong aja ada 3 elemen aja kalo gitu"


Fariz khawatir dia di anggap aneh dan takut jika kedua orang tuanya tau akan hal tersebut


"sebenarnya nya aku melihat elemen yaitu cahaya..." belum selesai ngomong ibu pun berkata "nak gak apa apa kamu dapat elemen cahaya walau pun lemah tapi jika sudah di tingkat tinggi pasti akan sangat kuat jadi jangan kecewa ya"


Fariz bicara lagi "ok Bu tapi aku ada 2 lagi yaitu es, tanaman" seketika itu ibu nya langsung kaget dan mulutnya terbuka lebar dia tidak menyangka anak nya seorang yang berbakat, dia mengeluarkan air mata nya karena terlalu senang


Ibu Fariz pun memberi tahu ayahnya dan ayahnya ikut senang sampai sampai mau di Adain pesta kecil kecilan buat Fariz.

__ADS_1


Karena sudah membangkitkan 3 elemen, ibu berkata lagi mulai besok kamu akan latihan elemen es dan tanaman ya, karena ibu juga mempunyai 2 elemen yaitu es dan tanaman, sedangkan elemen cahaya akan di latih oleh ayahnya karena ayahnya mempunyai 1 elemen yaitu cahaya dan pernah mempelajari nya.


__ADS_2