Legenda Pendekar Dewa

Legenda Pendekar Dewa
Pergi kehutan


__ADS_3

Ternyata didalam aula semua tetua keluarga sedang berkumpul membahas ledakan kemaren yang menyebabkan xin tian terluka.


"ayah apakah aku boleh masuk menemuimu"tanya xin tian dari luar.


mendengar suara anaknya memanggil dari luar aula ayah xin tian berdiri, "ya silahkan masuk tian'er" kata ayah xin tian, semua orang di aula melihat ke arah pintu ruangan tersebut.


Semua orang terkejut merasakan bahwa xin tian memiliki aura energi dan sudah mencapai tingkat ahli bintang 1 awal dimana kemaren sana semua orang tau bahwa dia masih seorang sampah.


"eh bukankah tuan muda dikatakan sampah tapi kenapa sekarang sudah menjadi anak jenius"ucap tetua ketiga kepada tetua ke empat dan kedua.


"ya kemaren saja saat tuan muda masih dalam kawah aku tidak merasakan energi didalam tubuhnya, kayaknya ada yang aneh apakah ledakan kemaren yang menyebabkan tuan muda jadi jenius seperti sekarang" ucap tetua keempat sambil memikirkan apa yang terjadi pada xin tian, karena biasanya seorang anak yang berusia 8 tahun masih di tingkat pemula 5 atau 8 itu pun sudah disebut jenius, andaikan mereka tau kalau xin tian telah mencapai pendekar suci tingkat 10 puncak pasti mereka muntah darah memikirkannya.


Ayah xin tian terkejut melihat anaknya sudah mencapai pendekar ahli tingkat 1 awal dimana seorang jenius sekalipun tidak pernah bisa mencapainya.


"ti tian'er kamu sudah bisa berkultivasi" tanya ayah xin tian masih terkejut.


"iya ayah tadi malam aku merasakan bahwa tubuhku bisa merasakan energi alam jadi aku berkultivasi saja meningkatkan kekuatanku tapi aku tidak tau kalau peningkatannya sebesar ini" ucap xin tian sambil menggaruk kepalanya.


Tetua pertama atau paman xin tian mendengarkan hal itu jadi gelisah karena anaknya yang sudah dianggap jenius baru mencapai pendekar pemula tingkat 6 menengah, peningkatan kekuatan xin tian yang membuat semua orang terkejut itu menjadi bencana untuk tetua pertama karena akan menggagalkan rencananya untuk menjadi wali kota.


"bagus lah kalau begitu sekarang kamu bisa menjadi penerusku dimasa depan tian'er" ucap xin hou dengan bahagia karena anaknya sudah menjadi pendekar, dia percaya bahwa anaknya akan mencapai puncak dimasa depan.


"ehem bukannya aku tidak percaya sama xin tian tapi ada yang aneh sama dia yang mendapatkan kekuatan secara signifikan" ucap tetua pertama atau xin jin pamannya xin tian


"apakah kau menuduh putraku memakai energi hitam tetua pertama" ucap ayah xin tian dengan marah.


"bukan begitu patriak tapi kita harus memeriksanya dulu karena tidak ada kekuatan yang meningkat dengan cepat selain kekuatan hitam" ucap tetua pertama dengan sinis.

__ADS_1


"baik lah kalau begitu tian'er kamu letakan tanganmu di batu ini kalau warnanya putih berarti kamu masih suci tapi kalau warnanya hitam maka kamu sesat dijalan iblis nak"ucap ayah xin tian walaupun masih terselimuti amarah ayah xin tian masih menjaga wibawanya dan keaman keluarga dia berperilaku adil agar orang tau bahwa anak nya tidak seperti yang tetua utama ucapkan.


"baiklah ayah" jawab xin tian lalu meletakan tangan nya diatas batu hati atau batu menunjukan perilaku seseorang....


Setelah tangan xin tian menyentuh batu tersebut keluar lah cahaya putih keemasan yang mana menunjukan kalau xin tian tidak berada dijalur iblis, semua tetua takjub dengan warna tersebut karena setahu mereka batu tersebut cuma menunjukan 2 warna tapi sekarang ada warna keemasan.....


Tetua pertama yang melihat batu tersebut mengeluarkan warna putih jadi semakin gelisah karena rencananya selama ini telah hancur.


"ini bagaimana bisa kalau seperti ini dia harus segera di bunuh kalau tidak semua rencana tuan bakal hancur" ucap xin jin


"bagaimana tetua pertama apakah kau masih meragukan putraku" ucap ayah xin tian dengan bangga.


"ti tidak patriak tuan muda sangat berbakat" ucap xin jin dengan takut "ckck sial kenapa jadi begini" batin tetua pertama.


"Selamat tuan muda anda sekarang sudah menjadi pendekar" ucap para tetua disana serentak mereka sangat bersyukur karena tuan muda mereka tidak jadi sampah lagi karena kalau sampai anak tetua pertama masuk sekte besar otomatis kepala keluarga bakal diambil olehnya karena mempunyai dukungan yang sangat kuat.


"aishh kalau aku mengizinkanmu lalu bagaimana dengan ibumu tian'er aku takut nanti dia marah lagi sama ku dan disuruh tidur diluar rumah" jawab xin hou pasrah karena dia sangat tau perangai istrinya tentu mu xuanyin tidak akan mengizinkan xin tian pergi karena takut anaknya kenapa-napa


"kalau ayah bilang begitu maka aku akan minta ke izin ibu saja ayah, aku tidak akan lama kok perginya paling lama 2 bulan ayah" ucap xin tian bahagia karena ayahnya mengizinkan.


"huft baiklah kamu jangan lupa kalau 3 bulan lagi akan di adakan tes elemen dalam kota petir" jawab xin hou


" iya ayah aku tidak akan lupa, baik lah aku pergi dulu menemui ibu minta izin kepadanya" ucap xin tian lalu pamit kepada ayahnya dan para tetua disana, setelah pamit dia berjalan keluar aula dan pergi ke kamar ibunya....


tok tok tok


"ibu apakah kamu ada didalam" tanya xin tian

__ADS_1


Mendengar suara anaknya tersayang dengan cepat mu xuanyin membuka pintu kamar dan memeluk anaknya...


" tian'er keadaan mu bagaimana apakah masih terluka" ucap mu xuanyin kepada anaknya karena kekhawatirannya kepada xin tian dia tidak menyadari anaknya sudah menjadi pendekar.


"aku baik-baik saja ibu, ibu jangan khawatir anakmu ini sangat kuat"ucap xin tian tersenyum kearah ibunya


"eh sejak kapan kamu jadi pendekar nak" ucap mu xuanyin kaget melihat kekuatan anaknya


"dari kemaren aja bu saat aku bangun dari pingsan" jawab xin tian


" ibu aku mau minta izin kepadamu aku mau berlatih ke hutan ibu untuk meningkatkan kekuatan ku"lanjut xin tian


"Apa!! kamu mau pergi tidak tidak kamu jangan pergi itu terlalu berbahaya nanti kamu kenapa-kenapa bagaimana tian'er" ucap ibunya khawatir kepada xin tian


" aku pergi sebentar saja ibu cuma 2 bulan saja kok lagi pula aku sudah minta izin ke ayah dia bilang silahkan saja bu"jawab xin tian meyakinkan ibunya


" lagi pula anakmu ini sangat kuat ibu" lanjut xin tian


" huft baiklah tapi ingat kamu harus pulang dengan selamat ya tian'er" ucap ibunya pasrah


Walaupun dia tau kekuatan xin tian tinggi tapi bagi orang-orang di luar sana hanya semut dimata mereka, karena xin tian bersikeras mau pergi jadi ibunya hanya menyetujui ucapan anaknya tersebut.


"terima kasih ibu aku berjanji akan pulang dengan selamat"jawab xin tian bahagia


" baiklah sekarang bereskan barang-barangmu ini ada cincin ruang hadiah ibu untukmu karena sudah menjadi pendekar"ucap mu xuanyin


"baik ibu besok aku akan berangkat emm nanti sore aku mau berkultivasi bu jadi jangan ganggu aku ya"ucap xin tian lalu berpamitan dan pergi kekamarnya......

__ADS_1


See You Next Time.....


__ADS_2