Legenda Pendekar Dewa Api

Legenda Pendekar Dewa Api
Membunuh Wu Yang


__ADS_3

Pertempuran antara Lin Feng dan Wu Yang semakin sengit, pedang Angin Wu Yang semakin mendekati bagian atas kepala Lin Feng. Tetapi pada saat ini, Lin Feng mengulurkan tangannya dengan kecepatan kilat, dan menggunakan lima jarinya untuk menghentikan pedang yang mengarah ke atas kepalanya.


"Buszz!"


Pedang Angin tersebut langsung berhenti di atas kepala Lin Feng saat darah mengalir dari telapak tangannya. hanya Mengandalkan kekuatan fisiknya , Lin Feng benar-benar berhasil menghentikan pedang Angin tersebut.


"Apa?!"


Wajah Wu Yang langsung berubah. Ketika dia ingin menarik pedang anginya di tangannya, dia malah menemukan bahwa Pedang Angin tersebut tampaknya menempel di tangan Lin Feng.


Tangan kanan Lin Feng mengepal dengan kuat saat dia mengirimkan Teknik Penghancur Harimau ke arah kepala Wu Yang.


Auman seekor harimau bergema di telinga Wu Yang, diikuti oleh suara angin kencang yang dibawa oleh Teknik tersebut. Tinju Lin Feng mendarat ke kepala Wu Yang.


"Bumm!"


Tinju yang begitu kuat itu, bisa dikatakan, adalah serangan kekuatan penuh dari Lin Feng. Dalam sekejap, kepala Wu Yang terpisah dari tubuhnya.


"Whuss!"


Lin Feng bisa merasakan rasa sakit yang begitu kuat datang dari punggungnya. Setelah Lin Feng membunuh Wu Yang, Lin Ming langsung mengambil kesempatan untuk menikam punggung Lin Feng.


Tusukan tersebut langsung menembus kulitnya, dan rasa sakitnya hampir menyebabkan Lin Feng pingsan.


Serangan yang baru digunakan Lin Feng untuk membunuh Wu Yang barusan itu Terlalu banyak memakai energi Qi miliknya. Karena itu Lin Feng tidak punya pilihan selain menyerah untuk membunuh Lin Ming saat ini dan mundur.


Saat ini ada banyak luka di tubuh Lin Feng. Jika dia tidak cepat menemukan tempat untuk mengobati lukanya, dia mungkin benar-benar mati karena kehilangan banyak darah.


Lin Feng mulai melarikan diri tetapi Lin Ming tidak mengejarnya.Luka Lin Ming juga tidak ringan. Setelah Lin Feng pergi, Lin Ming memuntahkan seteguk darah dan segera duduk di tanah. Dia hanya bisa memandang tanpa daya saat dia menyaksikan Lin Feng menghilang ke kejauhan.


"Sial! Jika aku tidak membunuhmu hari ini, aku tidak akan dipanggil Lin Ming lagi. '' teriak Lin Ming saat dia menatap Lin Feng yang berhasil melarikan diri lagi.


Lin Ming langsung duduk bersila saat ia mulai memulihkan lukanya. setelah 20 menit berlalu sebelum Lin Ming akhirnya bisa menekan lukanya dengan cepat mulai mengejar noda darah di tanah. Lin Ming bergegas pergi ke arah Lin Feng melarikan diri.

__ADS_1


Dalam pikiran Lin Ming, Lin Feng sudah menderita cedera yang sangat berat. Dia sama kali tidak punya kekuatan untuk bertarung sama sekali sekarang.


Saat ini dia mungkin pingsan karena kehilangan darah. Lin Ming tidak bisa melepaskan kesempatan ini sama sekali.


Lin Feng saat ini memang dalam posisi yang sangat buruk. Dalam pertempuran sebelumnya ia bertarung seperti binatang buas, yang ia andalkan hanyala kekuatan fisik tubunya, tetapi, bagaimanapun juga, fisiknya masih tidak begitu kuat seperti binatang buas sejati.


Luka yang tak terhitung jumlahnya di tubuhnya sudah mulai berdarah.


Karena kehilangan begitu banyak darah, Lin Feng merasa matanya terasa mulai kabur.


"Bukk"


Akhirnya, Lin Feng ambruk ke tanah. karena dia tidak bisa berlari lagi.


•••••


Setelah Lin Feng ambruk ke tanah, dia tetap mengandalkan kemauan yang kuat untuk menahan diri dari kehilangan kesadaran.


"Buzz ”


Energi ini mengalir menuju empat anggota badan dan tulangnya, melalui darah yang mengalir ke berbagai bagian tubuh Lin Feng.


Dipengaruhi oleh energi Merah Keemasan ini, luka Lin Feng mulai Membaik dan sembuh dalam waktu yang sangat singkat yang terlihat dengan mata telanjang.


Seperti halnya meminum ramuan ajaib, perdarahan berhenti, dan kemudian luka mulai membentuk kembali kulitnya.


Semua ini terjadi hanya dalam waktu singkat. Beberapa saat kemudian, kulit yang sudah kembali memperlihatkan kulit halus dan lembut di bawahnya.


Melihat kejadian tersebut, mata Lin Feng melotot.Energi Merah Keemasan ini menyelamatkan hidupnya sekali lagi.


Setelah meninggalkan jejaknya dengan hati-hati, Lin Feng mulai melarikan diri lagi dengan cepat sambil terhuyung, dia tahu bahwa Lin Ming masih mengejarnya.


Meskipun luka-lukanya telah sembuh, Tapi qi-nya belum pulih, Lin Feng masih sangat lemah, jika dia menghadapi Lin Ming dalam kondisinya yang sekarang, dia pasti akan mati dengan beberapa teknik. Karena itu ia perlu mencari tempat untuk beristirahat.

__ADS_1


Melewati puncak gunung, Lin Feng menemukan tempat yang relatif terpencil, Lin Feng dengan panik mulai berkultivasi.


Dia tidak punya waktu lagi, Lin Feng harus mendapatkan kembali kekuatannya sesegera mungkin, Teknik Tubuh Dewa Api Surgawi Guntur mulai beredar sendiri.


Qi langit dan bumi di daerah sekitarnya bergegas menuju Lin Feng dengan cepat, dan Lin Feng pada saat ini memasuki keadaan Kultivasi.


Dia merasa dirinya menjadi satu dengan energi bumi dan langit, seolah jiwanya melayang, lalu tiba di ruang yang aneh.


Itu adalah ruang berwarna Merah Keemasan, ruang itu dipenuhi dengan energi Api berwarna warni dan tidak ada hal lain selain api tersebut.


"Dimana ini?"


Sementara Lin Feng merasa bingung, di ruang berwarna Merah Keemasan ini energi Api tiba-tiba melonjak dan tiba-tiba pusaran ruang muncul, ia mulai menelan semua energi api di sekitar ruang.


Seketika itu Lin Feng langsung mundur, menghindari pusaran ruang tersebut dan menatapnya dengan tajam.


Pusaran ruang itu hanya bertahan selama tiga tarikan napas, setelah pusaran ruang itu menghilang, ruang tersebut langsung berubah menjadi normal lagi, tetapi pada saat ini di mana pusaran ruang itu muncul beberapa saat yang lalu, sekarang ada sosok misterius yang muncul.


Tubuh sosok misterius itu memancarkan energi api yang begitu kuat.


Usia sosok misterius itu tampaknya sekitar enam belas atau tujuh belas tahun, seorang pemuda, tetapi seluruh tubuh pemuda ini begitu mendominasi karena energi api disekitarnya, dan ia juga memiliki sepasang mata dingin, setajam kilat.


Lin Feng membelalakkan matanya, penuh rasa tidak percaya setelah melihat sosok misterius itu, karena sosok itu terlihat persis seperti dia.


"Bagaimana ini mungkin?"ucap Lin Feng dengan sangat terkejut.


Sosok misterius itu langsung melihat ke arah Lin Feng, Seketika itu sosok itu langsung mengepalkan kedua tangannya menjadi tinju, Api di sekitar tubuhnya mulai melonjak.


Samar-samar, sosok harimau muncul dari tubuh sosok misterius itu.


Mata dingin sosok misterius itu menutup matanya, Setelah itu matanya langsung terbuka dan kedua tinjunya tiba-tiba Mengarah ke depan.


"Mengaum"

__ADS_1


Raungan harimau tiba-tiba bergema, Lin Feng menatap kosong ketika dia melihat seekor harimau berlari cepat ke arahnya pada saat yang sama ketika sosok misterius itu meninju ke arahnya.


__ADS_2