
"Kakak??"
"Apakah setelah meninggalkan adiknya di asuhan bawahannya selama beberapa tahun kau sudah melupakanku??" Lisa bertanya santai
Setelah beberapa saat Valezra sadar kemudian mengeluarkan air mata dan langsung bergegas memeluk adiknya itu
"Lisa, maafkan aku andai aku percaya pesan yang kau berikan minggu lalu.. maafkan aku kumohon" Valezra atau yang biasa di panggil Ezra menggumam sambil memeluk Lisa
Lisa yang di peluk hanya tersenyum, menyimpan pistolnya kembali kemudian memukul tengkuk leher Ezra hingga pingsan
"Kau di pecat, tidak ada yang boleh tau identitas kami, aku akan memberitahu paman Lexus" tiba tiba Lisa berbicara seperti itu membuat penjaga resepsionis itu kaget dan bingung
Tanpa di sadari Lisa sudah menggendong kakaknya, dan membawanya ke ruangan pribadi miliknya yang jauh lebih mewah bahkan jika di bandingkan dengan kamar milik Lexus yang adalah direktur
Disisi lain tidak ada pengunjung yang menyadari kejadian itu, namun penjaga resepsionis itu bergetar ketakutan selain bingung dia takut karena dia akan di pecat
Karena Syok perempuan itu duduk di kursi tempst Ezra duduk sebelumnya
Dan benar saja setelah beberapa menit, tiba tiba datang manager yang bertanggung jawab dengan pegawai resepsionis
"Lina kamu di pecat" tanpa mengatakan apa apa setelah menyerahkan akomodasi terakhir dan surat pemecatan, manager itu pergi meninggalkan perempuan yang ternyata bernama Lina itu
Lina yang terkejut langsung berlari keluar dari hotel tempat dia bekerja, dia berlari ke arah sebuah taman yang sepi
Tanpa dia sadari terdapat seseorang yang sedang mengikutinya dari jauh
Setelah Lina sampai di taman yang sepi itu orang tersebut bergumam sambil mengarahkan senapannya ke arah Lina
"Nona, jangan salahkan aku karena kematianmu, selain kau yang mudah di suap, aku juga mendapst bayaran luar biasa hanya untuk melenyapkan mu"
'tshh'
Satu tembakan sniper dengan peredam suara melesat cepat menembus tengkorak dari Lina
...****************...
Disisi lain, Lisa saat ini sedang membaringkan Ezra dan memesan makanan untuk kakaknya
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Lisa pergi untuk mengambil makanan, tidak lupa dia mengunci pintu dari luar agar tidak ada yang menganggu waktu istirahat kakaknya
Namun beberapa menit kemudian Ezra terbangun dan menoleh-noleh mencari adiknya Lisa
"Lisa di mana kau, aku mohon maafkan aku, aku akan lakukan segalanya, apapun, untuk mendapat maafmu kumohon di mana kau"
Ezra mencoba membuka pintu dan tidak bisa, Ezra kemudian mencoba mendobrak pintu itu namun tidak bisa, padahal Ezra adalah orang yang sangat kuat.
Itu semua terjadi karena pintu itu adalah pintu kualitas terbaik di dunia, sangat keras, kuat, dan memiliki design yang sangat indah
Ezra hanya bisa pasrah, dia pun menangis dalam depresi yang dalam serta kesedihan karena mengira adiknya Lisa meninggalkannya.
Dia pergi ke atas kasur, memeluk lututnya dan menangis dalam diam sambil bergumam
"Maafkan aku, ku lakukan segalanya demi mendapat maafmu" secara berulang-ulang
Tanpa Ezra sadari sebenarnya ketika Ezra terbangun Lisa pada saat itu sudah tepat di depan pintu kamar, dan meski kamar itu kedap suara, namun Lisa memiliki pendengaran yang melebihi orang biasa, jadi dia mendengar segalanya
Tak lama Lisa masuk tanpa suara bergerak tanpa suara dengan cepat berbaring di belakang kakaknya dan memeluknya
"L-Lisa jangan tinggalkan aku maafkan aku atas yang aku katakan minggu lalu"
"Tentu namun dengan satu syarat"
"A-apa itu katakan saja, aku akan melakukan semuanya"
"Kakak, harus selalu mendengarkan dan menuruti perkataanku"
Tanpa pikir panjang Ezra bersumpah akan selalu mendengarkan dan menuruti perkataan adiknya
"Baiklah sekarang ayo kita makan, aku tau kakak belum makan seharian karena Ja*&ng itu kan
"Baik" dengan bahagia karena sudah di maafkan Ezra menuruti perkataan adiknya itu
Usai makan secara halus pintu kamar itu di ketuk dari luar
"Siapa?" Ezra bertanya dengan nada dingin dan penuh penekanan
__ADS_1
"Ini aku tuan, Lexus"
"Bagaimana hasil dari perintahku?" Lisa bertanya
"Sudah terlaksana, sekarang sudah tidak ada lagi keluarga dari mereka berdua yang masih hidup, dan mereka berdua sekarang hanya bisa hidup di jalanan"
"Lisa, kau. huhh, kau sudah menjadi pemimpin yang lebih baik sekarang"
"Tentu, aku di latih sedari 7 tahun untuk itu"
Ezra yang mendengar itu merasa sangat bersalah karena dialah yang meninggalkan Lisa pada saat itu kepada Lexus, hanya demi bisa melakukan segalanya secara bebas
"Lisa besok adalah ulang tahun mu kan."
"Ya"
"Lexus bawa kami ke pulau itu sekarang siapkan transportasinya."
"Baik"
"Kak, untuk apa kita pergi ke sana?"
"Kau akan tau nanti"
Selang beberapa menit ketika Ezra dan Lisa sedang mengobrol Lexus kembali dan menginfokan bahwa pesawat sudah siap berangkat dan sudah mendarat di landasan pesawat Zra-Corp pusat
Mereka pun pergi ke perusahaan dengan mobil
Selama di mobil juga mereka tidak berhenti mengobrol ketika sudah sampai mereka langsung bergegas masuk ke peswat dan beristirahat
Bersambung...
Mohon maaf jika ada banyak kesalahan dan mungkin kurang seru karena ini pertama kalinya aku coba bikin Novel jadi mungkin ada beberapa typo dan banyak kesalahan lainnya
Berikan komentar apapun sebagai pendapat atau kritikan. Tidak ada salahnya melakukan itu
Semoga bisa sampe tamat.
__ADS_1