
stelah pertarungan yang penuh dengan adrenalin Jimy kembali ke gua., namun dia tidak mendapati mereka ada di sana, akhirnya Jimy memutus kan untuk berkeliling di sekitar area gua tersebut.
" di mana mereka sebenar nya" ucap nya heran
Jimy terus berjalan dengan santai sampai akhirnya dia menemukan danau yang cukup indah,dan dia memutuskan untuk bersantai di bawah pohon rimbun di tepi danau itu.
*sementara itu di dasar gua*
" Gino kau memiliki adik yang begitu baik, dia berjuang untuk menyembuhkan mu dengan seluruh tenaga nya, padahal diri nya terlihat tidak baik baik"ucap Ringgo takjub.
satu jam yang lalu Naura sudah tersadar dari pingsan nya,sebelum nya dia mengigau memohon mohon agar gil melepas kan kakak nya,bahkan Naura mengatakan siap melakukan apa pun demi menyelamatkan Gino melihat hal itu Gino langsung menepuk-nepuk pipi Naura agar dia segera tersadar
"Naura...hei,bangun lah,aku di sini"ucap Gino panik
akhir nya stelah agak lama gino berusaha membangunkan kannya. Naura pun terbangun dengan napas tersengal sengal, mata nya langsung tertuju pada wajah yang ada dalam igauan nya,lalu di peluklah oleh Naura tubuh nya.
"kakak, hiks...hiks...aku takut kau meninggalkan ku" ucap Naura kwatir
"sudahlah jangan menangis, aku sudah aman dengan mu iblis itu tidak bisa menemui kita"sahut gino
Namun Naura tidak terpikir akan iblis itu dia lebih memikirkan keadaan kakak nya, Naura tidak ingin mengingat kejadian itu lagi sekarang dia hanya ingin kakak nya tidak menderita seperti tadi. perlahan tangisan itu mulai berhenti namun pelukan nya masi bertahan hingga terasa lah oleh nya darah yang hangat membasahi pakaian nya.naura pun menyuruh Gino agar membuka pakaian nya,lantas Gino membuka baju nya
"astagaa, luka mu parah sekali" ucap Naura terkejut
ini tidak terlalu parah kamu jangan kwatir", sahut Gino
sementara itu Ringgo sedikit terkejut, melihat daya tahan Gino begitu kuat.
"jadi dari tadi kau menahan ini Gino, ucap Ringgo ngeri
sementara itu Naura menyentuh bagian luka itu dengan lembut,Naura bermaksud menyembuhkan Luka yang di derita Gino namun Gino melarang nya
"sudah tidak perlu ,jangan paksakan diri mu"ucap Gino tenang
"apa nya yang sudah, aku akan menyembuhkan Luka kakak"sahut Naura
__ADS_1
"hentikan Naura..., aku tidak ingin membuat mu menderita, lihat lah keadaan diri mu sendri "tegas Gino
namun Naura tidak mendengar kata kata Gino dia terus melakukan nya, dan akhirnya Gino menyingkirkan tangan Naura dari tubuh nya setah itu di memakai pakaian nya kembali
"kenapa kakak selau begini,padahal aku cuma ingin melihat luka mu sembuh " ucap Naura marah
"Naura aku tidak ingin melihat mu pingsan setelah kau mengobati ku" ucap Gino tegas
"baiklah kakak...,kau memang keras kepala,jangan bicara lagi dengan ku, aku membenci mu" jawab Naura kesal
bukan tanpa alasan kenapa Gino sangat menolak Naura untuk mengobati nya itu semua karena Gino mengetahui bahwa tubuh Naura sangat lemah,tubuh nya tidak mampu menahan energi kekuatan yang di keluarkan oleh Naura
"hei mau ke mana kau, makan lah, kau belum makan sedikit pun" paksa Gino
"aku mau keluar menghirup udara segar"ucap Naura kesal
"tapi setidak nya makan lah dulu sedikit" timpal Gino
"aku bisa mencari nya sendiri" jawab Nura ketus
*kembali di waktu sekarang i*
"Apa aku harus membawa mereka mengikuti ku "
Ucap Jimy bingung
Saat ini Jimy merasa bingung untuk memutuskan apakah dia akan membawa teman nya untuk mengikuti nya ke ke wilayah manusia. Sementara Jimy tau manusia menganggap iblis sebagai makhluk terkutuk.cukup lama Jimy berada didalam kebingungan,sayup sayup ia mendengar suara tangisan wanita dari arah hulu sungai.suara itu membuat nya penasaran hingga membuat nya bangkit dari duduk nya lalu berjalan untuk menuju sumber suara,dan terlihat lah oleh Jimy wanita itu adalah wanita yang telah ia selamat kan dari Gill
"Hai apa yang kau lakukan di sini, kenapa kau menangis " tanya Jimy prihatin
Namun bukan nya menjawab pertanyaan Jimy wanita itu malah terkejut sebab seorang manusia mendekati nya
" Manusia,kenapa bisa ada di hutan ini "ucap Naura dalam hati
" Hai Nona,kenapa kau diam saja "ucap Jimy kelas
__ADS_1
"Em, manusia apa kau tidak takut dengan ku,aku adalah iblis penunggu danau ini " gertak naura
"Wah ternyata iblis penunggu danau ini cantik juga"
Ucap Gino gombal
pipi Naura pun terlihat sedikit memerah setelah mendengar pujian dari Jimy
"Aku serius aku sudah banyak memakan manusia seperti mu, cepat pergi dari sini sebelum aku betul betul melakukan nya" gertak Naura
"Untuk seorang iblis yang baru selesai menangis ternyata nyali mu kuat juga" timpal Gino
"kau jangan memancing mancing ku, aku sedang tidak ada niat untuk berkelahi " jawab Naura kesal
"kau sangat bawel,sudah lah jangan sok kuat cepat serang aku atau aku yang akan menyerang mu duluan" ledek Jimy
setelah bersusah paya ,usaha Naura. untuk membuat Jimy pergi dari nya tidak membuah kan hasil, bukan nya takut Jimy malah menentang nya
"ok ok, kau tidak mau pergi,baik lah aku akan menyerang mu " ancam Naura
demi melindungi diri nya. Naura terpaksa harus mengeluarkan kekuatan nya, kekuatan Naura cukup unik ,semacam asap hitam pekat keluar dari tangan nya, dan asap itu dibentuk oleh nya menjadi seperti manusia, lalu Naura memberi energi nya pada benda itu dan memerintahkan nya untuk menyerang Jimy
"ternyata begini kekuatan gadis ini, hemm sepertinya tubuh nya tidak kuat mengeluarkan kekuatan ini " ucap Jimy dalam hati
lalu terlihat lah Naura mulai tidak bisa menahan tubuh nya untuk berdiri, sebelum dia betul betul jatuh Jimy langsung menyenderkan tubuh Naura pada nya
" tubuh mu sangat lemah, jangan melakukan hal ini lagi " ucap Jimy kwatir
"apa yang kau lakukan, jangan sok peduli, cepat lepas kan tangan mu dari tubuhku" ucap Naura kesal
"jangan memberontak jika kau tidak ingin pingsan di sini ikuti saja diri ku " terang Jimy
akhirnya Jimy mengangkat Naura dan membawa nya kembali ke gua dan menyenderkan tubuh Naura ke dinding gua tersebut.saat ini Jimy juga belum melihat batang hidung Ringgo dan Gino ,namun Jimy baru mengingat bahwa dia memiliki kekuatan untuk merasakan aura keberadaan seseorang
" brengsek bagai mana aku bisa lupa" ucap Jimy kesal
__ADS_1