
"Dad " panik mom Evi.
Bughhhh
Dan benar saja , dad Evi langsung jatuh pingsan .
"Tolong dia pak " ucap Ara.
Entah sejak kapan dua orang pria berseragam putih dengan membawa tandu di tangannya.
"Jangan lupa untuk memberinya pertolongan pertama, mungkin dia memiliki riwayat jantung " ucap Ara.
"Nona, ikut kami " ucap pak polisi.
"Tidak , aku tidak mau " ucap Evi.
"Dad bangun lah " ucap mom Evi.
"Mom, tolong aku " ucap Evi.
"Sayang, pak tolong jangan bawa putri saya " ucap mom Evi.
Suami yang jatuh pingsan, putrinya yang akan di bawa ke kantor polisi, apa yang harus dia lakukan.
"Maaf nyonya anda bisa datang ke kantor polisi " ucap polisi membawa Evi.
"Mommy " tangis Evi.
"Sayang, mom akan ke sana setelah dad di tangani " ucap mom Evi.
"Terima kasih atas kerja sama nya kak " ucap Ara.
Dia langsung pergi dari dari ruang BK, dengan mengiringi adik nya.
"Tahan, di mana Vanya yang kuat masa di pukul begitu saja sudah ke kesakitan " ucap Ara.
"Tapi mereka pukul nya begitu keras kakak " ucap Vanya.
"Ini bawa motor kak, sini kunci mobil mu " pinta Ara.
"Ini kak " ucap Domani.
Karna hanya dia yang menggunakan mobil, sedangkan Demian tentu menggunakan motor sport hadiah pemberian Daddy nya.
"Jangan lupa belajar yang benar, jangan buat masalah " ucap Ara sebelum pergi.
"Baik kak " patuh mereka.
"Jangan lupa minta surat izin untuk Vanya" ucap Ara.
"Siap " ucap mereka.
Setelah itu mereka langsung pergi, menuju ke sebuah tempat .
"Ica , are you okey " ucap Ara sambil menyetir mobil.
"Okey Ara " ucap Ica lemah.
"Sepertinya kak Ica mabuk naik motor " ucap Vanya.
__ADS_1
Kalau sudah dasar bar-bar, ya begitu biar sekali kali dia meringis kesakitan karna bibir nya pecah tapi tetap saja dalam hidup nya tidak sah jika tidak mengolok orang lain.
"Siapa bilang, aku hanya pusing saja " ucap Ica.
"Baiklah, kakak Bagaimana jika kita balap Vanya yakin kak Ica akan mengakui bahwa dia mabuk " ucap Vanya
"Vanya diam lah, nanti bibir mu semangkin mengeluarkan darah " ucap Ara.
"Baiklah " ucap Vanya.
Ara hanya menggeleng kepala, ya begini jika mempunyai adik yang bertingkah laku bar-bar, dia jadi mengingat masa dia kecil yang tidak jauh berbeda dengan adiknya.
"Kasian bunda " Ara membatin..
Pasti dia sangat menyusahkan bunda nya, eh tapi tak hanya bunda nya grandma nya juga .
setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah klinik.
"Ayo keluar " ucap Ara.
Vanya sangat berbinar saat sampai di klinik kakak cantiknya, yang akhir-akhir ini sangat sibuk.
"Selamat datang nona muda " ucap perawatan.
"Kak Sasa ada mba " ucap Ara.
"Ada, tadi ada tamu Yang datang " ucap perawat.
"Pria apa wanita mba " tanya Vanya.
"Pria, dia menggunakan seragam tentara " ucap perawat.
Mereka langsung menuju ruang Sasa, mereka akan menjadi obat nyamuk sekarang .
"Kak, Ica astaga lama sekali jalan nya " ucap Vanya langsung menarik tangan Ica.
Tok Tok Tok
"Masuk " ucap orang di dalam.
Ceklek ...
"Ara " ucap sasa .
"Eh ada, tamu " ucap Ara pura-pura tidak tahu.
"Hi " sapa Arga.
"Ada apa sayang, apa terjadi sesuatu " ucap Sasa.
"Astaga Vanya bibir mu " ucap Sasa terkejut melihat bibir adik nya yang sobek dan mengeluarkan darah.
"Sini, berbaring kah biar kakak obati " ucap Sasa.
"Kakak, ini tidak sakit " ucap Vanya
"Tidak ada luka yang tidak sakit, diam atau ini akan membuat bunda khawatir " ucap Sasa.
Sedangkan Ara duduk memperhatikan Vanya yang di obati, dan tak lupa Ica yang selalu mengekor di mana pun Ara berada.
__ADS_1
"Kakak, apa ada obat mabuk perjalanan " ucap Ara.
"Siapa yang mabuk perjalanan " ucap Sasa, sambil mengobati bibir adik nya.
"Ini , di bawa naik motor saja sudah mabuk " ucap Sasa.
"Di atas meja KK, kalau tidak salah tadi " ucap Sasa.
"Ara menemukan nya, ini untuk mu " ucap Ara.
"Auuuu " pekik Vanya.
"Tadi bilang tidak sakit " ucap Sasa.
"Vanya hanya kaget saja kak " bohong Vanya.
"Sudah, Jagan banyak bicara " ucap Sasa.
"Tidak kuliah " ucap Arga memulai bicara.
"Kuliah " ucap Ara.
"Lalu bukan nya ini masih jam kuliah " ucap Arga.
"Iya, tapi kami sudah izin harus membawa Vanya ke mari " ucap Ara.
"Oh, iya perkenalkan ini Ica sahabat sekaligus adik kami" ucap Sasa yang sudah selesai mengobati bibir Vanya.
" adik " bingung Arga .
Sasa langsung menceritakan identitas aslinya, dan siapa sebenarnya dia .
"Sebelum terlambat, jika kau ingin mengakhiri semua ini aku siap " ucap Sasa.
"Bicara apa kau, tentu saja aku akan meneruskan pernikahan ini " ucap Arga.
"Kapan kau akan memperkenalkan kan ku pada Daddy mu " ucap Arga.
"Bagaimana nanti malam saja, dad dan mom pasti senang " ucap Ica.
Mungkin mabuk nya sudah hilang, tadi yang hanya diam sekarang dia akan mulai cerewet lagi.
"Boleh juga, kebetulan jadwal kak kosong " ucap Sasa.
"Jangan lupa ajak bunda dan dad sekalian " ucap Ica.
"Siap " ucap Sasa.
"Jangan lupa bilang pada mommy mu, diapakan kue yang kau bawa ke kampus waktu itu " ucap Ara.
"Siap " ucap Ica.
Ya mereka memutuskan untuk ke mansion Pratama nanti malam.
Next part selanjutnya KK dan semoga masih suka dengan cerita author kali ini 🙏🏻
jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain bantu ramaikan 🙏🏻
...~Happy reading guys ~...
__ADS_1