
beberapa hari berlalu, hubungan antara alrey dan sista berangsur lebih baik, walaupun sista masi menolak permintaan alrey yang menurutnya merugikan dirinya, namun dia akan bertekad bersikap manis agar bisa keluar dari rumah yang menurutnya sangat menyiksa.
...
di kamar saat ini, sista tengah berfikir keras bagaimana cara dia agar pergi dari rumah ini, dan pada akhirnya dia berencana untuk pergi ketika larut malam setelah alrey dan para penjaga tertidur, dia akan berkemas dan pergi malam nanti.
lihat saja aku akan pergi dari rumah menyedihkan ini, setelah itu aku akan pergi keluar kota dan menata hidupku. sista
namun seketika dia sedih karena mengingat jika dirinya bukan wanita yang suci lagi. dia terduduk di lantai dan menatap kosong ke arah jendela luar yang menampakan kendaraan yang melaju kesana kemari, dia menyeka air matanya yang mengalir tanpa permisi.
saat dia hendak bangun, kepalanya serasa berputar serta perutnya yang mendadak merasa mual, dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya, setelah merasa lebih baik sista mencuci wajahnya lalu mengelapnya dengan handuk disana.
"ada apa dengan tubuhku, kenapa tiba tiba kepalaku pusing" katanya bingung, tapi dia menyimpulkan bahwa dirinya hanya masuk angin dan akan berangsur membaik setelah istirahat.
__ADS_1
...
sore itu alrey pulang dari kantor, wajahnya terlihat berseri seri karena akhirnya bisa pulang dan menghabiskan waktu dengan wanitanya. dia menaiki tangga menuju kamar yang sista tempati, lalu tanpa permisi dia membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar tersebut.
yang pertama di carinya adalah wanitanya, siapa lagi jika bukan sista, dia melihat sista tertidur di kasur dengan posisi tidak teratur, alrey pun mendekat dan mengusap anak rambut yang menutupi wajah kekasihnya.
"hey bangun, tidur dengan benar nanti tubuhmu sakit" ucapnya sambil tangannya mengusap lembut puncak kepala sista, terdengar erangan kecil dari sista menandakan bahwa wanita itu terusik dengan apa yang alrey lakukan.
"menjauhlah, aku ingin tidur!" jawab sista dengan mata yang masih terpejam. "cih dasar pemalas! bangun dan makan malam" katanya tanpa ingin di bantah, lalu dia bangun dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah seharian bekerja.
...
namun malam ini dia di kejutkan dengan nafsu makan wanita itu, tapi dia cukup senang wanitanya bisa makan selahap ini saat bersamanya.
__ADS_1
"hey, aku ingin memohon padamu" kata sista tiba tiba setelah menelan makanannya, membuat alrey yang sedang santay berubah menjadi serius, "katakan, jika permohonanmu tidak masuk akal, aku tidak akan mengabulkannya" katanya dengan raut wajah serius namun masih menyelipkan senyuman kecil.
"cih, aku hanya ingin pindah kamar, aku tidak ingin satu kamar lagi denganmu, itu merugikanku!" katanya dengan alis yang terangkat, alrey tertegun namun dia tiba tiba tersenyum "tidak, itu tidak akan pernah terjadi" katanya tenang membuat sista mengerucutkan bibirnya.
"hey dengar, kau menculikku lalu mengekangku di rumah ini, setelah itu kau melecehkanku, kau pikir aku terima dengan perlakuanmu? kau tidak ada hak atas diriku tuan alrey yang terhormat!" katanya berapi api, namun alrey hanya mengangguk dan tersenyum smirk.
"aku berhak karena aku kekasihmu!" jawab alrey santay, sista membulatkan matanya "jaga mulutmu, bagaimana bisa kau membuat lelucon jika aku adalah kekasihmu!" kata sista dengan tangan yang mengepal kuat.
"ah terserah, berbicara denganmu membuat bodoh saja" lanjutnya sambil berdiri dan berjalan menuju kamar, merebahkan diri di kasur, alrey tersenyum sambil mengikuti sista merebahkan diri di kasurnya.
"tidak ada lakilaki bodoh sejenius aku honey" katanya dengan percaya diri, namun itu kenyataannya, sista menatap alrey dengan memelas "bisakah kau melepaskanku?aku janji tidak akan mengusik hidupmu setelah ini alrey".
...
__ADS_1
haii semuaa akhirnya aku bisa update juga walaupun ga seberapa, jangan lupa dukungannya yaaa!