
Hari sudah malam menyelimuti dunia dan juga kerajaan Parthevia.
Hari ini aku akan tidur berdua dengan ibu, aku ingin menemani ibu ku dan berada di sampingnya sepanjang malam.
"Ibu ayok kita tidur, aku mau di bacakan cerita bu" ucapku manja.
Gisella mengangguk dan mengambil buku cerita yang sudah di siapkan khusus untuk Louis anak tersayangnya di atas meja.
Lalu mulai membacakannya hingga Louis tertidur pulas, Gisella memberikan kecupan selamat malam di kening Louis.
"Sepertinya aku akan tidur, aku tidak perlu memikirkan Barelion.." Gisella tidur di samping Louis dan memeluknya.
Keesokan harinya Gisella bangun dan langsung beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi, tidak lupa dia juga membangunkan Louis untuk bersiap pergi ke Akademi.
"Sayang bangun, mandi dulu gih siap-siap sekolah" ucap Gisella dengan lembut dan mengulum seulas senyum pada Louis.
Aku mengerjap-ngerjapkan mata saat pandanganku masih buram, ibu sudah membangunkanku dia tersenyum ke arahku aku membalas senyuman ibuku tersebut dan mengangguk. Dengan segera aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai bersiap-siap aku langsung menuju Aula istana, sudah terlihat di sekitar pintu istana ibu sudah menungguku, hanya ibu yang selalu menyambut kedatangan dan kepergianku.
Aku berlari dengan bahagia untuk memeluknya, dengan senang hati ibuku menyambut pelukanku.
"Ibu makasih sudah menungguku, aku sayang ibu" ucapku di sertai dengan kecupan di pipi ibuku.
"Ibu juga sayang sama Louis, yaudah kita berangkat yaa sayang" ucap Gisella sambil membalas kecupan di pipi anaknya.
Ibu menggendongku, padahal aku bisa berjalan sendiri tapi entah mengapa aku hanya ingin di gendong oleh ibu setiap pagi, aku sangat manja dan menyayangi ibu.
Suatu saat aku tidak akan pernah melupakan ibu aku bahkan akan menjaganya walau harus mengorbankan nyawa sekalipun.
Sesampainya di depan gerbang istana aku melihat kereta kuda yang sangat mewah siap mengantarkan ku ke Akademi kerajaan kelas atas.
"Baiklah sayang kita berpisah dulu ya, semangat belajarnya ya sayang" Gisella kembali mencium pipi anaknya dengan gemash.
"Makasih ibu sudah mengantarku sampai depan" Aku membalas ciuman ibuku dan melambaikan tangan ketika kereta kuda sudah siap berjalan.
****
__ADS_1
Death Weapond Academy(Akademi Bersenjata Maut) adalah sekolah yang mengajarkan tentang cara bersenjata dan berperang, sekolah tersebut lebihh mengarah kepada kekuatan fisik tetapi yang menjadi syarat masuknya ke Death Weapond Academy hanya lah orang-orang kelas tinggi seperti putri dan pangeran, perwira prajurit kerajaan darat maupun laut.
Aku sudah sampai di Akademi, tempat ku menuntut ilmu serta melatih kemampuanku dalam bersenjata.
Semua murid sudah mulai berdatangan padahal jam masih menunjukkan pukul 06.30 pagi.
"Sepertinya mereka selalu bersemangat untuk belajar di Academy ini" gumamku sambil menuruni anak tangga kereta kuda tersebut.
Setelah turun tidak lupa aku mengucapkan terimakasih pada pengemudi kasir kuda yang sudah mengantarnya.
"Pangeran Louis, selamat pagi" seorang perempuan cantik dan terlihat menawan menyapa Louis sambil tersenyum manis, ia kini berdiri tepat di depannya.
"Oh, halo putri Adelia"ucap Louis dingin pada putri Adelia.
Putri Adelia adalah salah satu anak pewaris kerajaan ke dua setelah kakaknya yang bernama Cerry. Kerajaan Putri Adelia termasuk kedalam kerajaan urutan ke 4 besar yang paling berjaya dan makmur.
Nama kerajaan tersebut adalah kerajaan Sodohm.
Putri Adelia merasa tidak senang, setiap dia menyapa Louis pasti ekpresi Louis sangat dingin bahkan di sekolah Louis terkenal sangat dingin dan jenius. Louis sangat sulit untuk di dekati.
' Mungkin kah aku kurang cantik di matanya, huftt tidak mungkin itu terjadi karena aku kan murid paling cantik di Academy ini' Batin Adelia tanpa sadar dia kenggelengkan kepala di depan Louis.
Seketika Adelia tersadar dari batinnya, dia menggeleng dengan kuat. "Maaf aku hanya refleks tadi" ucap Adelia berbohong.
"Oh oke" ucapku lalu mulai melangkah kan kaki meninggalkan Adelia untuk menuju kelas.
"Hei Louis tunggu aku" Adelia mengejar Louis yang meninggalkannya.
Sesampainya di kelas Adelia cukup banyak yang mendekat, karena menjalin hubungan yang baik dengan Adelia adalah suatu keberuntungan.
Aku kembali ke tempat duduk tanpa pedulikan Adelia lagi, dia tidak peduli tentang pergaulan yang sangat penting dalam kehidupan.
Menurutku sendiri lebih baik, aku tidak suka jika orang-orang dekat denganku hanya sebagai status agar status sosialnya tinggi dan menjadi bahan perhatian orang lain.
"Hey bro Louis, cepat Terima pertemanan di game"ucap Black dari kerajaan shadow.
Black adalah salah satu putra Mahkota dari Kerajaan Shadow yang terkenal pemimpin penjara bawah tanah itu sangat kejam.
__ADS_1
Ya penjara bawah tanah paling mengerikan adalah penjara bawah tanah istana Shadow.
"Sudah aku back kok masa gak ada sih aneh banget. " ucapku.
"Tidak ada Louis, untuk apa juga aku bohong denganmu"
"Yasudah nanti akan aku periksa lagi" ucapku sambil tersenyum.
Black hanya mengangguk dan kembali duduk di samping Louis.
Black bisa di bilang adalah salah satu sahabat Louis yang paling baik dan juga setia.
Hanya dia satu-sayunya yang selalu bersama Louis apapun yang terjadi, apakah Black bisa menjadi sahabat selamanya?
Akhirnya guru Academy telah datang, semua murid duduk dengan tenang tanpa ada suara sedikit pun di satu kelas.
"Hari ini kita akan mempelajari cara menggunakan panah ya, kita tidak hanya belajar senjata jarak dekat tapi juga jarak jauh" ucap pak guru tersebut sambil meletakkan panah yang di bawanya ke lantai, tidak hanya satu tapi cukup untuk semua murid yang ada di kelas ini.
"Wah hari ini kayanya seru, kita akan melatih kemampuan jarak jauh untuk membunuh mangsa" ucap Black begitu antusias ingin mengikuti kegiatan tersebut.
"Apa kamu sangat ingin bisa? " tanyaku pada black.
Aku melihat ekspresi Black yang sangat senang sepertinya sudah terbaca dengan jelas kalau Black sangat ingin bisa bersenjata jarak jauh, sepertinya Black ingin menjadi seorang Archer kerajaan.
"Tentu saja ingin sekali, apa kamu sama sekali tidak tertarik Louis? " tanya Black kembali pada Louis.
"Itu adalah hal yang mudah, tentu saja aku tidak tertarik aku hanya tertarik menjadi Swordsman"ucapku terus terang.
Jujur aku hanya menyukai persenjataan jarak dekat terutama pedang, karena seorang Swordsman bukan lah sembarang posisi yang bisa di capai seseorang. Selain dia berposisi paling depan untuk melindungi Acher tapi dia berperan sangat penting dalam kemenangan peperangan.
"Mudah?kamu bisa memanah Louis? "
"Tentu saja sejak kecil ibu sudah mengajariku, memanah untuk berburu di hutan sangat penting jadi aku sudah menguasainya sejak dini" ucapku lagi yang membuat Black sama sekali tidak mengira bahwa pendidikan di kerajaan Louis sekitar itu.
Black hanya mengulum senyum lalu memegang tangan Louis berharap Louis ingin membagikan sedikit ilmu padanya nanti.
"Ajarkan aku! "
__ADS_1
Bersambung...