
*' semua yang ku tahu , tak harus kamu mengerti .karna kamu ingin tau tanpa mencoba mengerti'*
disisi lain .
mereka bertiga Masi berada dibasecam sambil , hanya regan dan bryan yang mabuk .
dira hanya tertawa lucu melihat tingkah kedua pria ,yang aneh saat sedang mabuk .
dira melihat jam ditangannya , dan mendapati waktu telah jam satu malam .
ia menoleh kearah regan yang telah terlelap ,dan berganti ke Bryan yang masih mengoceh ngoceh sendiri.
tiba tiba,Bryan mendekat dan dan menopang kepala nya di bahu dira .
dira terkejut dan sempat menarik bahu nya ,tapi bryan lebih dahulu menahan .
" dira diraa hahaha " ucap bryan terkekeh ,
dira hanya diam ,karna ia tau bryan mabuk berat .
" cinta itu emang buta ya ,sampe max ga rela kehilangan lu ,bahkan ia ga berani jujur karna takut lu menjauh " ucap bryan lagi .
dira menoleh kearah bryan dan menanyakan maksud nya , " maksud nya? jujur apa?" .
"lu tau ga? motor itu sebenarnya adalah hadiah ,hadiah dalam game mendapatkan hati" ucap bryan terduduk lagi ,dan menunjuk nunjuk dira.
pernyataan bryan membuat nya bingung ,
" hati siapa?gue?"" tanya dira.
"ya iyalah siapa lagi , motor itu idaman max banget makanya dia menerima tantang gue ,hahahaha" ucap bryan tanpa sadar .
deg//
dira terkejut dengan pernyataan tersebut, ia tak menyangka selama ini pria yang ia suka malah mempermainkan nya .
pantas max tak pernah menjadikan nya kekasih , tanpa sadar mata dira telah dipenuhi air mata .
ia mencoba lebih dulu mendengar penjelasan max ,tapi si pemilik ponsel tak menjawab jawab .
dira menoleh kearah bryan yang telah tertidur disampingnya, dan menoleh ke Regan .
regan telah terbangun dan sekarang telah menatap kearahnya , ia berjalan mendekat dan ingin merengkuh tubuh dira .
lebih dulu dira berlari kepintu untuk pergi , tapi tangan nya lebih dulu ditahan regan .
__ADS_1
" maaf gue ga kasi tau lu tentang ini , tapi yang harus lu tau , max bener bener sayang sama Lo sejak pertama sekolah " ucap regan
membuat hati dira lebih baik , hanya saja kepercayaan nya menjadi hancur .
dira menghempaskan tangan regan dan melaju menggunakan taksi .
berkali kali air mata nya jatuh , ia kesal,sedih dan tak percaya .
'bagaimana bisa , perasaan gue selama ini cuma dijadiin mainan?apa ini lucu ' batinnya .
tak lama taksi berhenti dirumah nya , ia mengetuk pintu .menampakan kedua orang tua nya yang terlihat khawatir , tapi dira tetep berjalan menuju kamarnya .
ia terduduk di lantai , menyender ke kasur nya .
hatinya benar benar sakit .
sisi regan .
" SIALLLLL" teriak Regan sambil berjalan masuk kedalam basecamp lagi ,
ia menatap Bryan kesal .
skip ,esok hari.
dira bangun dari lantai, merasakan badannya sakit semua . bahkan terlihat kantong mata nya ,karna semalaman menangis .
melihat anaknya berjalan kebawah dengan lemas ,sara mendekat dan memeluk anaknya .
" kenapa sayang? ada yang gangguin kamu? hm?" tanya mama dira .
" ga papa mih ,aku laper " ucap dira .
tanpa bertanya lagi mereka,melahap makanan .
terlihat wajah kedua orang tua nya khawatir, bahkan merasa tak enak untuk mengunyah makanan.
papi dira membuka obrolan ,
" eh bukannya hari ini ,ada kelulusan kelas dua belas ya ? kamu ga ikut? emang ga mau kasi selamat buat regan dan max?" tanya papinya , membuat dira menghela nafas .
" males pih ,aku lagi kesel sama mereka"ucap dira ,
" hmm dira boleh ,minta permintaan ga?" ucap dira membuat kedua orang tua nya menatap .
" tentu saja ,untuk kamu apa yang ga bisa , katakan saja sayang " ucap sara .
__ADS_1
____________________________________________________________________________________________
disisi lain , sekolah telah penuh dengan dekorasi .
bahkan para murid murid juga telah berpakaian rapih , acara kelulusan telah selesai dilaksanakan .
tentu saja semua murid yang telah lulus merasa bahagia, tapi tidak dengan ketiga pria ini .
mereka terlihat khawatir dan bersalah , regan telah mengatakan apa yang terjadi kemarin .
bahkan tadi max telah memukul wajah bryan karna lancang mengatakan , padahal ia telah merencanakan sesuatu untuk melepas kelajangannya .
" maaf gue bener bener ga sadar saat itu " ucap bryan yang terlihat jelas ,ujung mulut nya berdarah.
" sekarang yang harus kita pikirkan,adalah bagaimana membuat dira percaya lagi dengan kita " ucap regan.
max mengusap kasar wajahnya , hari yang harus nya ia merasa bahagia malah sebaliknya.
max berdiri membuat kedua pria samping nya juga ikut berdiri ,
" mau kemana?" tanya regan .
tanpa menjawab apa apa , max berlari kearah parkiran dan melaju .
semua yang berada disana hanya merasa aneh pada ketiga pria tersebut , terlihat sedih diwajah mereka.
sesampai nya di rumah dira , max mencoba tenang dan mengetuk pintu .
seseorang paruh baya membuka kan pintu ,
" bi ,Dira nya ada ga? saya ada urusan pen-"
ucapan max terhenti karena papa dira lebih dahulu menghentikan nya .
" ada apa dengan anak saya ? katakan saja! " ucap papa dira .
**hyy gaes jangan lupa coment ya , gimana gimana cerita aku .kritik aja ga apa-apa ,kan aku juga pengen tau menurut kalian gimana?
soalnya sepi banget cerita aku ..
jadi jangan lupa mampir cerita aku yang lain yaa....
tuan muda dan nona cantik (tamat)
__ADS_1
aku dan ketiga sahabat ku 🌚**