Love Start

Love Start
BAB 35


__ADS_3

*' semua yang ku tahu , tak harus kamu mengerti .karna kamu ingin tau tanpa mencoba mengerti'*


disisi lain .


mereka bertiga Masi berada dibasecam sambil , hanya regan dan bryan yang mabuk .


dira hanya tertawa lucu melihat tingkah kedua pria ,yang aneh saat sedang mabuk .


dira melihat jam ditangannya , dan mendapati waktu telah jam satu malam .


ia menoleh kearah regan yang telah terlelap ,dan berganti ke Bryan yang masih mengoceh ngoceh sendiri.


tiba tiba,Bryan mendekat dan dan menopang kepala nya di bahu dira .


dira terkejut dan sempat menarik bahu nya ,tapi bryan lebih dahulu menahan .


" dira diraa hahaha " ucap bryan terkekeh ,


dira hanya diam ,karna ia tau bryan mabuk berat .


" cinta itu emang buta ya ,sampe max ga rela kehilangan lu ,bahkan ia ga berani jujur karna takut lu menjauh " ucap bryan lagi .


dira menoleh kearah bryan dan menanyakan maksud nya , " maksud nya? jujur apa?" .


"lu tau ga? motor itu sebenarnya adalah hadiah ,hadiah dalam game mendapatkan hati" ucap bryan terduduk lagi ,dan menunjuk nunjuk dira.


pernyataan bryan membuat nya bingung ,


" hati siapa?gue?"" tanya dira.


"ya iyalah siapa lagi , motor itu idaman max banget makanya dia menerima tantang gue ,hahahaha" ucap bryan tanpa sadar .


deg//


dira terkejut dengan pernyataan tersebut, ia tak menyangka selama ini pria yang ia suka malah mempermainkan nya .


pantas max tak pernah menjadikan nya kekasih , tanpa sadar mata dira telah dipenuhi air mata .


ia mencoba lebih dulu mendengar penjelasan max ,tapi si pemilik ponsel tak menjawab jawab .


dira menoleh kearah bryan yang telah tertidur disampingnya, dan menoleh ke Regan .


regan telah terbangun dan sekarang telah menatap kearahnya , ia berjalan mendekat dan ingin merengkuh tubuh dira .


lebih dulu dira berlari kepintu untuk pergi , tapi tangan nya lebih dulu ditahan regan .

__ADS_1


" maaf gue ga kasi tau lu tentang ini , tapi yang harus lu tau , max bener bener sayang sama Lo sejak pertama sekolah " ucap regan


membuat hati dira lebih baik , hanya saja kepercayaan nya menjadi hancur .


dira menghempaskan tangan regan dan melaju menggunakan taksi .


berkali kali air mata nya jatuh , ia kesal,sedih dan tak percaya .


'bagaimana bisa , perasaan gue selama ini cuma dijadiin mainan?apa ini lucu ' batinnya .


tak lama taksi berhenti dirumah nya , ia mengetuk pintu .menampakan kedua orang tua nya yang terlihat khawatir , tapi dira tetep berjalan menuju kamarnya .


ia terduduk di lantai , menyender ke kasur nya .


hatinya benar benar sakit .


sisi regan .


" SIALLLLL" teriak Regan sambil berjalan masuk kedalam basecamp lagi ,


ia menatap Bryan kesal .


skip ,esok hari.


dira bangun dari lantai, merasakan badannya sakit semua . bahkan terlihat kantong mata nya ,karna semalaman menangis .


melihat anaknya berjalan kebawah dengan lemas ,sara mendekat dan memeluk anaknya .


" kenapa sayang? ada yang gangguin kamu? hm?" tanya mama dira .


" ga papa mih ,aku laper " ucap dira .


tanpa bertanya lagi mereka,melahap makanan .


terlihat wajah kedua orang tua nya khawatir, bahkan merasa tak enak untuk mengunyah makanan.


papi dira membuka obrolan ,


" eh bukannya hari ini ,ada kelulusan kelas dua belas ya ? kamu ga ikut? emang ga mau kasi selamat buat regan dan max?" tanya papinya , membuat dira menghela nafas .


" males pih ,aku lagi kesel sama mereka"ucap dira ,


" hmm dira boleh ,minta permintaan ga?" ucap dira membuat kedua orang tua nya menatap .


" tentu saja ,untuk kamu apa yang ga bisa , katakan saja sayang " ucap sara .

__ADS_1


____________________________________________________________________________________________


disisi lain , sekolah telah penuh dengan dekorasi .


bahkan para murid murid juga telah berpakaian rapih , acara kelulusan telah selesai dilaksanakan .


tentu saja semua murid yang telah lulus merasa bahagia, tapi tidak dengan ketiga pria ini .


mereka terlihat khawatir dan bersalah , regan telah mengatakan apa yang terjadi kemarin .


bahkan tadi max telah memukul wajah bryan karna lancang mengatakan , padahal ia telah merencanakan sesuatu untuk melepas kelajangannya .


" maaf gue bener bener ga sadar saat itu " ucap bryan yang terlihat jelas ,ujung mulut nya berdarah.


" sekarang yang harus kita pikirkan,adalah bagaimana membuat dira percaya lagi dengan kita " ucap regan.


max mengusap kasar wajahnya , hari yang harus nya ia merasa bahagia malah sebaliknya.


max berdiri membuat kedua pria samping nya juga ikut berdiri ,


" mau kemana?" tanya regan .


tanpa menjawab apa apa , max berlari kearah parkiran dan melaju .


semua yang berada disana hanya merasa aneh pada ketiga pria tersebut , terlihat sedih diwajah mereka.


sesampai nya di rumah dira , max mencoba tenang dan mengetuk pintu .


seseorang paruh baya membuka kan pintu ,


" bi ,Dira nya ada ga? saya ada urusan pen-"


ucapan max terhenti karena papa dira lebih dahulu menghentikan nya .


" ada apa dengan anak saya ? katakan saja! " ucap papa dira .


**hyy gaes jangan lupa coment ya , gimana gimana cerita aku .kritik aja ga apa-apa ,kan aku juga pengen tau menurut kalian gimana?


soalnya sepi banget cerita aku ..


jadi jangan lupa mampir cerita aku yang lain yaa....



tuan muda dan nona cantik (tamat)

__ADS_1


aku dan ketiga sahabat ku 🌚**



__ADS_2