
Tangan yang sangat lembut. Dan halus itu
Memengang, pundakku yang kasar dan kotor
Seolah - olah dia tidak. Mau pergi dari sini.
Jack kamu mau kemana.??
Suara yang menghalangiku untuk bergerak maju. Dan aku berbalik badan melihat sesorang gadis yang sangat cantik menghentikan langkah ku.?
Napas yang terengah - engah
Ha, ha , ha
Jack tunggu aku.
Kenapa kamu mengejar aku Rose.?
Kenapa kamu lari begitu cepat.?
Aku tidak, mau menggangu waktu berduaan denganmu dengan Raffi. ?
Emosi dan Rasa sendih menjadi satu. Rasa cemburu yang ditahan, sangatlah menyakitkan.
Ok, kalau gitu aku mau jujur. ?
Apakah kau menyukaiku Jack.?
Tidak ada angin, Tidak ada petir pertanyaan
Yang membuat hati para laki - laki bergetar.
Kenapa tiba - tiba menyanyakan itu. ?
Aku penasaran .?
Kita kan berteman. ?
*Jawaban yang tidak diinginkan Rose.*
Ohhhhh, Berteman. ?
Baiklah kalau gitu, tapi kenapa kamu lari, Saat
Ada Raffi. Aku takut kalau Diriku mengganggu
Rose pun sedikit, Kecewa dengan jawaban Jack. Meskipun Rose sangat menyukai Jack.
Bagaimana ini, apa yang harus aku berbuat.
Aku merasa bersalah sama jack.
Keesokan harinya.
Jack kok jam segini belum datang (07.30), Dia kemana ya. Rose yang khawatir sama Jack pun menunggu kedatanganya.
Jam pelajaran pun dimulai. Dan Jack belum Kunjung datang. Rose dengan setia menuggu
Jack, Tetapi belum datang juga.
Rose
( Dia kemana ya. )
__ADS_1
( Apakah dia marah sama aku ya.)
Bel pelajaran pun selesai dan Rose melihat
Tempat Bangku Jack duduk.
( "Apa yang terjadi sama Jack" )
( "Lebih baik aku kerumahnya saja. ")
Rose pun pergi sendiri kerumah Jack.
Rose yang Tiba - Tiba, lupa kemana arah rumah. Jack.
Rose pun terpaksa. Untuk bertanya kepada
Orang sekitar. Dimana rumah Jack.
Jack yang ada dirumah sedang sakit.
Menghawatirkan Rose.
( " DIA DISEKOLAH SEDANG APA YA. ")
Tiba - Tiba bel berbunyi rumah berbunyi.
( " Bibi tolong bukain pintu depan ada tamu " )
Bibi pun membuka rumah Jack.
( " nona silahkan masuk " )
Jack pun turun kebawah untuk melihat siapa
Jack terdiam sebentar.
*Aduh!!!!*
Jack terdiam tanpa melihat, saat turun tangga.
Rose yang melihat itu, langsung lari dan membantu Jack.
"Jackk, kamu tidak apa - apa kan."
"Apa ada yang terluka.? "
Mata Rose yang begitu indah, dan cantik. Seperti khawatir, dan takut kehilangan.
*Sikap malu*
"Aku tidak apa - apa."
" Kenapa kamu kesini.?"
Rose
" Apakah kita boleh duduk.?"
" Baiklah. "
Jack sebenarnya. Hubungan ku sama Raffi
tidak ada, apa - apa.
__ADS_1
Jack yang mendengar itu terasa lega dan senang membuat hati Jack bisa terbuka kembali.
sedikit cuek.
" Terus hubunganya dengan ku apa.?"
Apakah Jack masih marah. Padahal aku
Sudah sengenap jiwa memberikan Jawaban.
" Apakah kamu masih marah.? "
" untuk apa aku marah.?"
"Jadi kamu sudah tidak marah lagi."
" nggak. "
"Kalau gitu apakah. Kita sudah baikan.?"
" hm."
Dengan muka sedikit tersenyum.
Rose pun merasa senang dan bahagia. Karena melihat Jack tidak marah kepadanya
Rose pun, berpamitan kepada Jack untuk
Pulang.
" kalau gitu. Aku pulang dulu Jack."
" Aku kesini cuma mau mintaa maaf sama
Kamu.? "
" Baiklah, aku antar sampai pintu. "
Didepan pintu.
" Baiklah Jack aku, pulang dulu. "
" Maaf Rose, aku tidak bisa mengantarkan mu
sampai rumah.? "
"nggak papa kok Jack."
" kalau gitu aku pulang dulu ya."
" Baiklah hati - hati dijalan jangan sampai
Dirampok lagi.? "
" Jangan bilang begitu. "
" iya. "
Rose pun berbalik badan dan pergi meninggalkan Jack. Dan berkata
* kenapa dia tidak peka, dasar laki - laki.?*
Rose yang merasa khawatir
__ADS_1