Maaf!Tapi kamu milikku!

Maaf!Tapi kamu milikku!
*1*


__ADS_3

Author POV


Seorang gadis kecil meringkuk di kasurnya, ia tampak kesakitan! peluh membasahi dahinya, ia mengernyit keringatnya yang bercucuran perlahan mata gadis itu terbuka, duduk dengan nafas yang memburu seperti berlari 1km berulang kali.


Ia Alisa Yasmini! gadis yang kembali dari kematiannya setelah ia meninggal saat berusia 17 tahun, sekarang ia kembali di usia 14 tahun dan sudah kelas 3 SMP.


Itu berarti akan ada 3 tahun kedepan dimana Maura akan berencana membunuhnya lagi! tidak akan ia biar kan


mata di balas mata! dalam hati Lisa berkata"aku Alisa Yasmini akan membalas dendam ini kepadamu Maura! lihat saja siapa yang akan membunuh siapa!"tekad Lisa .


Masih terngiang di kepalanya bagaimana sahabat yang begitu ia percayai seperti keluarga sendiri ternyata sangat membencinya bahkan merebut cinta pertama, bahkan menjebak dan membunuh nya. Itu tidak akan terjadi sekarang!!!.


" tidak akan pernah ku biarkan kau Maura! aku Alisa Yasmini aku membuatmu lebih baik mati daripada hidup seperti mati!"tekad Lisa dengan tajam.


Sekarang ia harus mengingat tentang hal apa yang akan di lakukan Maura dua tahun kedepan! maka itu Lisa segera mengambil pena dan buku, ia menulis setiap adegan itu dengan rinci. Dengan begitu ia bisa membalikkan keadaan dan membuat Maura dalam kehancuran.


Ia bukan lagi Lisa yang dulu, di mana ia selalu baik kepada orang, Kini ia adalah Lisa yang dingin dan licik. Ia tidak akan pernah mempercayai siapapun kecuali Teman masa kecilnya, Nathan Sykes.


Nathan selalu ada di saat Lisa terpuruk, Nathan sangat mencintai lisa bahkan Lisa masih ingat dimana Nathan berusaha mencarinya, walupun ia tidak bisa membuka matanya namun ia bisa mendengar suara Nathan yang menangis pilu sambil memeluk Lisa erat.


Selama ini Lisa selalu menganggap Nathan sebagai kakaknya, namun sejak itu ia tau jika Nathan sangat mencintainya,dan menjaganya dengan sepenuh hati.


Lisa mulai membuat beberapa plot dari ingatannya dimana ia akan mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah untuk ke jenjang SMA dengan mudah, karena ia murid berprestasi maka sudah pasti ia dengan mudah di terima.


Sedangkan Maura yang memang dengki dan iri terhadap Lisa pun semakin iri, karena ia harus masuk ke SMA itu dengan biaya yang sangat besar. Sejak itu lah Maura berupaya agar Lisa di rendahkan dan di maki semua orang.


Setelah selesai mencatatnya Lisa pun berkemas untuk membuat sarapan pagi, karena hari masih terlalu pagi atau subuh Lisa pun cukup melakukan semua dengan santai, setelah ia melahap makanannya lalu Lisa pun mandi dan memakai seragam sekolah nya.


Hari ini ia akan membuat kesan yang cukup berbeda dengan Maura,maka dari itu ia sedikit bersemangat untuk hari ini.


...****************...


Lisa sekarang sudah sampai dihalaman sekolah yang luas, sambil berjalan dengan tas di bahu nya orang yang melihat ia pasti akan ada yang menyapanya lembut, dan bahkan tak jarang beberapa adik kelas nya menggoda nya, namun Lisa hanya tersenyum kecil berjalan menuju kelasnya.

__ADS_1


"*duh neng Lisa makin hari makin cantik aj kapan jadi pacar aa neng?"


" enak aj lu neng Lisa mah ga mungkin jadi pacar lu, ia bakalan jadi pacar gue paham? ana paham?"


" neng Lisa yuk sarapan pagi bareng yuk, mumpung masih pagi loh, Abang siap kok enak minta antar kemanapun"


" itu kak Lisa wahh.. makin cantik aj.. udah cantik pintar cerdas pula, dan ia sangat membanggakan nama sekolah kita"


" uwaah.. kak Lisa aku padamu.."


Sedangkan Lisa yang mendengarnya hanya tersenyum kecil, lalu masuk kedalam kelasnya. Dulu ia akan duduk bersama Maura karena memang sejak pertama SMP ia dan Maura selalu bersama duduk bersama pulang bersama.


Sekarang ia tidak akan lagi duduk dengan Maura, bagi nya itu hanya akan membuat nya semakin membenci Maura.


Jadi Lisa pun memilih duduk di sudut ruangan yang ada jendela menghadap lapangan sekolah yang luas.


Lisa POV


Aku dengan malas memandang lapangan karena aku tau tidak lama Maura datang menghampirinya saat melihat Lisa duduk di sudut ruangan itu.


" Saa.. Lis... oii.. Lisa.!!!" keras nya hingga membuatku memandang berpura-pura terkejut, lalu kulihat ia menatap ku.


" Lisa kok ku duduk di sini sih? kan biasa nya kita duduk di sana berdua!" jelas Maura terlihat ia tidak suka Lisa berpindah karena sudah pasti hari ini akan ada tugas yang diberikan oleh guru.


Biasanya Maura selalu menyontek Lisa.


Maka dari itu ia kesal dengan Lisa yang bersikap bahwa Maura tidaklah penting,jelas ia kesal ia hanya bisa menyontek Lisa saat belajar biasa sedangkan saat ulangan semester ia tidak bisa karena saat ulangan semester sangat susah untuk menyontek.


Setiap sudut ruangan itu selalu ada kamera kecil yang selalu memantau murid, baik depan belakang bahkan dari bawah.


" gue lagi pengen sendiri Ra.. pliss tolong ngrtiin gue?.. lu bisa ajak siapa aj untuk duduk di kursi itu! gue lagi banyak pikiran Ra.." bohong ku memelas.


Maura melihat itu pun menghela nafas lalu mengangguk sambil kembali ke kursi nya, seperti Maura harus siap di marahi guru seperti dulu saat Lisa tidak masuk karena sakit.

__ADS_1


Sedangkan Lisa langsung menghela nafasnya, mana mau ia duduk bersama Maura sejak peristiwa kejam menimpa mimpi nya itu, jadi jika ia berdekatan dengan Maura sudah pasti ia akan lepas kendali.


Masih terngiang jelas saat Nathan datang mencari nya, lalu berlari ke tubuh nya yang sudah kehabisan banyak darah dan nafas yang semakin menipis.


Nathan yang biasanya selalu menenangkan Lisa kini ia menangis pilu memeluk Lisa erat sambil berkata tersedu-sedu.


" A-al.. hiks.. hiks, ini ti..dak mu..ngkin hiks aku telat Al hiks.. jika saja aku lebih cepat mendapatkan informasi mu hiks mungkin ini tidak akan terjadi Al hiks ku mohon jangan mati Al.. aku Nathan teman mu ini sa.. sangat mencintaimu Al hiks .. hiks.. jangan mati Al.. hiks .. hiks.. argghhh.!!!" Raung Nathan dengan pilu, gadis yang sangat ia cintai itu mati di pelukannya.


...****************...


Setelah beberapa jam pelajaran pun akhirnya selesai karena bell istirahat sudah berbunyi, segera murid yang mendengarnya langsung bergegas saja keluar.


Banyak murid yang sudah keluar hanya beberapa orang masih di kelas seperti dirinya, namun Maura juga datang menghampirinya.


" Sa yuk kita ke kantin yuk udh laper nih!" ajak nya sambil tersenyum memelas seakan ia sudah kelaparan.


" gue bawa bekal makanan dari rumah Ra.. maaf ya, gue bener bener butuh waktu sendiri, gue harap lu memaklumi Ra.." kata ku sambil sedikit cuek dan sedih bersamaan.


" yaahh.. em ya udah gue pergi ke kantin dulu ya.. bye sa~" berkata lesu padahal aku tau di dalam hati nya kesal dengan sikap ku menolak nya.


Setelah Maura pergi, aku pun mulai membuka buku ku yang dimana semua plot yang akan ia lakukan sudah ku tulis rinci, dengan ini aku pasti bisa membalikkan keadaan dengan cara ku sendiri!.


Lisa yang selesai membaca nya pun menghela nafas, sesak rasa hatinya, jujur sakit yang diingatnya dulu benar benar tidak bisa ia lupakan sedikit pun.


" sungguh bodoh satu titik kepercayaan maka akan muncul beribu luka yang menusuk dari belakang ku.. haah.. Maura hari itu kau berhasil membunuhku! sekarang kita lihat siapa yang membunuh siapa!". kata ku tajam dan niat membunuh yang kuat.


#**gimana? nyambung ga ya ceritanya?


# komen aj yang mau kasi saran atau yang lain.. bisa komentar di bawah 👇👇


# oke sekian dari zya.


# akan update se mood zya aj.. klo ga, ya ga update dunk🤣🤣

__ADS_1


# jgn lupa tinggalkan jejak nya ya bung🙏👉👈🤭**


__ADS_2