
Jaehyun menatap nanar layar ponselnya, sudah belasan kali ia mencoba untuk menghubungi nomor tunangannya namun hanya sebuah suara operator yang terus aja terulang, Jaehyun sampai bosen dengernya.
Ia mengingat lagi kejadian siang tadi, kejadian yang ngga mungkin pernah ia bayangkan sebelumnya,
....
"Jae ayo batalin perjodohan ini karena gue ga mau jatuh untuk kesekian kalinya terlebih ke orang yang sama"
Jaehyun ngelepasin dekapannya, memegang erat kedua pundak Jira dengan tatapan mata yang menatapnya dalam
"Ra maksud kamu apa? "
Jira ngehembusin nafasnya panjang, natap kemusuhan cowok yang sekarang berstatus sebagai tunangannya atau yang bakal menjadi 'mantan tunangannya'
"Berhenti jadi orang yang sok polos Jae, kalau lo emang masih suka sama Rose mending lo batalin perjodohan gila ini-"
"Kalau lo emang punya niatan buat mainin perasaan gue lo udah menang Jae, gue tau gue emang bego banget jadi cewek yang bisa bisanya nerima orang yang jelas jelas dulu pernah ngecewain gue-"
"Udah cukup, kalau emang lo mau balik lagi ke Rose silahkan mumpung gue belum punya perasaan lebih ke elo"
Jaehyun diam, merasakan nyeri yang muncul tiba tiba di hatinya. Kepalanya ngegeleng tanda ga setuju sama apa yang Jira ucapin barusan.
"Ra aku sama sekali ga ada niatan buat mainin perasaan kamu, aku juga ngga tau kalau dia bakal ngelakuin hal kayak begitu, Ra please percaya sama aku"
"APA YANG MESTI GUE PERCAYAIN LAGI SIH ANJING??? "
Cairan bening keluar gitu aja dari kedua matanya bersamaan dengan teriakan yang cukup mengundang perhatian orang yang berlalu lalang di sekitarnya.
Jaehyun menatap sendu Jira, menghapus pelan air mata di kedua pipi Jira dan mengusapnya pelan.
"Ra please maafin aku, kamu boleh ngeluapin emosi kamu ke aku, kamu boleh mukul atau nampar aku sepuas yang kamu mau, tapi please Ra jangan batalin perjodohan kita.... Please, let me try again to fix our relationship"
Jira menepis kasar kedua tangan Jaehyun alih alih menampar atau memukul wajah di hadapannya, Jira memilih lari ninggalin Jaehyun yang sekarang udah siap buat ngejar Jira,
Hampir aja Jaehyun melangkah, ia merasakan sentuhan di pundaknya. Membiarkan Jira pergi dan lebih memilih untuk mengetahui siapa yang sekarang ada di belakangnya.
Dengan memberikan tatapan sendu, Jaehyun membalas tatapan datar Jungkook.
"Sialan lo"
Booough
__ADS_1
Satu pukulan mendarat ke wajah mulus Jaehyun hingga ia tersungkur, Jongkook berjongkok menyamakan tingginya dengan Jaehyun lalu memegang pundak lelaki yang tengah menatapnya tajam sembari mengelap sudut bibirnya yang sedikit berdarah.
"Gue ngewakilin Jira buat nonjok lo, jangan pikir kalau gue bakal diem aja ngeliat temen gue nangis di depan cowok-"
"Dan jangan pernah punya pikiran kalau lo bakal balik pukul gue, karena lo tau siapa yang salah dan siapa yang ngga salah"
Jungkook berdiri menatap Jaehyun sekilas sebelum pergi ninggalin Jaehyun yang masih mencoba buat berdiri.
....
Jaehyun ngepukul setir mobilnya, ngelempar benda persegi panjang itu ke jok penumpang disebelahnya. Tatapannya mengedar, menatap bangunan apartemen Jira dari balik kaca mobil.
Setelah kejadian tadi, Jaehyun memutuskan untuk ngga balik lagi ke kantor dan lebih milih buat menyendiri di mobilnya.
Matanya menatap lekat unit Jira, jujur ia ga bisa kayak gini terus, Jaehyun emang egois. Dia ngga bakal nelepasin jira untuk kedua kalinya. Dengan mengambil ponselnya kembali dan keluar dari mobi menjadi opsi terakhir Jaehyun untuk menemui Jira.
"Ra maaf, aku emang egois dan aku ga bakal ngelepasin kamu untuk yang kedua kalinya"
.....
Suara ketukan pintu menyadarkan Jira dari lamunannya, netranya menatap malas pintu utama unitnya. Dengan sedikit merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan, Jira jalan buat nemuin tamu yang datang disaat yang ga tepat.
Mager sih, tapi adab menerima tamu harus tetap ia lakukan.
"Jae...hyun? "
Jira sedikit membulatkan matanya tatkala netranya menatap pria yang tengah tersenyum paksa dihadapannya. Rasa kesal ketika mengetahui kalau Jaehyun adalah tamunya dimalam hari menguap sudah dengan ditemuinya lebam dan bercakan darah kering di sekitar mulutnya.
"H... Hai, maaf ganggu"
Mengabaikan rasa nyeri yang kerap kali datang saat ia menggerakkan mulutnya, Jaehyun tersenyum paksa.
Jira mengedipkan matanya dua kali, rasa canggung tiba tiba datang mengunjungi mereka
"Lo... Wajah lo kenapa? "
Jaehyun ngegeleng pelan, tersenyum manis ketika mengetahui bahwa Jira masih sedikit khawatir padanya. Eh khawatir? Yang bener aja lo Jae.
"Gapapa, lagian aku pantes nerima ini"
Entah kenapa rasa nyeri mendadak muncul di hati terdalamnya, tanpa memperdulikan kejadian tadi Jira langsung narik tangan Jaehyun dan membawanya duduk di ruang tamu, sedang Jaehyun menatap lamat wanita yang berhasil mencuri seluruh ruang di hatinya.
"Tunggu disini dulu, gue ambilin kompresan sama salep"
Jaehyun diam dan membiarkan Jira melakukan apa yang ia mau. Menghembuskan nafas panjang ia memejamkan mata sembari bersandar di sandaran sofa.
__ADS_1
Suara langkah kaki yang tergesa menyadarkan Jaehyun dari aktivitasnya, ia kembali membuka matanya merubah posisi duduknya dan menatap presensi Jira yang semakin mendekatinya.
Raut khawatir bisa ia lihat jelas di wajah Jira, sedikit mengulas senyum Jaehyun menyambut kedatangan Jira hingga duduk tepat disebelahnya.
"Siapa yang mukul lo sih anjir padahalkan seharusnya gue yang mukul lo duluan"
Jira nempelin ice bag di memar Jaehyun dengan telaten, sedikit meringis ketika ngeliat Jaehyun yang masih nahan rasa sakit
"Jae, gue tadi ke rumah bunda. Gue udah ngomong kalau gue bakal ngebatalin perjodohan ini... "
Belum sempet Jira nerusin ucapannya, jemari Jaehyun memegang tangan Jira yang masih ngekompres wajahnya.
Tatapannya manatap Jira lekat, sedang Jira mencoba buat ngalihin pandangannya dari Jaehyun.
"Kamu positif mau ngebatalin? "
Ngedengar suara Jaehyun, membuat pandangan mereka ketemu. Jira sedikit menepis tangan Jaehyun dan kembali buat ngekompres lagi.
Ia diam, ga ngejawab perkataan Jaehyun yang semakin ngebuat pikiran Jaehyun kalang kabut.
Setelah ngekompres, Jira lantas nuangin alkohol dikapas dan menempelkannya di sudut bibir Jaehyun yang ngebuat Jaehyun sedikit mengerang.
"Ahh.. Ra perih"
"Diem dulu njir"
Dirasa cukup, tangannya dengan telaten mengoleskan salep di luka Jaehyun merata. Setelah selesai Jira lantas membersihkan peralatan p3knya semula, mengabaikan presensi Jaehyun dan lebih milih buat ngmbaliin kotak p3knya kembali ketempat biasanya.
Langkahnya berhenti, tanpa membalikkan badannya, Jira berucap
"Mending sekarang lo balik Jae, udah malem"
Jaehyun ngebalikin tubuhnya, natap tubuh belakang Jira yang mulai berjalan meninggalkannya. Dengan kecepatan penuh Jaehyun berlari mengejar Jira. Mendekap tubuh 'sang calon' dari belakang dengan erat.
"Ra aku nginep sini ya, seminggu di rumah mama jadi kangen sama kamu"
...
LAMA LAMA GUE BUANG KE LAUT BENERAN LO JAE!!! —Jira
Tbc.
__ADS_1