
"kau...?"tanya Yinxiang
"bagaimana bisa kau berada di sini?"timpal Yinxiang
"kenapa tidak bisa?...aku seorang dewi loh...masa kamu melupakan fakta terbesar itu."ucap Dewi racun lalu mendekati Yinxiang
"huft...jika kau ingin membantu maka bantulah aku tapi...jika kau ingin mengganggu maka pergilah."ucap Yinxiang dengan raut wajah kesal
"kau ini...biasanya selalu berwajah datar...tapi sekarang wajah mu itu terlihat sangat kesal."ucap Dewi racun heran
"ck...kau saja yang seorang dewi bisa kesal...lalu apa beda nya dengan ku...apa lagi aku ini manusia."ucap Yinxiang
"baiklah aku mengerti..."ucap dewi racun
"jadi...ada apa?...kenapa kau terlihat gelisah begitu?"timpal Dewi racun
"dia adikku...Haneul terkena racun dari senjata sabit maut...tapi aku tidak tau cara mengobati nya."ucap Yinxiang dengan nada suara yang rendah
"hmmm...racun lawan nya adalah racun."ucap Dewi racun
"apa maksud mu?"tanya Yinxiang tidak mengerti
"adik mu bisa di sembuh kan dengan racun yang lebih kuat...dan kamu sendiri juga memiliki nya."ucap Dewi racun
"racun di lawan dengan racun?...apa tubuh Haneul tidak akan hancur?"tanya Yinxiang dengan raut wajah tak bisa di artikan
"tentu tidak...daya tahan tubuh adik mu lumayan kuat...jadi dia akan baik-baik saja...lagi pula tidak ada jalan keluar lain nya...karna racun sabit maut tidak akan bisa bertahan lama...adik mu akan mati jika kamu tidak segera mengobati nya."ucap Dewi racun
__ADS_1
setelah mengatakan itu...Dewi racun menghilang dengan asap unggu yang mengelilingi nya...
"jika kau berhasil maka berterima kasihlah padaku dengan sebuah bukti..."ucap Dewi racun lalu sepenuh nya hilang dari pandangan Yinxiang
"argh...sekarang dia ingin menerima kata terima kasih ku dengan hadiah...persetan dengan hal itu...yang terpenting aku harus menghadapi masalah yang ada di hadapan ku saat ini."ucap Yinxiang frustasi
Yinxiang menyalurkan racun yang ada dalam tubuh nya kedalam tubuh Haneul...
"maaf Haneul...tapi aku tidak tau lagi harus pakai cara apa."gumam Yinxiang
tak lama kemudian Haneul berteriak histeris seperti menahan rasa sakit yang luar biasa...
Shu dan Yan yan mendengar teriakan Haneul dan pada akhirnya mereka masuk ke ruangan Yinxiang tanpa izin...
"pangeran..."ucap mereka berdua serempak
'racun ini berbahaya jika terkena mereka berdua...aku masih belum bisa seutuh nya mengendalikan nya' batin Yinxiang gelisah
Setelah mendengar perintah tuan muda nya...Shu dan Yan yan mundur beberapa langkah...
cahaya merah dan biru berpaduan...mereka saling berbenturan di atas langit-langit ruangan...
"Haneul...bertahan lah..."gumam Yinxiang sambil memperkuat mana biru milik nya...
"uhuk..."
darah yang mengalir dari bibir Yinxiang mulai membuat nya tidak bertenaga...
__ADS_1
racun dalam tubuh Haneul hampir selesai di musnah kan...namun tubuh Yinxiang sudah tidak bertenaga...karna terlalu banyak menggunakan mana racun nya...
"tuan muda...anda beristirahatlah dulu...pangeran Haneul juga sudah lebih baik...jika begini anda lah yang akan terluka parah karna kehilangan tenaga."saran Yan yan dengan raut wajah khawatir
"sedikit lagi..."gumam Yinxiang
mempekat kan mana biru nya dan setelah itu mana milik nya menghilang bersamaan dengan tubuh Yinxiang yang sudah tidak bertenaga
Yinxiang hampir pingsan namun berhasil di pegang oleh Shu...
"tuan muda...anda harus beristirahat dulu."ucap Shu
"hn...tolong antar kan aku ke kamar ku."ucap Yinxiang dengan pandangan yang sayu dan nada suara yang lemas
"baik tuan muda..."ucap Shu
lalu Shu menggendong Yinxiang...
(gw ga habis fikir ternyata di eps 1 Xiang masih umur 13😶gw sebagai author mengakui kalau Xiang masih kecil😂jadi wajar kalau di gendong😂)
(awas aja lu gw sembuh...sleding berjalan😡)
Tbc😂
sungguh end yang mengharukan~
maaf jika ada typo😂🙏
__ADS_1
ga papa cuma lagi pen pake emot ini👉😂