Menantu Greget

Menantu Greget
Perusahaan Hiburan


__ADS_3

Kecantikan Emely Liu diakui oleh semua orang, dan sama sekali tidak kalah dengan artis-artis terkenal dalam Magic Entertainment Group.


Tidak heran jika perempuan yang begitu cantik itu membuat manager artis Magic Entertainment Group tertarik terhadapnya.



Meskipun demikian, semua orang tetap sangat iri dengannya.



Perlu diketahui, Magic Entertainment Group merupakan top perusahaan dunia hiburan di kota Xichuan. Jika benar-benar telah menandatangani kontrak, dengan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki Magic Entertainment, sangat mudah untuk terkenal.



Yogi Chan yang berdiri di samping sangat tertarik, tidak terpikir Emely Liu akan menandatangani kontrak dengan Magic Entertainment Group. Setelah hari ini Magic Entertainment Group akan menjadi miliknya, berarti kedepannya dia merupakan orangnya.



Memikirkan hal ini, mulut Yogi Chan sedikit monyong kemudian berjalan ke sana, ingin berbicara dengan Emely Liu.



Setelah duduk dan belum sempat membuka mulut untuk berbicara, Emely Liu langsung mengerutkan kening. Dia segera pindah posisi dengan tenang dan menatap Yogi Chan dengan wajah jijik: "Bisakah kamu pergi menjauhi aku, karena seluruh badan mu berbau keringat."



Yogi Chan tertegun dan menjelaskan tanpa sadar: "Maaf, aku terburu-buru keluar sehingga tidak sempat untuk mandi."



Emely Liu menutup hidungnya dengan jijik mengatakan, "Yogi Chan, apakah kamu tidak bisa mandi dan ganti pakaian yang layak sebelum keluar? Kamu lihat debu di sekujur tubuhmu, bagi yang tidak tahu mengira kamu merupakan buruh yang masuk sembarangan."



Ngomong-ngomong, pakaian ini baru saja dicuci semalam, dan juga tidak ada bau keringat di tubuh ku, malahan terdapat aroma samar deterjen pakaian.



Selain itu, apa yang terjadi dengan buruh, apakah mereka tidak bisa datang ketempat ini?



Ketika Yogi Chan ingin berbicara, langsung ditarik oleh Hendrik Sun, teman sekolah menengah atasnya.



Pada masa sekolah, prestasi Yogi Chan sangat bagus, tetapi Hendrik Sun selalu berada pada peringkat terakhir, kepribadian kedua orang tersebut sangat berbeda tetapi prestasi yang berbeda jauh itu, ternyata menjadi teman baik.



Hendrik Sun menarik Yogi Chan ke sudut samping, dia menghelakan nafas dan menggelengkan kepala kemudian berkata: "Yogi, perempuan seperti Emely Liu, bukan lah orang biasa seperti kita yang dapat menopang, bersikap realistis sedikit."



Yogi Chan tertegun seketika, menatap wajah Hendrik Sun yang kesepian. Tampak nya teman baik ini tidak bahagia selama ini.



Dia tersenyum dan tidak menjawabnya, tetapi mengalihkan topik dan bertanya tentang kabar Hendrik Sun.



Keduanya sudah bertahun-tahun tidak bertemu, begitu mereka membuka topik pembicaraaan, mereka berbicara tanpa henti, memberikan perasaan kepada Yogi Chan, seolah-olah mereka telah kembali ke masa sekolah.



Setelah minum beberapa gelas bir, orang-orang yang hadir sedikit mabuk, dan suasana ditempat menjadi semarak.



Emely Liu sebagai pusat perhatian, secara wajar juga disuruh minum. Setelah beberapa putaran, dia sudah mulai mabuk.



Penglihatannya sudah kabur dan wajahnya yang anggun membuat semua lelaki yang hadir di sana tercengang, dia begitu cantik.



Reuni kali ini membuat semua orang merasa bahagia, tetapi karena keesokan harinya mereka harus bekerja, semua orang menjadi tidak senang, hingga Handy Wang mengusulkan untuk berkumpul bersama lagi diakhir pekan Minggu depan, sekaligus memanggil wali kelas mereka.



Usulan Handy Wang mendapatkan persetujuan dari semua orang.



Setelah bubar, sekelompok fans lelaki berebut untuk mengantar Emely Liu, pada akhirnya setelah keluar dari KTV, Emely Liu langsung masuk ke sebuah mobil Mercedes-Benz G, kemudian pergi tanpa menoleh kebelakang.


__ADS_1


Para siswi yang hadir merasa iri dan benci mengapa mereka tidak memiliki kulit yang begitu indah.



"Jika dapat meniduri perempuan seperti itu sekali dengan mengurangi 10 tahun kehidupanku aku juga Sudi," Kata Hendrik Sun sambil menelan ludah.



Yogi Chan melihat kearah kepergian Emely Liu kemudian tersenyum dingin.



Pada saat ini, ponselnya berdering dan melihat: "Istriku!"



Dia segera mengangkat panggilan tersebut, sebelum dia berbicara, dia mendengar suara dingin dari Michelle Su melalui telepon: "Dimana kamu berada? Apakah kamu ingin semua orang menunggu mu sendirian? Apakah kamu ingin sengaja mempermalukan aku?".



Suara Michelle Su sangat dingin, dan terdapat sedikit kekecewaan di dalam kata-katanya.



Mati, Yogi Chan menepuk kepalanya, bagaimana dia bisa melupakan hal ini.



Dia terburu-buru berkata pada Hendrik Sun: "Ketemu lagi Minggu depan", dengan tergesa-gesa mengambil kunci dari saku celananya dan membuka kunci sepeda listriknya.



Karena cemas, dan ditambah lagi setelah minum bir, dia membuka beberapa kali tetapi tidak dapat terbuka.



"Haha sangat malang, apakah tidak merasa malu mengendarai sepeda listrik menghadiri reuni kelas!".



"Jangan menertawakan orang lain, Emma merupakan merek nasional."



"Haha, iya, benar merupakan merek terkenal."




Yogi Chan secara alami mendengarnya, tetapi dia terlalu malas untuk mengadu dengan perempuan-perempuan yang berambut panjang tetapi berpengetahuan sempit. Setelah membuka kunci, dia pergi dengan mengendarai sepeda listriknya.



Didepan sebuah vila kelas atas di kota Xichuan, Michelle Su mengenakan gaun pesta berwarna hitam, menunjukan postur tubuhnya yang indah.



Kalung permata biru yang mempesona dikenakan dilehernya yang putih dan halus, seperti bidadari.



Kilauan permata biru bersama kulitnya yang halus dan lembut, seperti gambar paling indah dibumi.



Yogi Chan tercengang ketika melihat nya, sangat cantik sehingga dia lupa untuk berbicara.



Michelle Su menatap wajah Yogi Chan yang tertegun,tanpa ekspresi, bahkan berkata dengan dingin, "Malam ini terdapat banyak tetua keluarga besar yang hadir, kamu tolong jangan berbicara, jangan membuatku malu."



Yogi Chan menyadari dan mengangguk dengan pelan, tidak berbicara, dan menghentikan motor listrik yang baru dibeli dengan benar, kemudian langsung naik kedalam mobil.



Kemudian baru duduk sekejap, Ibu mertua Julia Tang langsung menegurnya.



"Kamu cium seluruh badanmu berbau alkohol, dan wajah yang penuh debu itu, di mana jasmu? Apakah kamu sengaja ingin keluarga kami ditertawakan orang, apakah kamu ingin membuat kami malu dihadapan para tetua keluarga, kamu ini orang yang tidak tau bersyukur, apa tujuanmu?"



Julia Tang mengenakan gaun pesta berwarna putih, dan Michelle Su mengenakan gaun pesta yang berwarna hitam, mencerminkan satu sama lain, keduanya berdiri bersamaan, bagi mereka yang tidak tahu akan mengira mereka berdua merupakan kakak beradik.


__ADS_1


Yogi Chan menggaruk kepalanya dan tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.



Julia Tang melihat sikap Yogi Chan yang tidak serius, sangat marah hingga tensi berfluktuasi, hampir saja melepaskan tas yang berada ditangannya.



Michelle Su melihat kemarahan ibunya, ia segera menenangkan: "ibu, jangan marah."



"Putriku yang baik, dengarkan kata ibumu, besok segera pergi ke kantor catatan sipil untuk melakukan perceraian dengan orang tidak berguna ini. Kamu bahkan tidak memikirkan dirimu sendiri, kamu juga harus memikirkan ibumu. Jika begini terus, suatu hari aku akan mati dibuatnya.



Michelle Su tidak berbicara, menatap Yogi Chan melalui kaca spion, kekecewaan dimatanya tidak bisa disembunyikan, bahkan dia sendiri tidak mengetahui mengapa dirinya harus begitu kecewa.



Diam sepanjang jalan, ketiganya tiba diluar vila keluarga Su.



Pada saat ini, depan pintu vila sudah penuh dengan mobil, tanpa terkecuali semuanya merupakan mobil mewah.



Pada waktu ini, semua orang yang wajib datang telah hadir dan vila rumah dipenuhi oleh orang-orang.



Mereka memegang gelas anggur ditangan, mengobrol bersama dalam kelompok tiga atau lima orang.



Ketika melihat Michelle Su datang, terdapat banyak orang yang menyapanya.



Pada tempat seperti itu, Yogi Chan hanya seperti orang transparan. Dia mengikuti Michelle Su dibelakang, dan semua orang tanpa sadar mengabaikannya. Demikian juga baik, sedikit berbicara kemudian sedikit membuat kesalahan.



Dia mengelus perutnya. Malam ini, reuni bersama teman-teman sekelas hanya minum bir saja. Perutnya kosong, sehingga lebih baik mengisi perut terlebih dahulu.



Ketika Yogi Chan ingin pergi mengambil makanan untuk dikonsumsi, ternyata terdapat seseorang datang.



"Eh, bukannya ini adalah suami kesayangan Michelle, Yogi Chan?" Hendri Su berjalan ke depan Yogi Chan, menatapnya sebentar, dan segera berkata dengan terkejut: "Wow, baju yang kamu kenakan ini sepertinya aku pernah liat pada pengemis dijalanan, apakah kamu merebut dari pengemis?"



Hendri Su sengaja ingin membuat Yogi Chan merasa malu, sehingga ketika dia berbicara, suaranya sangat keras, seketika menarik perhatian orang-orang disekitarnya Yogi Chan secara tidak sengaja menjadi pusat perhatian di sana.



Yogi Chan menyentuh hidungnya, mengapa setiap kali bertemu orang bodoh ini, dirinya selalu diejek? Apakah dirinya begitu tidak pantas?



Melihat Yogi Chan tidak bersuara, Hendri Su juga dengan sengaja berkata: "Lihat, benar perkataan aku, jika kamu tidak mampu untuk membeli pakaian, kamu bisa mencariku, di rumahku masih memiliki banyak pakaian, semua nya boleh berikan padamu."



"Omong kosong, baju ini istriku yang membeli untukku." Kata Yogi Chan, “lagipula , jika aku tidak mempunyai pakaian untuk dipakai, istriku akan membelikan untukku.”



“Hahaha”



Orang-orang disekitar tertawa, pertama kali melihat seseorang mengandalkan perempuannya kemudian begitu tidak malu, sungguh luar biasa!



“Yogi Chan... Segera kemari!”



Michelle Su merasakan wajahnya panas seketika, memandangi pandangan semua orang, dia merasa sangat memalukan.



Jika bukan merupakan aturan keluarga, orang-orang keluarga Su wajib hadir dalam pertemuan tahunan, dirinya tidak akan membiarkannya datang, benar-benar sangat memalukan.

__ADS_1



Pada saat ini, Hendri Su maju dan mengucapkan sepatah kata, dan para hadirin menjadi heboh lagi!


__ADS_2