Mencintai Yang Telah Termiliki

Mencintai Yang Telah Termiliki
kencan


__ADS_3

aku selesai bersiap dan keluar ternyata bang arya sudah menunggu ku di teras.


"udah lama ya bang,maaf ya nunggu"kataku


"belum lama kok,baru 10menitan lah"jawab arya


"ya udah yuk berangkat, eh bentar bang aku pamit ibu kost dulu nanti dia nyariin"


"bu, arlen keluar dulu ya,mau jalan- jalan"pamit ku


"iya len,jangan malam-malam pulangnya,"jawab ibu kost


"siiip bu, assalamualaikum.."


"waalaikumsalam, hati-hati"jawab ibu kost lagi


"bu,kami pamit ya"izin arya


"iya nak"ibu kost


kamipun masuk mobil yang di bawa bang arya,mobil avanza warna putih, aku juga tahu mobil itu bukan miliknya tapi punya bos dia. tapi entah mengapa biasanya pandangan orang kalau perempuan suka dengan laki laki beristri itu karena harta, tapi tidak dengan aku, jujur aku sudah mulai menyukainya tanpa ada embel-embel suka dengan harta nya. sudah mulai jatuh hati aku bersamaan dengan jatuhnya harga diri sebagai wanita. aku menyadarinya. tapi aku tidak bisa menghentikannya.


kami mulai berjalan mengelilingi kota sambil bercerita banyak dan sangat seru


"arlen nggak ada pacar kan? takut nanti marah kalau ada" tanya arya


"nggak ada bang santai aja"jawabku


"kamu bang kamu yang aku takuti, aku takut perasaan ini terlalu dalam pasti melukai perasaan istrimu nantinya" batinku


" kita makan dulu yuk,kamu pasti belum makan kan?"tanya arya


"ya udh iya bang, memang belum makan tadikan buru-buru ngajaknya, aku jadi nggak sempat masak"jawabku


"oke, kita makan dimana, kamu ada referensi tempat nggak?"tanya arya


"enggk bang, selama disini juga aku nggak pernah keluar selain ke kampus, bahkan jalan kota pun aku nggak hafal"jujur ku


ku kira dia akan menertawaiku ternyata tidak sama sekali


"ya udah nanti sering-sering abang ajak keliling ya, kita makan di ampar aja ya masakan sunda tempatnya juga nyaman banget"ajak arya


"jadi juga bang, kalau aku gampang yang penting makan nasi"canda ku


sampai di lokasi aku sedikit terkejut, tempatnya di bawah perumahan di tengah ada kolam dan lokasi nya masuk gang sempit dan aku yakin orang-orang yang kesini hanya orang yang di ajak saja kalau pergi sendiri tidak akan tahu tempat ini karena sangat tersembunyi, tapi memang indah dan nyaman banget


"bang pinter banget sih pilih tempat, aku cewek ke berapa yang di ajak kesini"candaku

__ADS_1


"abang di ajak kawan dia orang kantor dan kamu perempuan pertama yang abang ajak kesini"jawab arya


aku merasa terkesan dan ingin melayang, aku benar -benar sudah lupa diri, menikmati kebersamaan dengan yang seharusnya tidak boleh aku sentuh


kami memesan makanan dan langsung memakannya begitu sampai, selesai makan kami langsung jalan lagi, bang arya mengajakku kepantai, jujur walaupun aku tinggal didaerah dekat pantai aku sangat jarang kepantai.


aku menikmati kencan ini, orang yang melihat kami seperti sepang kekasih sungguhan,padahal statuspun tidak ada.


tidak terasa haripun sudah hampir malam, aku mengajak bang arya pulang, bukan karena takut hanya saja aku tidak terbiasa dengan angin malam badan ku lemah, sangat gampang sakit jika terlalu lama berada diluar saat malam hari.


sepanjang perjalanan pulang kami bercerita tentang kehidupan, akupun memberanikan diri untuk bertanya masalah ana, ya ana kekasihnya bukan istrinya aku masih berpura-pura tidak mengetahui statusnya.


"bang emang ana nggak nyariin, seharian ini abang sama aku terus?"tanyaku


"abang udah nggak lagi sama dia len, abang dibuat kecewa, dia berhungan terus sama laki-laki lain dan yang paling parah sama sepupu abang sendiri"jawab arya


kulihat ada kekecewaan di raut wajahnya tapi tidak lama


"oh,gitu"respon ku,bingung mau jawab apa


"udah ah, nggak usah bahas dia"kata arya lagi


dia menepikan mobilnya di pinggir jalan dan lumayan ramai,


"eh, kenapa berhenti bang kita belum sampai?"tanya ku


aku bingung apa maksutnya, kalau dia nembak aku masak iya gitu ngomong nya. ambigu banget. butuh, butuh apa maksutnya butuh teman curhat atau butuh dana, akupun memutuskan untuk memperjelanya


"maksutnya butuh gimana bang?"tanya ku


"ya, kalau arlen butuh apapun akan abang usahain, abang tahu abang nggak punya banyak uang, tapi abang pengen bahagiain kamu len"arya


aku terbuai, aku lupa kenyataan akan statusnya, aku sangat jahat aku memutuskan untuk meneriman menjalani hubungan dengannya.


"aku nggak mau banyak kalau dari pasangan bang, cukup dia setia dan bikin aku nyaman, masalah uang bisa kita cari bersama"pancing ku agar dia mau mengatakan statusnya, tapi nampaknya dia belum siap


"abang akan berusaha buat kamu nyaman dan bahagia di samping abang"jawab arya


dia tidak berani jujur, tapi kenapa aku tidak peduli . aku bahagia bersamanya,


gampangan banget, iya tapi aku memang sudah memendamnya lama dan aku menantikan ini.


"em, panggilnya aku kamu aja ya, atau panggil nama biar sama sama enak"tawar arya


"tapi bang,umur kita beda jauh nggak sopan kalau aku panggil nama aja"tolakku


"jadi kamu ngatain abang mu ini tua?"tanyanya dengan kesal

__ADS_1


"ya emang tuakan"candaku


"kamu ngeselin ya"arya


"hhaha,oke oke aku panggil arya aja, puass boss"jawabku lagi


"puass banget, makasih sayang"


pipiku merona seperti tomat busuk, dan aku merasa ada kupi-kupu beterbangan di perutku, dia memanggilku sayang.


selesai kami bincang arya melanjutkan perjalanan, kami hanya sesekali bercanda rasanya masih sangat canggung.


sampai di kostn aku mengajaknya turun terlebih dahulu sekedar menikmati teh hangat cinta buatanku.


waktu terus berlalu, tidak terasa satu bulan kami menjalani hubungan ini, tiba-tiba ana mantan arya menghubungiku, ada apa ya apa jangan-jangan ana udaj tahu hubunganku dengan bang arya.


"hallo assalamualaikum mbk, ini ana" ana


"waalaikumsalam iya ana, ada apa?tanyaku tanpa basa basi, takut dia marah-marah aku sudah pasang strategi, dan ternyata dia belum mengetahui


"mbak apa kabar?"tanya ana


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya?tanyaku


"buruk mbk"diapun menceritakan bagaimana kandasnya hubunganya dengan arya sampai keluarganya yang kurang peduli karena dia dari keluarga brokenhome, sebenarnya aku juga nanti aku ceritakan juga kisah keluargaku.


"mbak,bisa tolongin ana"ana


"tolong apa an,?tanyaku


"mbak aku mau cari kerja dikota, tapi semenjak aku nggak sama arya lagi aku nggak ada tempat tinggal dikota, boleh numpang tempat mbak dulu sementara sampai aku dapet kerjaan?"


aku benar-benar merasa jadi orang jahat, ini baru mantan pacanya arya,gimana kalau istrinya akan lebih menyakitkan jika sampai tahu. tapi bang arya memang udah pacaran semenjak menikah,yang artinya istrinya jika sudah tahu, tapi dia tahunya ana kekasihnya,bukan aku.


"memang kamu mau cari kerja apa an?tanyaku


"di karaoke aja mbak"jawab ana


"kenapa nggak cari tempat kerja yang lain aja an"aku


"aku cuma lulusan SMP mbk, susah cari kerja lain, paling pelayan dirumah makan, aku nggak kuat mbk, dikaraoke itulah yang kerjanya nggak pakai ijazah tapi nggak terlalu keras"


"ya udah nggak papa kalau memang mau nginap disini sampai kamu dapat kerjaan dan tempat tingga"jawabku


ana pun berangkat ke kota siang itu juga


dan...

__ADS_1


like nya donk guys, biar semanga juga nulisnya


__ADS_2