Mengandung Benih Ayah Mertua

Mengandung Benih Ayah Mertua
BAB 22


__ADS_3

Di dalam kamar aku berdua dengan Tante ida, karena pekerjaan rumah yang sudah selesai membuat kami ada waktu untuk bersantai.


"kamu gak bosan yu di kamar terus?" tanya tante ida yang duduk di samping ku


"mau gimana lagi tante, ayu juga bingung mau ngapain lagi" jawab ku


"gimana kalo kita duduk di halaman saja, daripada di kamar gak ada angin segar" ujar tante ida


"ayok, kita main ayunan" sahut ku yang beranjak bangun dari kasur


Kami pergi ke halaman dan duduk di ayunan, tante ida mengajak aku untuk bercerita tentang masalah keluarganya.


"oh ya yu tante ingin bicara sama kamu, karena tidak ada lagi orang bisa tante mintakan bantuan" ujar tante ida


"ada apa tante? kayaknya serius" tanya ku


"jadi gini yu, tante sama suami tante lagi butuh uang buat biaya anak tante, jadi tante mau minta tolong sama kamu buat bantuin tante. tante mau minjam uang sama kamu, biar gaji tante di potong saja" ujar tante Ida


"mmm, tante emang butuh berapa?" tanya ku


"tante butuh uang 3jt yu"


"iya udah nanti aku kasih" ujar ku

__ADS_1


"beneran yu"


"iya tante, nanti aku kasih" ujar ku


"makasih ya yu, tante sebenarnya malu jika harus minjam uang sama kamu"


"kok malu, aku ini kan anak tante, kalau tante butuh sesuatu bilang saja ya"


Baru kali ini tante ida meminta bantuan kepada ku, tentu aku sangat senang jika bisa membantu dia. seorang wanita yang sudah berjasa dalam hidup ku, yang merawat ku ketika aku kecil.


Jangankan 3jt, mau 10jt akan ku kasih jika dia meminta, karena bagi ku tante Ida adalah wanita baik, penyayang dan juga ibu kedua ku.


aku tak akan pernah melupakan jasa-jasanya, jasa seorang wanita yang rela tak bekerja hanya untuk merawat ku di waktu kecil.


Aku dan tante ida duduk berhadapan di ayunan yang ada di halaman. berbincang dan saling mengerti satu sama lain


...............................


Jam menunjukan pukul 4 sore, aku dan tante pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. seperti biasa di tengah kami memasak ada saja hal yang kami bicarakan.


"yu" sapa tante ida yang berdiri menggoreng tahu


"iya ada tante" sahut ku

__ADS_1


"apa kamu gak kangen sama suami kamu?" tanya tante Ida


"kalo dibilang kangen ya kangen, tapi mau gimana, suamiku juga tidak memperdulikan aku kan" jawab ku


"kapan dia pulang?" tanya tante ida lagi


"entah, aku tidak tau tante" jawab ku


Membahas mengenai Farhan membuat ku merasa sedih, aku takut jika harus bertemu dia nanti, karena kehormatanku yang telah di renggut oleh ayahnya.


Karena terlalu memikirkan masalah yang telah terjadi. sampe aku tak sadar masakan yang sedang aku masak sudah matang..


"ustt, yu kamu melamun" ujar tante Ida


"apa" jawab ku sontak


"makanannya sudah mateng yu" ujar tante Ida yang mematikan kompor


"udah mateng ya" ujar ku


"kamu lagi mikirin apa sampe kamu gak sadar makanan yang kamu masak sudah matang?"


"enggak ada tante"

__ADS_1


Setelah makanan sudah jadi, aku dan tante Ida pergi membawa makanan itu ke meja makan, seperti biasa dimana ayah sedang menunggu karena lapar.


Kami duduk dan makan bersama, dengan lauk seperti hari sebelumnya.


__ADS_2