Mengubah Hidup Dengan System Kekayaan

Mengubah Hidup Dengan System Kekayaan
CH.2


__ADS_3

INDONESIA


di sebuah kampung yang terdapat di kota tangerang tepatnya disebuah kampung kecil


dengan populasi penduduk cuma 750 orang


di lapangan sepak bola ada seoarang bocah berambut putih sedang bermain bola dengan teman temanya yah iya Vali kecil


ketika Vali kecil sedang mengiring bola untuk menendang ke arah gawang seketika tubuh


Vali kecil terjatuh dan pingsan ,


teman teman Vali kecil yang seumuran denganya berlari kencang ke arahnya untuk


mengecek Vali kecil yang tiba tiba jatuh


"woii liat Vali jatuh "ucap Yusuf


"bantu dia ayo kesana"ucap Alif


di angguki sama yang lain kemudian berlari ke arah Vali dan membawanya ke pinggir lapangan untuk memastikan ia masi hidup apa tidak,


"coba cek napasnya"ucap maspem


"ok ok biar gua aja yang cek"ucap Alif


Alif lalu memeriksa denyut nadi Vali ketika ia sedang memeriksa denyut nadi Vali tubuh Vali mulai bergerak secara perlahan,


"eh tanganya mulai bergerak"ucap Dede


"hhhhh iya coba kasi napas buatan de"ucap Udin yang menyuruh Dede


"Luh aja yang kasi kan bibir Luh besar"ucap Dede meledek Udin


"cih sialan Luh de ,coba gua jajal ni"ucap Udin mengarahkan bibir besarnya ke arah Vali


Yusuf,Alif,maspem,Dede yang melihat Udin ingin mencium bibir Vali hanya bisa tutup mata karna melihat pemandangan suram

__ADS_1


ketika Udin sedikit lagi ingin membuat napas buatan untuk Vali,seketika bibirnya di tahan oleh sebuah tangan kecil


"hei apa yang akan anda lakukan"ucap Vali yang tersadar dari pingsannya


"gua mau kasi napas buatan buat lu"ucap Udin yang bibirnya di berhentikan oleh tangan Vali yang kecil


"cih singkirkan bibir mu itu"ucap Vali


lalu Udin menyingkirkan bibirnya dari Vali Yusuf,maspem,Alif,Dede hanya bisa tertawa


keras melihat Udin seperti itu


"eh tunggu tubuh ini"ucap vali


lalu Vali melihat kebawah tubuhnya dan ia sangat terkejut tubuh yang sangat kecil kira kira tubuh ini berusia 5 setengah tahun


Vali merasa bingung dan ia kemudian ingat bahwa ada sebuah layar besar dan suara lembut yang muncul tiba tiba ketika ia ingin terjatuh dari tanah bahwa ia ingin kemasa lalu dan mengubah hidupnya menjadi (bewarna)


Udin dan yang lain melihat Vali terdiam saja seperti patung menghampiri nya


Vali yang mendengar teriakan mulai tersadar dari.lamunanya dan melihat Udin disisinya


"apa anda tidak bisa memanggil saya dengan pelan ,anda telah membuat telinga saya merasa sakit"ucap Vali


"hhhhh makanya val janagan melamun terus tar kesambet setan loh"ucap Yusuf


"ayo ayo kita lanjutkan main bolanya tadi skor di tim gua yah 3 : 4 "ucap Alif


"lah seharusnya tadi kalau Vali enggak pingsan bisa seri adehhhh"ucap maspem


"benar itu seharusnya seri"balas Dede


"alasan "ucap Yusuf


sedangkan Vali ikut berjalan dengan mereka yang sedang berbincang bincang


Vali tau sekarang ia kembali kemasa lalu melihat wajah yang sangat familiar dari mereka apalagi Udin

__ADS_1


dan juga dengan kembali ke masa lalu Vali akan merubah segalanya dan akan membuat orang tua nya bangga tidak seperti dulu ,ia membuat orang tuanya menangis akibat kabur dari rumah agar bisa jadi orang kaya


"hei kawan ini tahun berapa"ucap Vali


"ini tahun 2009 "balas Yusuf


"jadi begitu"ucap Vali


setelah mendengar perkataan teman temanya Vali sekarang berada di tahun 2009 yang artinya iya belum masuk sekolah


Vali sekarang ikut bermain dengan teman temannya karna ia tidak ingin di curigai


gara gara sikapnya yang berubah


skip 30 menit


Vali dan teman temanya berada di bawah pohon rindang yang membuat terhindar dari panas matahari


"Vali gua gak percaya jago juga Luh"ucap Alif


"benar gua kira tim gua yang bakal menang "ucap Yusuf


"hhhhh makanya jangan senang dulu kalau belum menang jadi kalah kah HH"ucap Dede


Vali hanya tersenyum mendengar perkataan temanya ia merasa kecerian yang dulu hilang sekarang kembali lagi


ia kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan meninggalkan mereka


"Vali mau kemana Luh"ucap maspem


"mau pulang capek"ucap Vali


"tunggu gua"ucap maspem berlari kearah Vali


dan yang lain melihat itu ikut pergi juga kerumah masing masing karna panas matahari yang begitu terik


(dah dulu)

__ADS_1


__ADS_2