
Tak terasa matahari telah terbit tetapi rara masih saja menangis
"pak alif" ra, buka pintu nya pak alif mau....
Rara menjawab dengan suara teriakan nya
"rara" enggak mau pak alif
"pak alif" buka dulu ya
Rara masih menolak untuk membukan pintu....
"pak alif" ra enggak mau kuliah apa
"rara" enggak, rara cuti sakit
"pak alif" yah udah kalo gitu pak alif mandi dulu ya
"rara" mandi aja sana.....rara menjawab dengan suara keras
"pak alif" gimana pak alif mau mandi kan baju pak alif di dalam
Rara pun terdiam dan tiba tiba rara membukakan pintu kamar nya
"pak alif" makasih ya rara
"rara" apa an sih, tu baju pak alif sana mandi
Ternyata rara hanya memberikan baju saja.....setelah selesai mandi pak alif pun mengajak rara untuk sarapan
"pak alif" ra sarapan ya
"rara" aduh... Ah.... Ah
"pak alif" ra kenapa
Rara menjawab dengan suara seperti orang kesakitan .......
"rara" pergiiii
"pak alif" buka ya pintu nya pak alif janji nanti semua nya pak iya in buat rara
Pak alif cemas karna rara tidak menjawab dan saat pak alif ingin mendobrak pintu.....
"pak alif" pak alif dobrak ya
"rara" au
__ADS_1
Saat pak alif menendang pintu tetapi malah menendang rara karna saat itu rara membuka pintu
"pak alif" ra sakit enggak
"rara" sana pergi.... Aduh
Pak alif menjawab dengan suara yang sangat keras hingga rara ketakutan
"pak alif" kamu ini apa sih ra makan enggak mau semua nya enggak mau
Rara pun menjawab dengan menangis
"rara" pak alif itu yang apaan mau nya marah marah rara enggak apa apa kalo pak alif mau pacaran sama yang lain tapi kan seharus pak alif hargain rara seharus nya pak alif enggak ajak cewek itu ke rumah.... Hiks.... Hiks
"pak alif" kamu itu yang enggak tau apa apa tapi udah marah
"rara" kok pak alif kayak ini
Pak alif pun menjawab menggunakan suara lembut.....
"pak alif" hummm, ya saya minta maaf tapi rara itu salah paham
"rara" apa nya yang salah udah rara mau pergi ke tempat umi
"pak alif" ra dengerin dulu saya, saya ini suami kamu jangan kamu rusak harga diri saya
"rara" apa nya yang merusak emang rara yang salah, salah rara apa rara cuman mau ke tempat umi
"rara'' enggak perlu
"pak alif" rara ini kenapa
Rara menjawab dengan ekspresi kesal nya....
"rara" udah lah pak alif, rara mau tidur pagi aja
Rara menutup pintu dengan sangat kencang....
"pak alif" udah kalo gitu pak alif pergi dulu ya
"rara" iya udah
Di saat siang hari ...
"putri" sayang.... Baby ku
"rara" apa sih berisik banget
__ADS_1
"putri" baby ku
"rara" kenapa masuk masuk rumah orang kan belum di buka in pintu
"putri" eh ada mantan istri alif
"rara" hmmm apa
"putri" kamu itu apa an dasar ******
"rara" siapa yang ****** pak alif sekarang ini suami nya rara bukan suami nya kamu
"putri" apa sih aku ini putri
"rara" kamu pergi aja pak alif belum pulang
"putri" udah di bilangin aku ini putri bukan kamu
Putri mendorong rara ke ujung meja dan menarik kepala nya....
"putri" nih rasain.... Plak.... Plak....plak
Putri menampar rara dengan sangat kuat hingga wajah rara memerah
"rara" aduh sakit.... Bik
Pak alif tiba tiba pulang di siang hari.
"pak alif" ra kenapa
"putri" ih baby baru pulang capek ya
Putri langsung memeluk pak alif dengan sangat kuat
"pak alif" lepas, rara kenapa sakit enggak
"rara" udah sana urus baby pak alif
"pak alif" ra itu kenapa darah nya keluar
"rara" luka kecil
"pak alif" enggak itu bukan luka kecil darah nya aja sampe nentes jangan bohong ya
"rara" udah sana
Bruk rara terjatuh pingsan dengan darah yang keluar dari kepala nya
__ADS_1
"pak alif" ra rara ra bangun
"putri" hey baby aku di sini masak aku di diemin sih udah nanti aja urus tu ******......