
hari yang di nanti para pejuang rupiah,yaitu hari libur ya, mengapa tidak karna itu adalah hari dimna mereka melepas penatnya,beristirahat,quality time bersama keluarga dan sebagai nya.
begitu pun dengan keluarga besar Gerald,pagi ini mereka sedang sarapan bersama seperti biasanya,hanya saja mereka menggunakan pakaian santai,keluarga mereka sangat menghargai hari libur nya,karna mereka akan berkumpul menghabiskan waktu bersama.
"Elard" panggil sang mommy kepada anak pertama nya Gerald,ia pun langsung menoleh ke mommy nya,ya sekarang mereka menonton bersama di ruang keluarga.
" yes mom" jawab Gerald.
" kamu belum punya pacar boy,atau temen cewek yang dekat,atau bisa jadi calon menantu mommy" ucap mommy pada Gerald.
" mom,come on mom,kenapa mommy tiba-tiba nanya tentang jodoh Gerald mom" seru Gerald pada mommy,sambil menggeser kan duduk nya supaya menghadap sang mommy.
" mommy hanya tanya saja,siapa tau kan ada ya bisa dong bawa ke rumah buat kenalan sama mommy, atau mau mommy cari kan calon gimna" jawab tania sambil mengembang kan senyum nya,entah apa yang dipikir kan oleh sang mommy nya ini.
" mom,,ayolah masih teralu cepat erald mau menikah mom,erald baru 26 tahun mom belum lah,jangan kan calon mom,teman dekat aja gak ada erald mom hehehe" jawab gerald cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
" cepat kamu bila hah,,hei boy umur mu itu sudah 26 itu udah standar umur untuk menikah,kamu liat di luar sana banyak tu yang nikah umur nya masih di bawah kamu,,boy mommy pengen gendong cucu boy,mommy mau pamer sama temen-temen mommy kalo mommy juga ada cucu mereka pada punya cucu boy,sedang kan mommy,hiks hiks hiks anak ku saja belum ada jodoh nya, apa kamu akan menikah di saat umur mommy sudah tak panjang lagi boy,, dad mommy sedih dad." ucap tania,sambil menangis dan menyenderkan kepala nya pada bahu surya yang duduk di samping nya, karna ia tau sang anak akan tak tega lihat air mata sang mommy keluar.
gerald pun bingung harus bagaimana dia lihat surya meminta pendapat ,tapi surya malah mengangguk kan kepala tanda harus mengikuti mau tania.
" terus mau mommy gimna gerald ngikut aja mom" tanya gerald.
muka tania pun langsung berseri dan dia juga tersenyum mendengar pertanyaan Gerald.
"benar boy kamu mau" tanya tania
__ADS_1
" yes mom,Gerald gak mau mommy sedih" jawab Gerald.
"ok klo gitu, mommy kenal kan kamu sama wanita itu dia cantik,berkelas,sopan,pokok nya paker komplit deh buat kamu yang kulkas itu" ucap tania sambil mendelik ke arah Gerald.
" paket komplit,emang nya seblak,bakso,ayam panggang, atau paket kfc mom yang komplit hahahahahhahaha" tanya Gilbert pada tania,ya Gilbert sambil tertawa dia suka sekali mengganggu sang mommy,tapi dia juga tak mau mommy nya bersedih.
"ishhh kamu lah Gil seneng banget ngerecokin mommy lagi ngomong,emang paket komplit itu makanana aja,dasar otak kamu itu makanan aja" jawab tania kepada Gilbert.
" sudah son jangan ganggu mommy mu terus nanti uang jajan kamu di potong mau." tanya surya.
" gak mau lah dad" jawab Gilbert sambil cemberut,dan dia akhir nya diam,dia melirik kearah Gea gang tenang tampa merasa terganggu dengn obrolan kedua orang tuanya dan sang kakak.
" kak Ge" panggil Gilbert sambil duduk samping Gea.
" hemmm,kenapa" jawab Gea sambil memandang kearah Gilbert.
" kakak lagi liat-liat barang siapa tau cocok ya tinggal pesan,kenapa mau juga" tawar nya pada Gilbert.
" boleh kak,okay aku pengen juga" jawab nya nya.
ya mereka memang kaya tapi,orang tua nya mengajarkan perguna kan dengan baik,mereka tak pernah boros malah mereka menabung setiap sisa jajan mereka selama seminggu,mereka lebih senang belanja online dari pada harus keluar ke mall dengan harga barang yang fantastis,mereka lebih senang belanja dengan harga murah untuk keseharian,kecuali untuk acaran besar penampilan mereka sang waw, mereka sebagai anak suka berpenampilan sederhana seperti Gea dan Gilbert klo ke kampus dan sekolah,begitu pun dengan Gerald hanya ke kantor saja dia menggunakan barang branded dari ujung kaki sampai ujung rambut semua nya barang mahal untuk menunjang penampilan nya, tetapi di dalam rumah dia akan berpenampilan sederhana,begitu pun kedua adiknya bahkan banyak yang tak tau mereka berdua orang terkaya no 1, banyak yang menduga mereka hanya anak pemilik perusahaan kecil.
lanjut ke obrolan Tania,Surya,danGerald.
" gimana Elard mau gak mommy kenal kan sama dia" tanya Tania
__ADS_1
" Elard ikut mommh aja gimna baik nya" jawab Gerald.
" ok,,klo gitu nanti mommy suruh dia sama keluarga nya kesini" ucap Tania dengan senang, kapan lagi dia mau punya menantu mau tunggu dia tua pikirnya.
" mom biar Gerald sendiri nanti yang kenalan sama dia mom,klo dia kerja atau kuliah
mommy kasi alamat nya aja sama Gerald, karna Elard harus memastikan dulu mom,apakah dia memang mau sama Erald atau yang lain mom,mommy tau sendiri kan wanita jaman sskarang cuma mau maaf mom harta aja mom,Erald akan menyamar mom supaya bisa kenal sama dia,Erald mau tau reaksi nya seperti apa mom" jelas Gerald.
Tania pun memikir kan kata-kata Gerald
" itu terserah kamu boy klo menurut kamu itu cara yang ekfetif silahkan daddy dukung boy, karna yang akan menjalan kan kehidupan nya nanti kamu, daddy sama mommy hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu" ucap Surya kepada Gerald.
"ok, mommy setuju,,itu ide yang bagua boy, dia berkerja di beuti butik di jalan xxxx nama nya Crystal sangat cantik dia hanya karyawan biasa boy" jawab Tania.
" ok, mom besok Gerald akan kesana"ucap Gerald.
ya Tania cerita kan adalah Crystal Atmaja anak dari pasangan Beni Atmaja dan Bella Atmaja.
beberapa hari yang lalu Tania bertemu dengan Crystal saat dia ke beuti butik, karna Crystal lah yang melayaninnya.
" kak,,,,ini bagus loh gimna kalo kita beli buat kita sekeluarga kak" ucap Gilbert dengan antusias.
"boleh juga dek ide mu,,,ok klo gitu" jawab Gea tak kalah antusias juga.
" Let's Go" seru mereka berdua dengan nyaring, hingga Tania,Surya dan Gerald kaget.
__ADS_1
" son,girl kenapa teriak gitu daddy sam mommy abng kaget loh denger nya" ucap Surya,sedang kan Tania dan Gerald hanya bisa menganggukan kepala nya saja karna masih kaget, yang berulah hanya bisa senyam senyum, ya begitulah keseharian mereka.