
"zanna aku duluan yang kemari kamu cari tempat lain aja, aku udah kesiangan ini" ucap aleta yang masih berusaha untuk masuk kedalam kamar mandi walau ada rasa sakit karna terjepit
"gak mau, aku yang duluan kemari kamu yang seharusnya mengalah leta, aku udah kesiangan"lanjut zanna
aleta menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya secara perlahan
" baiklah aku yang akan mandi di karna mandi sebelah, cepatlah agar kita tidak lebih kesiangan"ucap aleta lalu keluar kamarnya, dan mama aleta hanya menggelengkan kepalanya.dan keluar kamar menuju meja makan.
setelah beberapa menit berlalu aleta dan zanna pamit dan pergi ke kampus menggunakan mobil aleta.
🌹🌹🌹
sedang di sebuah masion mewah di negara itu seorang pria duduk di sofa dalam ruangan kerjanya, ditemani oleh sekertaris sekaligus asistennya dan beberapa sahabatnya.
"Hey bro, apa kami boleh bertanya??”
ucap salah satu temannya yang tergugup
" eehhmmm"
"kenapa kau ingin menampakkan dirimu di acara peresmian Hotel barumu itu, ???bukannya kau tidak pernah suka menunjukkan siapa kau sebenarnya??” lanjut seorang temannya bernama theo
__ADS_1
" iya kami ingin tau apa penyebab kau ingin menampakkan dirimu di publik??”lanjut axelle
"apa kalian ingin tau apa alasanku??”ucap pria tampan itu dengan nada dinginnya.
dan kedua temannya menjawab dengan sebuah anggukan kepala.
" aku sebenarnya ingin memancing musuh kita keluar dari sarangnya"ucap pria tampan itu dan meneguk wine mahal yang ada di tangannya.
"apa tidak bisa kau memancingnya dengan cara lain??" ucap theo
"tidak, aku rasa ini juga kesempatanku untuk memancingnya,sudah cukup lama aku memberi waktu untuk dia" ucap pria tampan itu dengan sorot mata hanzelnya.
" apa kau bodoh, ya jelas sekali kalau ansell menemukan orang itu dia akan membunuhnya"ucap theo sambil memukul kepala azlan, yang mengaduh sakit karna pukulan theo di kepalanya.
"membunuhnya itu pasti, tapi kematian yang akan aku berikan secara perlahan lahan, agar dia sendirilah yang meminta untuk mati tapi tidak akan aku izinkan sebelum aku puas" ucap Ansell menyeringai kejam, sambil kembali meneguk winenya.
tak lama seseorang yang menggunakan pakaian serba hitam denga badan kekae masuk kedalam dimana ada Ansell, theo axelle, melangkahkan kakinya mendekat dan menundukkan seperuh badannya lalu kembali berdiri.
"ada berita??" ucap Ansell
"belum tuan muda pria itu belum mau membuka mulutnya dan kami juga sudah mencari tau tentang kekuarganya untuk bisa mengancam dia, namun yang kami temukan dia hanya hidup sendiri karna keluarganya sudah meninggal semua." ucap pengawal itu bernama eric
__ADS_1
namun bukannya menjawab ansell menatap ke arah sekertarisnya sekaligus asistennya yaitu tony.
seolah mengerti maksud dari pandangan tuannya tony pun menjawab
"benar tuan muda yang di katakan eric."ucap tony.
" beri dia siksaan yang lebih sampai dia mau membuka mulutnya, aku tidak ingin terlalu lama mendapatkan informasi tentang dia"ucap Ansell
"dan yah apa kau sudah menyiapkan pengawalan yang ketat lusa??”ucap ansell yang tidak ingin ada kesalahan.
" sudah tuan, saya sudah menyiapkan semuannya dan urusan makanan saya serahkan pada pihak hotel karna saya dengar mereka akan memesan makanan yang sangat enak di sebuah rumah makan"penjelasan sekertaris Tony
sedang kedua teman ansell terkejut bukan main,
"APA YANG KAU KATANYA ??APA MEREKA AKAN MEMESAN MAKANAN DARI RUMAH MAKAN??" ucap kedua sahabat ansell bersamaan
"iya tuan" ucap tony
"astaga makanan apa yang akan mereka pesan,apa lagi dari rumah makan pastinya tidak higienis, dan tidak pantas untuk perutku bisa bisa aku sakit nanti" ucap theo
hai teman teman, jangan lupa ya kasih aku like dan votenya, ini karya keduaku semoga kalian suka ya
__ADS_1