Menjadi Dewa Bersama System

Menjadi Dewa Bersama System
Episode 20


__ADS_3

"Kami mohon ampun, kami tak tahu bahwa senior rupanya sangat kuat. Kami akan pergi dan tak akan ada di hadapan senior lagi" ucap serempak ke-2 tetua tersebut.


Mereka tahu kalau wanita cantik di hadapan mereka ini lebih kuat dari mereka, hal itu terbukti dari dia yang dapat membunuh salah seorang dari mereka tanpa sebelumnya terdeteksi gerakannya.


Dan mereka nantinya akan kembali dengan rencana licik untuk menikmati tubuh wanita cantik tersebut lalu membunuhnya, hal itu karena mereka itu adalah orang yang pedendam dan ambisius.


Tetapi Aurora tahu jelas niat dari ke-2 orang yang memohon-mohon atas hidup mereka di hadapannya ini, mereka adalah bajingan yang tak boleh di percaya!!


Bahkan Aurora dapat pastikan kalau mereka berdua ini bisa membunuh ke-2 orang tua mereka hanya demi harta, kekuasaan dan kekuatan.


"Huh, apa kau pikir aku ini bodoh apa?! aku tak akan percaya dengan manusia bajingan seperti kalian" dan setelah Aurora selesai mengatakan hal tersebut.


Slassh slassh (2 kepala telah berpisah dari tubuhnya)

__ADS_1


Lalu tibalah Ghu Fan yang melihat semuanya sedari tadi di atas pohon tanpa di ketahui oleh 3 tetua tadi, ia pun bertepuk tangan akam kerja bagus dari Aurora.


"Wah kau itu sangat bagus sekali Aurora dalam menebas kepala orang, aku sangat menyukainya" ucap Ghu Fan menggoda Aurora.


"Hey aku bisa saja menebas kepala mu juga, cepat kau jarah saja harta mereka! aku tak mau menyentuh tubuh menjijikan mereka dan Hoaam aku mau tidur dulu, dadah" ucap Aurora.


Aurora pun masuk ke tenda miliknya dan segera tertidur lelap, sedangkan Ghu Fan sedang menjarah harta dari ke-3 orang tersebut yang telah di bunuh oleh Aurora.


( Tuan, itu adalah peta yang menunjukkan keberadaan dari reruntuhan kuno bangsa peri yang sangat berharga, saya sarankan tuan ke sana karena itu searah dengan tujuan tuan )


"Baiklah kalau begitu, siapa tahu saja aku menemukan harta berharga di sana" ucap Ghu Fan, ia pun menyimpan semua hasil jarahannya tersebut ke ruang dimensi miliknya.


"Hoaam, waktunya bagi diri ku untuk tidur. Dengan itu aku akan sangat nyaman" ucap Ghu Fan, ia pun segera tidur di tenda miliknya.

__ADS_1


Keesokan paginya mereka pun (Aurora dan Ghu Fan) telah bangun dari tidur mereka, mereka pun setelah makan pagi dan mandi di sungai secara terpisah..


"Kita mau kemana lagi?" tanya Aurora kepada Ghu Fan dengan wujud singa tanduk naga hitamnya, ia pun sekarang dalam posisi duduk.


"Kita akan melihat dulu petanya, peta aku ketemukan dari ke-3 orang yang kau bunuh tadi dan kau tahu kalau peta itu adalah peta untuk menuju ke reruntuhan kuno bangsa peri" jelas Ghu Fan kepada Aurora.


"Oh iya, kalau kita mendapatkan harta itu kita pasti akan bertambah kuat dan lagi cepat buka petanya!" ucap Aurora kepada Ghu Fan.


Lalu Ghu Fan pun membuka peta tersebut dan mereka pun mempelajari letak dari reruntuhan kuno bangsa peri.


Ternyata arahnya melalui rute menuju ke ujung hutan kematian yang berpapasan langsung dengan lautan kematian.


****

__ADS_1


__ADS_2