
Di dalam video itu di perlihatkan penyiksaan walikota negara N dan juga menteri dan wakil presiden negara A yang kondisinya sangat memperihatinkan terhihat ketiga mata mereka di congkel telinga dan lidah mereka di potong lalu disiram dengan alkohol tentu rasa sakit yang di timbulkan tidak bisa dibayangkan,joe yang melihat video itu langsung meyelesaikan konfrensi pers dan berlari menuju ruang rapat dan di ikuti oleh para petinggi pentagon yang lain.
...POV DI GEDUNG PUTIH SEBELUM KONFRENSI PERS...
Setelah membagi kelompok ke beberapa regu regu keenam langsung menuju ke arah bungker saat menuju ke arah bungker regu keenam di hadang beberapa pasukan yang masih hidup tapi kondisi mereka sudah terluka cukup parah, dan mudah untuk di bereskan setelah berlari cukup lama dan menghabisi sisa pasukan mereka akhirnya sampai ruang kerja presiden lalu mereka mencari sebuah tombol saat menemukannya lalu mereka menekan tombol itu dan rak buku di ruangan itu terbuka dan ada lift yang cukup besar lalu mereka memasuki lift.
Setelah masuk pemimpin regu itu menempelkan sebuah tanda pengenal yang di berikan alex lalu lift itu bukanya menuju ke atas malah sebaliknya,karna jika ingin menuju bungker mereka harus menggunakan lift khusus yang ada di ruang kerja presiden dan juga membutuhkan kartu pengenal khusus yang didapatkan dengan mengabdi di negara dalam waktu lama.
Lalu mereka menunggu sampai pintu lift terbuka saat pintu lift terbuka mereka langsung berjalan di lorong panjang secara perlahan lahan sambil mengawasi area sekitar setelah berjalan cukup lama mereka melihat sebuah pintu baja yang cukup besar,melihat itu pemimpin regu segera melaksanakan rencana berikutnya mereka lalu menghubungi regu ketiga untuk mehidupkan aliran listrik ke bungker.
Setelah listrik di hidupkan pemimpin regu segera memasukan kode supaya pintu terbuka setelah pintu terbuka sedikit pemimpin itu melemparkan granat asap saat granat sudah meledak mereka langsung masuk dan menghabisi para penjaga setelah menghabisi semua penjaga mereka langsung menyandra walikota mentri luar negri dan wakil presiden negara A setelah mengikat mereka di kursi, pemimpin regu menghubungi alex untuk rencana selanjutnya.
...>POV ALEX<...
Alex yang melihat manager itu masih tidak menjawab pun menembak kepala pria tua itu sebanyak tiga kali.
Lalu mereka yang melihat mulai menangis dan berteriak sangat keras sampai para sandara yang ada di lobi bank ketakutan karna mereka juga mendengar suara tembakan sebanyak tiga kali.
__ADS_1
Alex yang melihat pria tua itu mati meminta anton untuk membawa mayat pria tua itu ke lobi bank dan anton menyeret mayat pria itu sampai ke lobi bank dan kembali ketempat alex,dan saat ini alex melihat manager itu masih tidak ini membuka brangkas bank lalu alex berjalan ke belakang remaja perempuan yang sedang ketakutan.
Saat sudah sampai di belakang remaja perempuan itu lalu alex meletakan pisau di leher perempuan itu dan kembali mengancam manager itu supaya mau membuka brangkas bank tapi lagi lagi manager itu menolak,dan sang perempuan itu menangis memohon untuk tidak di bunuh tapi alex mengabaikan permohonan perempuan itu dan menggorok leher perempuan itu sampai hampir terpisah dari badannya.
Setelah itu alex berjalan menuju sandera yang terakhir terlihat sang ibu mencoba menenangkan sang anak yang sedang menangis,saat sudah sampai di belakang wanita itu alex menarik sang anak yang sedang menangis sang ibu yang melihat itu mencoba melawan tapi langsung di pegang anton lalu sang ibu memohon untuk dia saja yang menggantikan sang anak tapi alex kembali mengabaikan permohonan itu.
Lalu alex menyeret anak itu sampai di depan sang manager lalu kembali memintak untuk membuka brangkas jika tidak dia akan memotong jari tangan anak ini satu persatu dan juga jari kakinya.
Manager yang mendengar itu syok karna ke kejaman alex walupun begitu dia masih tidak mau membuka brangkas tapi karna dia mendengar jeritan sang ibu dan tangisan sang anak dia yang merasa tidak tega pun menyetujui permimtaan alex.
Lalu alex melepaskan sang anak dan anak itu berlarj menuju sang ibu dan memeluknya dan menangis dan sang ibu yang sudah di lepaskan amton pun membalas pelukan sang anak dan ikut menangis.
"Kenapa kalian menelponku apa ada masalah"tanya alex.
"Tidak tuan sebenarnya kami sudah menyandera walikota dan yang lain jadi apa perintah selanjutnya"jawab sang anak buah.
"Siska mereka dan juga rekam dan sebarkan ke media sosial"kata alex.
__ADS_1
"Baik tuan"kata sang anak buah lalu memutuskan panggilan.
Saat sudah menyelesaikan panggilan itu bertepatan dengan dengan terbukanya pintu brangkas lalu alex masuk ke dalam brangkas dan melihat tumpukan uang dan emas lalu alex meminta anton memanggil yang lain dan menyiapkan mobil.
Saat mereka semua sudah berkumpul alex meminta mereka semua untuk mengambil semua uang dan emas yang ada di brangkas lalu mereka semua mulai memasukan uang dan emas ke dalam tas dan saat itu anton datang dan mengatakan bahwa mobil sudah siap.
Dan mereka langsung mamsukan semua tas yang berisi uang dan emas itu ke dalam mobil ambulance supaya tidak di curigai butuh waktu cukup lama untuk memasukan semua tas ke dalam mobil setelah beberapa waktu mereka akhirnya sudah memasukan semua tas ke dalam mobil dan akan pergi.
Tapi sebelum pergi mereka memaku bendera bergambar tengkorak sama yang di pasang para ******* di gedung putih dan kemudian pergi dari bank itu saat dalam mobil alex meminta al bagdad dan max menghubungi empat kelompok lainnya apa sudah menyelesaikan tugas mereka atau belum.
Lalu mereka berdua menghubungi ke empat kelompok lainnya apa tugas mereka sudah selesai dan menaruh bendera dan nama organisasi mereka lalu alex mendengarkan radio,alex fokus mendengarkan radio tentang penyerangan gedung putih dan video penyiksaan walikota saat sedang fokus mendengarkan radio alex di sadarkan oleh al bagdad dan mengatakan bahwa keempat kelompok berhasil menyelesaikan misi mereka.
Saat mendengar itu alex merasa senang karna misinya sudah selasai dan suara sistem tiba tiba muncul.
[DING!MISI TELAH DI SELESAIKAN]
[SELAMAT TUAN MENDAPATKAN 15.000 POIN SISTEM DAN 1 KOTAK SILVER]
__ADS_1
Alex pun merasa senang karna dia telah menyelesaikn misi dan mendapatkan hadiah sistem dan menghubungi anak buahnya yang ada di gedung putih untuk segera menyelesaikan tugas mereka.
Dan di sisi manager sendiri setelah kepergian alex dia berusaha berjalan untuk menemukan tombol darurat dan setelah menemukan dia menekan tombol itu dan pingsan karna bnyak kehabisan darah.