Menjelajah Dinasti

Menjelajah Dinasti
episode 2


__ADS_3

di tengah perjalanan Elizabeth tidak mengucapkan sedikit pun kalimat padaku ia hanya memandang keluar kearah jendela kereta kuda " kamu terpukau dengan suasana di era ini? " komentar ku.


" tentu, yah aku terlalu lama tinggal di kota sampai sampai aku lupa dengan suasana alam di desa " balas nya padaku, tidak tau kenapa dia langsung menutup kain jendela kereta kuda kami. mungkin saja agar percakapan kami lebih tenang.


" aku saja sudah lupa bagaimana wujud bangunan kota " jawabku.


" memang nya sudah berapa lama kamu tinggal disini? " tanya nya padaku dengan tertawa mendengar kalimat ku sebelum nya.


" sudah cukup lama 4 tahun berlalu semenjak aku datang kemari "


" 4 tahun ya.... Mmmm tidak cukup lama sampai kamu benar benar lupa dengan dunia mu sendiri "


" heh! jangan meremehkan kalo kamu di posisiku aku pastikan kamu tidak akan kuat! " tukas ku dengan emosi. jujur saja bicara dengan wanita ini memang sedikit membuat orang jengkel tapi bagaimana pun juga dia satu satu nya orang modern yang aku punya jadi aku akan mencoba bersabar. " tunggu! aku ingin tau bagaimana kamu tau profesi ku tadi dan tau berapa lama aku tinggal disini! " tambah komentar ku padanya.


" cukup mudah sikap mu berbeda dengan orang sekitar mu meskipun sudah 4 tahun berlalu, cara kesigapan mu menghadapi situasi tadi dan cara berbicara mu mirip seorang tentara yang sudah dilatih dan jangan lupa aura tentara mu tidak bisa hilang " balas nya padaku dengan acuh.

__ADS_1


" Hah? itu saja tunggu! aku tidak percaya kamu bisa menggambil kesimpulan hanya dengan itu!? " saut ku padanya. " tentu tidak! disaku mu tadi aku melihat pisau komando pisau yang digunakan tentara untuk menjalankan tugas nya,, dan kenapa aku bisa tau kami tinggal disini cukup lama itu karena kamu sudah sangat familiar dengan tempat itu " balas nya padaku, kali ini dia menjelaskan nya dengan detail dan itu membuat ku mengerti.


" pisau komando? eh tunggu dimana pisau ku astaga!! aku pasti menjatuhkan nya tadi " saat itu aku benar benar panik pisau kesayangan ku benda satu satu nya yang ku bawa saat aku menjelajah menghilang dari baju ku. " tenanglah aku meminjam nya tadi,, ini ku kembali kan pisau mu " komentar nya padaku. aku benar benar terkejut bagaimana dia bisa mengambil pisau komando ku yang aku simpan didalam baju ku dan untuk apa.


" jangan berfikir negatif dulu,, aku mengambil nya dari baju mu saat kamu menarik ku tadi di keramaian, yah tadi sebenarnya itu buat jaga jaga saja mungkin aja kamu bukan orang baik siapa sangka ternyata aku yang salah " jawab nya.


aku adalah orang yang sangat waspada cara wanita ini mengambil pisau ku sangat jelas sudah terlatih dalam menemukan celah kewaspadaan seseorang,, di kamp militer ku sebelum nya aku juga diajarkan mengambil celah kewaspadaan seseorang tapi aku bukan lah orang yang sangat ahli dalam bidang itu. " hebat! meskipun kamu sedikit menjengkelkan mengambil benda orang tanpa bilang,, tapi kemampuan mu bener patut di beri pujian! " ucap ku padanya.


" terimakasih tapi itu biasa saja.. hanya begitu saja kamu sudah memberikan pujian yang berlebih padaku " tukas nya dengan sangat acuh. seperti yang aku bilang tadi menghadapi sifat wanita ini memang harus Banyak bersabar.


sayang nya Elizabeth bener benar orang yang sangat acuh! aku terus bertanya tapi ia hanya memberikan beberapa kalimat yang jelas jelas aku tidak mengerti,, sampai puncak nya aku tidak lagi bertanya karena kesal dan memilih untuk mempercepat kereta kuda ku untuk sampai ke kediaman.


kami pun sampai di kediaman Fei, gerbang pintu masuk masih terbuka yang artinya orang rumah belum tidur aku masuk dengan kereta kudaku dan seperti nya ada sesuatu masalah orang orang berkumpul di ruang aula tengah, " ada apa ini kakek Lee? " tanyaku pada seorang laki laki tua juru masak kediaman Fei. " Ah! liangfei perhiasan nona muda menghilang dari kamar tidur nya,, tetapi tidak ada yang masuk ke kamar nona muda hingga pagi hari tadi sampai sekarang pelakunya tidak tau siapa? Ah!! astaga liangfei apa ini calon istri mu. liangfei ini benar-benar waktu yang sangat tidak pas untuk kamu memperkenalkan nya kepada kami " jawab nya.


" kakek Lee ya? boleh saya panggil anda kakek Lee? Ah, terimakasih sebelumnya perkenalkan nama saya Elizabeth saya teman nya liangfei kebetulan saya baru datang ke kota ini dan liangfei membantu saya untuk mencari pekerjaan " Saut nya pada kakek Lee.

__ADS_1


" oh astaga maaf kan saya nona muda,, saya kira kamu calon nya liangfei maklum kan saja liangfei sudah berumur belum punya pasangan juga "


" benarkah? astaga liangfei apa aku perlu Carikan untukmu " goda nya padaku.


" ckck tidak perlu! kakek Lee kamu sudah tua hindari bergosip tidak baik untuk kesehatan mu! Elizabeth ayo ikuti aku! " tukas ku pada mereka berdua yang mengejek ku.


kami berjalan masuk ke ruang aula tengah,, ruang aula tengah menghadap ke depan gerbang yang di apit oleh dapur, dan kuil kecil milik kediaman Fei. saat kami masuk suasana atmosfer disana benar benar panas dan sangat mencekam terlihat Ziiafeinan (nona muda kediaman Fei) sedang memarahi para pelayan nya dan 3 orang asing yang seorang pedagang,, para pedagang itu tidak terima Ziiafeinan menuduh mereka bertiga mencuri perhiasan nya. kakek dan nenek terlihat mencoba menengahi perselisihan itu. " wanita manja itu asal menuduh mereka pencurinya sebelum ada bukti benar benar kesalahan fatal " komentar Elizabeth. " Aish.. wanita manja itu akan menjadi majikan mu nanti lebih baik jangan mencari masalah dengan nya mengerti " tambah komentar ku padanya.


" Kakak Fei!! kamu sudah pulang kakak Fei bantu aku perhiasan ku di curi,, itu adalah perhiasan kesayangan ku! " Sahut nya. Ziiafeinan berlari menuju padaku dan hampir memeluk tangan ku, untung saja aku berhasil menghindar dengan berpindah tempat ke samping Elizabeth (untuk saat ini dia penolong ku).


" Liangfei kamu sudah pulang maaf kamu harus mendengarkan keributan ini... Eh! siapa nona muda ini? " tanya nenek padaku. " tidak apa nek... ini Elizabeth teman ku dia yang pernah menolong ku dari perbudakan " jawab Ku..


" Eh? perbudakan liangfei pernah jadi --- ****! " sebelum Elizabeth membongkar rahasia ku. aku mencubit pinggang ramping nya ini sedikit memalukan tapi itu hal yang terpaksa sungguh.


" ada apa nona? " tanya nenek pada nya. sebelum kami menuntaskan percakapan kami seperti nya para pedagang itu sudah tidak sabar ingin menyelesaikan masalah penuduhan ini terhadap mereka.

__ADS_1


__ADS_2