MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 01


__ADS_3

Rumah Kediaman Joshua Hong


Jisuu mendapatkan tugas untuk mencelakai Joshua sebelum hari minggu tiba, saat ini hari sabtu pukul 03.00 pagi Jisuu mendatangi langsung kediaman Joshua.


.


Dia menggunakan pakaian yang serba tertutup berwarna hitam seperti assasin, dia juga terlihat seperti seorang pria.


.


Jisuu hanya membawa pistol dan pisau setiap melakukan tugasnya, namun kali ini dia menyiapkan persiapan yang begitu matang.


.


Dia membawa dua pistol yang sudah dipasang silencer. (Peredam Suara)


Karena mangsanya bukan dari kalangan biasa dia harus berjaga-jaga.


.


keluarga Hong dikenal banyak orang dari kalangan dunia bawah Mafia, karena dia melakukan perjualan barang-barang antik ilegal.


.


"Aneh, dari awal Aku masuk kesini kenapa tidak ada seorangpun yang berjaga dirumah ini"


.


"Apa mereka tidak peduli pada keselamatan penerus keluarga Hong?"


.


"Tidak, Aku tidak boleh lengah! ini pasti jebakan"


.


Jisuu berhasil memanjat menuju kamar Joshua Hong tanpa kendala apapun.


.


Dia merasa aneh karena bisa lolos masuk kesini tanpa halangan sedikitpun.


.


"Baiklah langsung saja, lebih bagus jika Aku dapat membunuhnya sekarang"


.


"Seharusnya dia masih tertidur"


.


Jisuu melangkahkan kakinya tanpa suara, dia benar-benar tenang melakukannya.


Dia menghampiri tempat tidur Joshua, dan benar saja dia sedang tertidur pulas diatas ranjangnya.


.


Tidak basa-basi lagi Jisuu langsung mengayunkan pisaunya dan mengarahkan tepat dijantung Joshua.


.


Brug...!!!


.


"Sial, dia berpura-pura tidur dan menungguku!"


.


"Dia benar-benar meremehkanku"


.


"Ada tikus masuk rupanya" Ucap Joshua, yang baru saja menendang Jisuu hingga terhempas.


.


Jisuu tidak mengedipkan mata, sorot matanya terus tertuju ke arah Joshua yang mulai bangun menghampirinya.


.


Set.......!!!


.


Ayunan pisau Jisuu nyaris mengenai wajah Joshua yang begitu tampan.


.


Joshua hanya menghindari tebasan pisau dari Jisuu yang begitu cepat, Jisuu tidak memberikan cela untuk Joshua melawannya.


.


"Dapat kau"


.


Sett........


.


Tebasan pisau yang mengenai bahu tangan kiri Joshua, menyebabkan luka sobek yang cukup dalam dan lebar.


.


Darah mulai mengalir dan menetes ke lantai, Joshua menutupi lukanya menggunakan tangan kanannya.


.


Joshua terlihat sangat marah.


.


"Baiklah Aku sudah berhasil melumpuhkan tangan kirinya untuk sementara, Apa perlu Aku buat dia tidak bisa berjalan juga"


.


Jisuu menebaskan pisaunya lagi, gerakan tubuh dan tangan yang begitu lincah membuat Joshua semakin was-was.


.


"Si*l tikus liar ini benar-benar lincah, Aku telah meremehkannya" Batin Joshua.


.


Set......!! /Tebasan pisau Jisuu/


.


Brug!!!/Suara hempasan tubuh Jisuu/


.


Argh... /Suara Jisuu/


.


Jisuu berhasil menusuk kaki kiri Joshua, dan Joshua berhasil menendang Jisuu dengan kuat hingga terhempas ketembok.


.


"**** Aku bersuara" Batin Jisuu.


.


"Jadi dia perempuan!" Batin Joshua.


.


Jisuu telah berhasil melukai Joshua, dan membuat lantai dikamar itu dipenuhi darah Joshua.


.


Diapun segera pergi meninggalkan kamar Joshua dengan melompat keluar jendela.


.


Joshua menyuruh semua penjaganya untuk menangkap Jisuu bagaimanapun caranya.


Para penjaga mulai keluar, dan membuat Jisuu kesulitan untuk melarikan diri dari halaman rumah Joshua yang begitu luas.


.


Dorr!!!


.


Suara tembakan dari salah satu penjaga yang mengenai kaki kiri Jisuu.


.


Arghhhhh!!!


"****, kakiku terkena goresan peluru"


Jisuu melirik kebelakang dan melihat wajah orang yang udah bikin kakinya terluka.


.


"****!! karena masih gelap Aku jadi kesulitan melihat wajahnya"


.


Pelurunya sedikit meleset dan hanya membuat luka gores yang cukup sakit bagi Jisuu.


.


Walaupun terluka Jisuu tetap berusaha kabur melewati rute yang sudah dia tandai sebelum masuk kedalam halaman rumah Joshua.


.

__ADS_1


"Dimana Tikus Liar itu!" Tegas Joshua, pada para penjaga rumahnya.


.


"Maaf Tn.Muda kami kehilangan jejaknya, dia berlari begitu cepat walaupun kakinya tertembak" Jawab salah satu Penjaga.


.


"Cari semua informasi tentang Pembunuh bayaran wanita! dan segera informasikan padaku" Tegas Joshua.


.


"Baik Tuan" Jawab Kompak, para penjaga.


.


"Aku tidak akan melepaskanmu Tikus Liar! beraninya kau melukaiku"


.


.


Kosan Distrik Songpu.


.


"Tanpa sadar Aku malah kembali kesini, semoga saja dia tidak ada dikosan"


.


Jisuu membuka pintu tanpa suara, saat ini pukul 05.00 Pagi.


.


"Aku harus segera mengobati luka ini, Aku sudah kehilangan banyak darah dijalan"


.


Jisuu langsung segera masuk kedalam kamarnya, dia sedikit kaget melihat kamarnya yang begitu rapih.


.


"Dia merapihkan kamarku"


.


Jisuu menutup pintunya, dan segera mengobati lukanya...


Dia menumpahkan alkohol diatas lukanya, itu benar-benar perih namun Jisuu menahan teriakannya dengan menggigit baju.


.


Jisuu memperban lukanya, diapun segera mengganti pakaiannya, dan mulai berbaring diatas ranjangnya.


.


"Sudah lama tidak berbaring disini"


.


"Entah kenapa, disini Aku merasa nyaman dan aman"


.


"Rasa khawatirku juga hilang, hatiku senang saat berada didekatnya"


.


"Sudah lama Aku tidak melihat dia saat sedang tertidur"


.


Jisuu senyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajah Wonwoo, rasa sakitnya hilang begitu saja saat dia memikirkan pria itu.



.


"Jisuu kita harus menolong Sungbin"


Ucap Wonwoo, yang berusia 9 tahun.


.


"Tidak perlu, biarkan saja dia tenggelam disana"


Jawab Jisuu, yang berusia 8 tahun.


.


"Tolong..... Tolong Aku! Aku tidak bisa berenang Tolong"


Teriak Sungbin, umur 10 tahun.


.


"Jisuu, bagaimana jika dia mati tenggelam di sungai itu"


.


"Biarkan saja dia mati, Aku membencinya karena dia selalu menyakitimu"


Ucap Jisuu.


.


"Kita harus menolongnya"


Ucap Wonwoo, sebelum melompat kesungai.


.


Byur~~~


.


Wonwoo melompat dan menolong Sungbin yang hampir mati tenggelam.


.


"Kau! tidak pernah menuruti perintahku"


Ucap Jisuu, yang kecewa karena Wonwoo menolong Sungbin.


.



.


"Aku tertidur begitu saja, pukul berapa sekarang"


.


Jisuu segera bangun dan melihat jam di ponselnya, saat ini menunjukkan pukul 11.30 Siang.


"Aku lapar...."


.


Jisuu keluar dari kamarnya, dengan langkah kakinya yang pincang karena sulit digerakkan.


.


Dia tertegun setelah keluar dari kamarnya karena disuguhi pemandangan yang begitu mengagetkan.


.


Wonwoo tengah asik bercumbu mesra dengan kekasihnya Seohyun yang duduk diatas kabinet dapur.


.


Terlihat jelas bahwa mereka baru saja selesai berciuman, dan terhenti karena Jisuu yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.


.


Deg~


.


"Tidak perlu menghiraukanku!! kalian berdua lanjut saja" Ucap Jisuu, sambil pergi ke arah kamar mandi.


.


Seohyun terdiam menatap Jisuu, dan Wonwoo sangat kaget karena ada Jisuu disini.


.


15 menit kemudian...


.


Jisuu keluar dari kamar mandi, dia menghiraukan mereka yang sedang makan diruang tengah.


.


"Jisuu, kenapa kau tidak memberi kabar kalo kau kembali" Tanya Wonwoo.


.


"Aku hanya mengambil beberapa barang dan akan segera pergi lagi" Jawab Jisuu, sambil masuk kedalam kamarnya.


.


Wonwoo menghampiri Jisuu, dan mengabaikan Seohyun yang sedang makan bersamanya.


"Kau mau pergi kemana lagi" Tanya Wonwoo.


.


"Bukan urusanmu, kau tidak perlu mengurus hidupku!! urus saja kekasihmu itu" Jawab Jisuu.

__ADS_1


.


Jisuu menyesuaikan langkah kakinya walaupun itu sangat sangat menyakitkan, dia tidak ingin Wonwoo mengetahuinya.


.


"Kenapa kau selalu melibatkan Seohyun, ketika Aku bertanya padamu" Tanya Wonwoo.


.


"Entahlah, lebih baik kau jaga dia dengan baik" Tegas Jisuu, sambil mendelik Seohyun.


.


"Apa maksud perkataanmu itu" Tanya Wonwoo.


.


"Kau tidak perlu tau, kau hanya perlu menjaga dia dengan baik" Ucap Jisuu.


.


"Apa kau akan membunuh Seohyun? seperti kau membunuh Mina?" Tanya Wonwoo.


.


Deg~


.


"Aku tidak pernah membunuh Mina" Jawab Jisuu.


.


"Kau membunuh Mina! Kau membencinya karena Mina selalu mendekatiku!" Ucap Wonwoo.


.


"Kenapa Aku harus membencinya, hanya karena dia mendekatimu" Jawab Jisuu.


.


"Kau membuat semua orang yang mendekatiku terluka, kau bahkan terang-terangan ingin membuat anak yang menyakitiku mati didepanku" Tegas Wonwoo.


.


"Kau mendorong Mina kejurang hingga membuatnya tewas! kau juga yang membakar rumah Yeongjo hingga membuat Yeongjo dan keluarga mati terbakar!" Ucap Wonwoo.


.


"Sungguh diluar dugaan kau berpikir Aku yang melakukan semua itu" Ucap Jisuu.


.


Jisuu merasa muak dengan semua perkataan Wonwoo, Jisuu merapihkan seluruh dokumen dan baju-bajunya kedalam koper.


.


"Jika kau berpikir Aku yang melakukan semua itu, Kau harus menjaga kekasihmu dengan sangat hati-hati ya, karena sekarang Aku benar-benar akan melakukannya" Ucap Jisuu, sambil menyeringai.


.


"Hentikan kekonyolanmu itu Jisuu! jika kau masih ingin berteman denganku" Ucap Wonwoo.


.


Deg~


.


"Apa ini sebuah ancaman?" Tanya Jisuu.


"Ini perintah" Jawab Wonwoo.


.


"Aku akan menuruti perintahmu jika kau mau menuruti satu perintahku" Ucap Jisuu.


.


"Selagi itu masuk akal, Aku akan menurutinya" Ucap Wonwoo.


.


"Aku ingin kau putus dengan Seohyun" Ucap Jisuu, sambil mendelik Seohyun.


.


"Kenapa Aku harus memutuskan Seohyun?"


.


"Karena kali ini Aku benar-benar membencinya" Tegas Jisuu.


.


"Maaf Jisuu Aku tidak bisa menuruti perintahmu" Ucap Wonwoo.


.


"Tidak apa, Kau dari dulu tidak pernah menuruti perintahku, ini bukan hal yang kaget bagiku" Ucap Jisuu, dengan senyum pahitnya.


.


"Aku dan Seohyun akan bertunangan bulan depan, Aku harap kau bisa hadir diacara pertunangan kami" Ucap Wonwoo, sambil menatap Jisuu.


.


"Oh selamat, Aku ikut berbahagia jika ada waktu Aku akan datang" Ucap Jisuu.


.


Jisuu selesai merapihkan barangnya, dia menarik kopernya dan bersiap untuk pergi.


"Kau mau kemana, biar Aku antar" Tanya Wonwoo.


.


Ding~Dong~


.


Bell Pintu berbunyi....


.


"Tidak perlu! kekasihku sudah datang menjemput" Ucap Jisuu, sambil menarik kopernya.


.


Deg~


.


Jisuu membuka pintu, dia membohongi Wonwoo kalo yang datang menjemput itu kekasihnya.


.


"Oh hay Baby~" Ucap Jisuu, sambil memeluk Minghao.


.


Minghao yang cepat menyadari situasi langsung ikut berakting bersama Jisuu.


.


"Udah beres Bee? Ayo biar Aku yang bawain koper kamu" Ucap Minghao, sambil menatap mesra Jisuu.


.


"Dia siapa? kok Aku gatau kalo kau punya pacar" Tanya Wonwoo.


.


"Kau pasti sahabatnya Jisuu, kenalkan saya Minghao kami baru mulai pacaran 1 bulan lalu" Jawab Minghao, dengan begitu lancar.


.


"Kau mau membawa Jisuu kemana?" Tanya Wonwoo.


.


"Mulai sekarang saya yang bertanggung jawab untuk Jisuu, tidak perlu mencemaskannya dia akan tinggal bersamaku" Jawab Minghao.


.


"Ayo sayang, Aku sudah pegal berdiri terus" Ucap Jisuu, sambil menjamah dada Minghao menggunakan kedua tangannya.


.


"Oh \*\*\*\* dia membuatku kehilangan akal sehat" Batin Minghao.


.


Grep~


.


"Sabar dong Bee" Bisik Minghao, yang memeluk mesra Jisuu.


.


Deg....


.


Wonwoo terlihat sangat kesal karena tingkah Minghao pada Jisuu.


Minghao membawa Jisuu pergi menggunakan mobil sportnya yang terparkir didepan kosan.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2