Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Masih Adakah Kesempatan ?


__ADS_3

Sepeninggal Jo , Arya segera menelpon Alexa , sejenak Arya menunggu ,kemudian terdengar suara Alexa menjawab di ujung sana .


" Ya Arya."


" Kita jadi ketemu , Lex ?"


" Jadi Yak, beri aku waktu sebentar , ada yang harus aku urus , setelah itu aku ke tempatmu !" jawab Alexa segera .


" Oke , kalau sudah beres bilang aja , aku jemput kamu , Lex !"


" Gak usah Yak, aku langsung dari luar ke tempatmu , tapi kamu gak kerja hari ini ? " tanya Alexa dengan sedikit keheranan , karena dia tahu betapa gila kerjanya Arya.


" Aku minta cuti hari ini Lex , kamu orang ke 5 yang keheranan mendengar aku cuti !" tukas Arya .


" Iya Yak , masalahnya semua juga tahu etos kerjamu , ya udah ya Yak , sampai nanti ."


" Eh Lex , kan aku lagi cuti, sekalian aja kamu aku antar ke tempat kamu harus menyelesaikan urusanmu , gimana ?"


" Thank you Yak, aku lebih baik sendiri aja , gak lama kok ." Alexa berusaha menolak karena bagaimanapun dia juga tidak tahu harus mencari Jo ke mana , tidak mungkin dia diantar Arya .


" Bukankah aku lebih mengenal kota ini lebih baik dari kamu Lex , ayolah , aku jemput ya ?"


" Gak usah Yak , sebentar lagi aja ,aku tilp kamu ya , ok ?" dengan kukuh Alexa menolak pertolongan Jo .


" Ya sudah lah kalau begitu, nanti tilp aku ya Lex , bye ." Arya pun mengakhiri tilpnya.


***


Alexa kebingungan dan sangat gusar campur gelisah karena saat keluar dari kamar mandi dia tidak dapat menemukan Jo , dia turun ke resepsionis yang mendapat jawaban bahwa Tn Jonathan belum check out , jika begitu kemana Jo pergi ?? apa yang sebenarnya terjadi ? apa yang luput dari pengawasannya ? apa yang di lakukannya ? Jo adalah tipe easy going jadi pasti ada yang tidak sengaja sudah melukai hatinya .


Tidak mungkin Jo jauh-jauh menyusul dia ke Australia kalau hanya untuk sekedar say hello kemudian menghilang ?.


Dia akan membereskan masalahnya dengan Arya saja dahulu , biar nanti saat Jo kembali , mereka bisa membahas semuanya dan kalau memungkinkan mereka akan kembali ke Inggris bersama-sama , memulai awal yang baru sebagai kekasih Jo sepenuhnya , Wow ..hanya memikirkannya saja sudah membuat darah Alexa berdesir kencang dan wajahnya merona .


Sambil menyimpan angan-angan yang indah itu, Alexa menekan nomor Arya untuk minta di jemput , tapi kemudian dia mengurungkan niatnya , sepertinya lebih cepat jika dia saja yang langsung pergi ke tempat Arya dengan menggunakan taxi daripada harus menunggu Arya menjemputnya.


Dalam perjalanan menuju ke tempat Arya , Alexa mencoba untuk kembali menekan nomor Jo tetapi belum sampai angka terakhir Alexa ragu ,ini sudah terjadi puluhan kali sejak dia menemukan Jo sudah pergi , kalau sampai memang ada sesuatu yang terjadi yang berkaitan dengan dirinya ,dia ingin saat mereka membahasnya mereka bertatap muka hingga tidak ada satupun bahasa tubuh yang terlewat.

__ADS_1


Setelah membayar taxi , Alexa bergegas menemui Arya , dan ternyata Arya sudah menunggu Alexa di pintu .


" lho Lex , kok kamu gak tilp aku ? biar gak repot-repot naik taxi !"


" Nggak repot kok Yak , lebih menghemat waktu , memotong 1 jalur saat kamu menjemput aku kan ."


Kemudian Arya menghampiri Alexa , memeluknya , mengecup bibirnya tetapi dengan perlahan Alexa memalingkan muka sehingga bibir Arya hanya mendarat di pipinya .


Alexa merasa sikap Arya tidak seperti kemaren saat dia baru datang , oh tidak , dia tidak ingin harus kembali menjelaskan panjang lebar tentang perasaan mereka yang sebenarnya tentang kurangnya gairah ....bla...bla .... , dia ingin Arya yang memang telah berubah dengan Caitlin disisinya , sehingga sangat mudah baginya untuk berkata semuanya sudah selesai .


Alexa berusaha menahan dirinya , menenangkan pikirannya , kemudian masuk dan memilih duduk di sofa tunggal di ruang tamu , sehingga Arya tidak dapat duduk disampingnya .


" Lex , kenapa duduk di sini ? yuk di dapur sambil aku bikinkan kamu minuman segar , atau kalau kamu lapar masih ada snack yang Cait.....lin bikin ."


Arya terlihat sangat ragu mengucapkan nama Caitlin dan terlihat menyesal dengan kalimat terakhirnya .


" Caitlin mana Yak, kok tidak kelihatan ?"


" Caitlin ngantor Lex !"


Keheningan terjadi beberapa saat setelah itu, mereka hanya saling berpandangan dalam diam.


Kemudian terdengar suara Alexa memecah keheningan ,


" Yak , aku mau ngomong sama kamu tentang banyak hal , tapi waktuku tidak terlalu banyak , jadi sepertinya hari ini kita bahas yang paling mendesak menurutku ."


Arya terlihat berpikir dan menerawang memandang halaman melalui pintu yang terbuka .


" Menurutku kita memang harus bicara , banyak yang harus ku tebus , tapi aku tidak ingin membahasnya dengan tergesa-gesa, mungkin kita bisa membiasakan diri dengan kehadiran kita satu sama lain , aku bikin minum dulu , kemudian kita pindah duduk di teras , kalau hari ini waktumu terbatas kita bisa bicara nanti , kamu urus dulu urusanmu aku siap mengantarmu kemana saja , banyak yang bisa kita tangkap saat kita bersama di banding berjuta kalimat yang kita ucapkan Ndut ."


Wajah Alexa terpana lebih ke arah shok , kenapa bisa jadi begini ? kan semuanya sudah tinggal selangkah menuju penyelesaian ? misalkan sebuah lagu sudah sampai di Coda , penutup sebuah lagu , kenapa sekarang Arya seakan menyiratkan mereka bisa melakukan konsolidasi dan memulai kembali ? oh Alexa semakin pusinggggg dia semakin merindukan Jo .


Aku harus segera memulai rencanaku semula , sebelum Arya berhasil membawanya ke teras dan semua rencana santainya hari ini.


" Yak , sebelumnya aku sudah pernah bilang sama kamu kalau ada seorang pria yang menemaniku dan mengisi hari - hariku di Inggris ..."


" Aku ingin kita melihat episode itu sebagai kesalahan yang di maafkan , kita simpan sebagai peristiwa yang lebih mendewasakan kita Lex , akupun juga menyadari kesalahanku dengan mengisi waktuku bersama Caitlin , jadi baik pria itu di Inggris dan Caitlin ,kita jadikan pelajaran berharga agar kita lebih bisa menjaga hubungan kita lebih baik dibanding kemarin ."

__ADS_1


Alexa mulai merasa pasti sekarang bahwa perpisahan yang diinginkannya akan berjalan sangat sulit tidak semudah saat dia baru pertama kali tiba , kalaupun terjadi ada yang terluka bahkan mungkin lebih dari satu orang yang menderita .


"Arya , aku akan memberitahumu terlebih dahulu , pria yang menemaniku itu adalah__ ,"


Belum selesai Alexa bicara Jo sudah memotong ,


" __ tidak usah di lanjutkan , bagiku tidak penting Ndut , siapapun pria itu aku akan berterimakasih karena sudah menjaga dan menemanimu di Inggris , bagiku peran pria itu sama dengan Caitlin , sama -sama membuat kita sadar ada yang perlu kita perbaiki untuk menjaga orang yang kita sayang !" tukas Arya berapi-api.


" Baiklah kalau kamu tidak ingin tahu , sebenarnya aku tidak nyaman harus bercerita dengan menyebutnya pria itu !"


Kemudian Alexa berdiri dan menghampiri piano yang ada di ruang tamu Arya .


" Kamu tahu Yak , saat aku datang pertama kali ke sini , ada yang menarik perhatianku , di tengah keramaian yang kamu ciptakan bersama temanmu , ada seorang gadis yang dengan tenang bermain piano dan larut dalam dunianya sendiri , jika suasana itu di capture dan suruh orang yang melihat menebak siapa pemilik rumah ini maka pasti akan banyak orang yang menjawab , pemiliknya adalah si gadis yang sedang bermain piano , you see ? "


Arya membuka mulutnya dan akan berbicara ketika Alexa mengangkat tangan memberi tanda dia belum selesai .


" Kenapa Caitlin bisa begitu nyaman disini ? karena dia merasakan penerimaan Yak , tidak ada gadis yang merasa santai dan nyaman kalau mereka tidak punya kepastian itu , dan pria hampir tidak pernah berdusta tentang gairah dan kerinduan mereka akan kenyamanan dari pasangannya , perasaan itu yang kami para wanita tangkap Yak , itu yang Caitlin tangkap !"


" Ndut , yang kamu katakan sebagian besar mungkin benar , tapi ada yang salah , gairah dan kerinduanku terhadap Caitlin tidak lebih besar di banding perasaanku buat kamu Ndut , hubungan kita jauh di atas itu , please maafkan aku seperti aku pun sudah memaafkan pria dalam hidupmu Ndut , please !"


Alexa merasa dia harus berjuang lebih keras lagi untuk menyadarkan Arya , karena saat Arya memanggilnya Ndut itu biasanya karena Arya berada di Mode Romantis .


" Oke Yak , aku tidak ingin menghakimi kamu, tapi kalau memang Caitlin tidak terlalu memiliki peran dalam hatimu pasti yang kamu lakukan juga biasa saja , yang aku tahu kamu tidak bisa main piano Yak , jadi piano ini punya kamu Yak ? "


" Iya , saat ada lelang aku berhasil mendapatkannya Ndut !"


" Yak , ini ada grafir nya ....tertulis ...!"


" Aku tahu apa yang tertulis di situ Ndut , itu aku belikan saat aku mendapat honor besar dari proyek pertamaku , tapi itu reflek Ndut , tidak ada perasaan yang terlibat , yah seperti euforia karena proyekku berhasil dan dia ada di sana , mungkin terdengar seperti tidak masuk akal tapi itu yang sebenarnya terjadi Ndut ! "


Arya masih merasa Alexa belum bisa menerima penjelasannya , dia harus berusaha lebih keras untuk meyakinkan Alexa .


" Kalau ada perasaan yang terlibat pasti aku akan menyuruh piano itu dikirim ke rumahnya bukan ke rumahku , Ndut !"


Setelah sama - sama terdiam , Arya yang lebih dahulu memecah keheningan ,


" Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua Ndut , please ?!"

__ADS_1


__ADS_2