
Zoya menghela nafas pekerjaan nya sangat lah menumpuk,belum lagi masalah organisasi benar-benar membuat nya pusing.
Ia melihat arjolinya sudah hampir pukul tujuh malam artinya ia harus menemui calon suaminya.
Ia keluar dari perusahaan nya di ikuti Kayla pengawal pribadi nya.
Mobil mewah Zoya tentu keluaran terbaru dengan harga ratusan miliar merupakan buatan perusahaan pribadi Zoya melaju dengan kecepatan sedang bukan menuju kediaman nya melainkan ke sebuah Restoran elit tempat pertemuan nya dengan calon suaminya.
" Kau tunggu di sini saja La" titahnya.
" Baik Lady."
Zoya keluar dari mobilnya dengan tampang dingin khasnya.
Zoya memasuki Restoran namun tampak sepi" seperti nya Tuan muda itu membokingnya. " Batinya.
Langkah kaki nya terhenti mendengar langkah kaki menuju arahnya seorang pria dengan setelan jaz rambut di sisir rapi pandangan matanya dingin tanda bahwa orang itu jarang tersenyum sama sekali seperti dirinya yang memang sama sekali tak pernah " Nona Zoya. " tanya pria itu ragu pasalnya mengingat penampilan Kinan ibu angkat Zoya sangat lah glanmor dan Sexy sementara Zoya setelan formal dengan mekap tipis wajahnya pun sangat lah dingin.
" Hem. " Jawab Zoya singkat.
" Baiklah ikuti saya Nona Tuan Muda sudah menunggu. " Ucap nya sopan.
Zoya mengikut pria itu langkah nya pria itu membukakan pintu tampak seorang pria tampan dengan wajah dingin yang sangat menenggelamkan.
__ADS_1
" Selamat malam Tuan muda. " Sapanya dengan nada sangat dingin.
" Sepertinya kau tidak senang bertemu dengan ku Nona. " Ucap nya tak kalah dingin.
" Bukan tak senang tuan muda hanya aku punya banyak pekerjaan yang di tinggalkan. " ucap Zoya santai.
" Jadi aku mengganggu. " tanyanya lagi.
" Ya bisa di bilang begitu. " Lagi-Lagi dengan nada santai namun terkesan dingin
" Apa aku tidak di izinkan duduk tuan muda. " tanyanya dingin.
"Hm."
" Namamu. " tanya tuan muda sementara Zoya hanya diam dengan tampang dinginya ia tahu Tuan muda di depanya tak bertanya namanya.
" Perkenalan saya William anda bisa memanggil sekertaris Willi. " ucap pria yang menjemput Zoya tadi memperkenalkan diri.
" Sudah tau. " Jawab Zoya dingin.
Pria itu hanya menggaruk- garuk kepalanya canggung" Hanya memperkenalkan diri saja Nona supaya mudah jika Nona butuh bantuan saya. " Ucap pria itu mencoba Cool
" Kau bisa melakukan apa untuk membantu ku. " Tanya Zoya dingin.
__ADS_1
" Anu. " Pria bernama William itu hanya menggaruk- garuk kepalanya bingung.
" Sudahlah kita beralih ke tujuan utama dari pertemuan ini. "
" Hm."
" Ini Perjodohanmu yang ke (50) lima puluh kali bukan yang di lakukan ibumu." Tanya nya
" Hemm. " Jawab Zoya singkat.
" Dan seluruh keluarga calon suamimu menghilang setiap berita Perjodohan sampai padamu seperti nya kau terlalu jelek hingga calon suami mu kabur. " Ucap nya mengejek
" Hemm jadi apa kau mau menghilang ke neraka juga bersama mereka. " Tanya Zoya dingin mengeluarkan pistol yang siap di tembakan.
" Tenang Nona anda bisa kami tuntut percobaan pembunuhan. " Asisten Willi mencoba menenangkan.
" Membunuh adalah pekerjaan ku polisi pun tahu. " Jawab Zoya santai.
" Hai tenang lah kita di sini bukan untuk bermain pistol. " Ucap Tuan muda dengan nada santai senyum sinis nya terbib " seperti nya aku mendapat mainan baru yang menarik. " batinya menyeringai.
" Willi
Like, komen, and, vote
__ADS_1
나는 너희들 내 충성스러운 독자를 사랑한다.