My Big Boss

My Big Boss
terlambat datang


__ADS_3

Mereka berempat pun masuk ke mobil yang sama.


mereka menjadi akrab walau baru mengenal Bintang,karena Bintang sangat mudah bergaul.


Tak lama mereka sampai di tempat tujuan.


" Kalian mau makan apa ? "


tanya Livia sambil melihat buku menu yang diberikan pelayan.


" Gurami bakar, udang saus tiram, ayam lada hitam, sop iga bakar, nasinya empat porsi ya mbk? "


sahut Doni memesan makanan ke pelayanan.


" Kau yakin akan menghabiskannya? "


tanya Bintang tak percaya dengan apa yang di pesan Doni.


" Kau jangan khawatir Bi.. dia tu kingkong makanya banyak jadi kau jangan kaget jika sedang bersamanya, " sahut Rita terkekeh menjawab pertanyaan Bintang.


" Seenaknya kau bilang aku kingkong! aku hanya sedang kelaparan biasanya juga makan ku sedikit, " sahut Doni sambil menjitak kepala Rita.


" Aawww...kau menyakitiku! Dasar kingkong! "


ucap Rita ingin memukul Doni tapi ia urungkan karena ocehan Livia.


" Hei sadar kalian sudah pada tua kenapa kelakuan masih kaya anak SD? bisa tidak sehari saja kau biarkan aku menikmati makanan tanpa melihat kalian bertengkar, "


ucap Livia kesal melihat tingkah temannya itu yang setiap hari bertengkar.


Akhirnya Doni dan Rita pun duduk anteng.


sedangkan Bintang hanya terkekeh melihat tingkah teman-teman barunya itu.


" Bi apa kau betah jadi sekertaris Tuan Regan ? "


tanya Livia pada Bintang.


" Aku butuh pekerjaan ini jadi ya harus aku betah-betahin, "


jawab Bintang tenang.


" Kenapa bukan aku yang jadi sekertaris Tuan Regan, "


sahut Rita sambil mbayangkan wajah tampan Regan.


" Mana mau Tuan Regan sama makhluk jadi-jadian, " ucap Doni cuek.


" Kau ini! "


ucap Rita dengan menendang kaki Doni karena kesal.


" Sudahlah jangan mulai lagi! tu makanan kita sudah datang, "


ucap Livia kesal karena geram melihat ulah kawannya itu.


Mereka berempat pun mulai menikmati hidangan yang ada.


" Eh..! siapa yang akan bayar semua makanan ini!? "


tanya Bintang bingung.


" Biasanya kita patungan setiap makan tapi karena sekarang yang memesan Doni, dan yang makan paling banyak juga Doni jadiiii... Doni yang akan membayar semua.. ayo bi..! "


ucap Rita menggandeng tangan bintang berlari meninggalkan Doni yang masih duduk di meja sendiri.


Livia pun ikut berlari meninggalkan Doni mereka semua tertawa senang karena sudah bethasil mengerjai Doni.


" Hei,makanmu juga banyak tadi! kenapa aku yang harus membayar semua?sungguh ini tidak adil! "


gerutu Doni sambil membayar semua makanan tadi.


Kini Bintang dan kawan-kawan sudah menunggu Doni di samping mobil.


" Apa kita tidak Keterlaluan? ".


tanya Bintang tak enak hati kepada Doni.

__ADS_1


" Sudahlah bi.. kau jangan khawatir dia tak kan jatuh miskin hanya karena membayar makanan tadi "


ucap Livia menjawab pertanyaan Bintang.


Doni berjalan dengan ekspresi kesalnya ia menuju mobilnya .


" Ku kutuk kalian semua jadi batu! "


ucap Doni ketus.


" Aawww... kakiku tiba-tiba tak bisa di gerakan, ku rasa kakiku mulai membatu! "


ucap Rita bergurau sambil tertawa.


" Jariku juga mulai tak bisa di gerakan! "


sahut Livia tak mau kalah.


Bintang yang melihat tingkah kawan-kawan nya itu tertawa lepas.


" Sialan kau! "


ucap Doni kesal.


Mereka pun akhirnya kembali ke kantor bersama ,masih dengan bercanda di dalam mobil.


Tak lama akhirnya sampai di tempat mereka bekerja.


" Gawat kita sudah telat 5 menit, "


ucap Bintang berlari menuju ruangannya.


" Semoga Tuan Regan belum ada di tempat, "


Ucap Rita mengikuti Bintang.


" Pasti kita akan kena masalah sekarang! ini karena makanmu terlalu banyak Don! "


ucap Livia menyalahkan Doni.


" Kenapa kau menyalahkanku? kau juga makan banyak tadi! "


" Sudahlah,perdebatan kalian itu tak kan menolong kita,berdo'a saja semoga Tuan belum ada di tempat! "


Ucap Bintang berlari sekencang mungkin.


Semua mata memandang ke arah empat manusia ini yang sedang berlarian.


akhirnya mereka pun sampai di ruangan dengan nafas ngos-ngosan.


" Kenapa kalian bisa terlambat datang ? "


tanya pak radit datar.


" Ma'af pak tadi kita kena macet, "


jawab Doni berbohong.


Laki-laki tua ini sangat menyebalkan!


gumam Doni dalam hati.


" Tuan Regan sudah ada di tempat ,kalian sudah di tunggu di dalam,entah apa yang akan dilakukan kepada kalian! ".


Ucap pak Radit dengan nada kesaal.


" Benarkah? "


tanya Doni memastikan.


" Iya.. kalian sungguh senang membuat ku dalam masalah! "


ucap pak radit ketus karena tadi sebelum Bintang dan kawan-kawan datang pak Radit lah yang kena semprot Regan.


" Ma'af kan kami pak, "


ucap Bintang merasa bersalah.

__ADS_1


Kita benar-benar dalam masalah sekarang!


ucap Doni sedikit berbisik.


Mereka berempat pun berjalan ke arah ruangan Regan.


Tok.. tok.. tok..


suara ketukan Pintu.


" Ma'af Tuan bolehkah kita masuk? ".


tanya Bintang dengan suara ketakutan.


" Masuklah! ".


jawab Regan singkat dengan nada emosi.


Cekreek..


suara pintu terbuka, mereka berempat berjalan masuk dengan wajah tertunduk tanpa berani menatap wajah Regan.


Plok.. plok.. plok


suara tepukan tangan Regan.


" Bagus ! kalian sudah berani datang terlambat sekarang! "


suara Regan menggema memenuhi ruangan.


" Ini pasti karena pengaruh dari Nona Bintang Ariana Putri, karena sebelum ini kalian tidak pernah telat sedikitpun! "


ucap Regan sambil terus berjalan mengelilingi empat manusia tadi. langkah kaki Regan menambah susana menjadi sangat menegangkan.


Tak ada yang berani bersuara di sana, mereka semua sibuk dengan fikiran masing-masing. begitupun Bintang.


Kenapa harus aku yang di salahkan?


sungguh suara langkah kakinya ingin membuat jantungku keluar dari sarangnya , bagaimana dengan wajahnya sekarang? pasti di sudah berubah jadi iblis yang begitu menyeramkan ".


gumam Bintang dalam hati yang masih terus menundukkan wajahnya.


" Kalian bertiga boleh keluar kecuali kamu Nona! "


ucap Regan marah sambil menunjuk Bintang.


Doni, Livia, dan Rita hanya mendongakkan kepala dengan ekspresi bingung .


Apa yang akan Tuan lakukan pada Bintang?


gumam mereka bertiga dalam hati.


Mereka keluar dengan menatap wajah Bintang , mereka merasa bersalah karena tak bisa membela Bintang tadi, tapi Bintang tau maksud dari teman-teman nya itu, ia pun membalas tatapan itu dengan senyuman tanda bahwa dia akan baik-baik saja.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan? "


tanya Livia pada teman-teman nya di luar ruangan.


" Yang bisa kita lakukan hanya mendoakan Bintang, "


jawab Doni berjalan ke mejanya.


" Kenapa tadi bukan aku yang di pilih Tuan Regan untuk tetap tinggal di sana? aku rela menyerahkan jiwa raga ku untukmu Tuan, "


ucap Rita masih terus membayangkan wajah tampan Tuannya.


" Kau ini sudah benar-benar gila! "


sahut Livia meninggalkan Rita yang masih berdiri di dekat ruangan Regan.


" Apa kau tak tau bagaimana wajah Tuan Regan tadi? saat dia marah itu sangat menggemaskan..., "


ucap Rita berlari kecil mengejar Livia.


" Kau memang benar-benar tak waras! wajah mengerikan kau bilang menggemaskan? akan ku antar kau ke psikiater! "


ucap Livia tanpa menoleh.

__ADS_1


" aku tidak gila ! aku hanya sedang jatuh cinta, " ucap Rita menuju mejanya.


Rita memang sangat tergila-gila pada Regan entah itu cinta atau hanya terobsesi, yang jelas semua sikap Regan itu tampak manis di matanya.


__ADS_2