
lagi lagi Cece terus meneguk minuman nya,arka yang melihat nya langsung merampas gelas milik Cece karena tak mau lagi melihat gadis itu meminum minuman itu lebih banyak.
"aaa kembalikan minuman ku" kata Cece
"kembalikan"kata nya lagi turun dari kursi nya
lalu meraih tangan arka dan mengambil botol milik arka lalu meneguk nya tanpa kata.arka berusaha menghentikan kekonyolan yang di lakukan cece.
"kau ini kenapa?" tanya arka merampas botol di tangan Cece.
Cece ambruk di pelukan arka masih meraung raung menginginkan minuman nya.arka kebingungan mendapati hal itu.
"berikan padaku" kata cece dengan nada yang sedih
"Berikan" ujar nya lalu berusaha duduk kembali di tempat nya.
Cece merebahkan kepala nya di atas meja,sembari ngoce ngoce tak jelas.sedangkan arka sendari tadi terus memandangi wajah Cece yang terlihat masih sama seperti dulu.
"aaa aku mau pulang" kata Cece meraih tas nya lalu berjalan keluar dari bar
__ADS_1
dengan cepat arka mengikuti kemana arah Cece pergi,di lihat Cece muntah muntah di depan bar.lalu gadis itu kembali berjalan dengan gontai,arka langsung menangkap Cece ketika gadis itu ingin terjatuh.
"aku ingin pulang" ujar nya masih mabuk
"biar aku antar" kata nya memapah Cece mengarah parkiran.
"ayok naiklah" titah arka membantu gadis itu naik ke motor nya arka.
jarak mereka kini benar benar berdekatan,biasa nya Cece akan naik di jok motor sport arka paling atas.namun karena kini kondisi Cece dalam keadaan mabuk,arka membiarkan gadis itu merosot duduk menghimpit diri nya dan melingkarkan tangan Cece untuk memeluk nya erat.
"pulang" ujar nya terus menerus.
"di mana rumah mu?" tanya arka.
namun tak ada jawaban dari Cece gadis itu terus sibuk dengan ocehan nya yang tak jelas itu.arka pun terpaksa mengambil tas Cece dan memeriksa apakah ada alamat rumah gadis itu atau tidak.
dia pun menemukan sebuah kartu rumah,setelah mengetahui alamat nya.arka memilih menyimpan tas Cece di jaket nya kemudian melajukan motor nya mengarah alamat yang di tuju.
"di mana arka dan Varo?" tanya Calvin saat baru saja menempati tempat duduk nya di meja makan.
__ADS_1
"belum pulang" ujar neis mengambilkan nasi ke piring milik Calvin.
"bagaimana Arsya?,apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan?" tanya Calvin.
"belum" kata nya jutek masih marah kepada sang Dady.
"sayang sudah jangan bahas ini di meja makan" kata neis mencairkan suasana dingin
mereka pun mulai makan menyantap makanan nya dengan santai.terlihat hening dan damai namun tidak dengan hati Arsya yang terus menerus di buat tak karuan karena memikirkan soal uang 500
000.000 itu.
"aku sudah kenyang" kata Arsya meninggalkan meja makan.
neis mendengus kasar,lalu menatap ke arah calvin.sedangkan pria yang di tatap nya biasa biasa saja menanggapi hal itu.
"sayang aku kasihan melihat Arsya,seharus nya kamu tak perlu seperti ini" aduk neis.
"sudah baby ikuti saja rencana ku" kata Calvin mencoba menenangkan neis.
__ADS_1
neis kembali menyantap makanan nya,sedangkan Vero hanya menatap mereka bingung.namun tak mengeluarkan suara karena kelihatan pria itu sedang sangat lelah untuk mengomel.
"aku juga sudah kenyang " kata Vero melenggang pergi menaiki anak tangga.